
Part 45 " Mitzy, Putri Kecil Morgan"
Waktu berlalu begitu cepat..
Satu per satu masalah Morgan berhasil di selesaikan..
Setelah 2 tahun terakhir Group JJ terdampak akan citra Morgan, CEO yang sempat bertubi tubi terjerat skandal percintaan yang rumit.. membuat harga saham anjlok, investor merugi dan pemutusan kerja sama dari berbagai pihak.
Masuk tahun ke 3 kerja keras Morgan tidak sia sia, setelah ia berhasil kembali mengambil kepercayaan masyarakat dan para direksi dengan membuktikan kinerja nya, Group JJ kembali aktif merajai dunia bisnis ekspor impor lagi.
Setiap hari Morgan harus mengorbankan waktu kerja nya yang mulanya hanya 8 jam, kini ia rela bahkan bekerja hingga 24 jam.
Entah tekadnya untuk mengembalikan kesuksesan perusahaan miliknya semata, atau sekaligus mengalihkan perhatian dari kisah cinta tragis miliknya.
Tepat pukul 8 malam, Morgan masih lembur bersama beberapa staf termasuk Adit yang setia menjadi asisten Morgan.
Terlihat langkah demi langkah kecil menghampiri nya.
" Daddy... " Ucap anak kecil yang begitu menggemaskan dan lucu yang terlihat sudah mulai bisa berlari kecil meski belum sepenuhnya mahir, perlu pengawasan agar ia tidak terjatuh.
" Mitzy, jangan lari. " Sahut Monica yang mengejar keponakan lucu nya.
Bayi perempuan Morgan yang tumbuh dengan sehat dan cantik, bernama Mitzy Dandelion Ricardo.. kini berusia hampir 3 tahun.
Mitzy tanpa ragu berlari memeluk Morgan yang tersenyum gemas merindukan putri kecil nya yang hanya bisa ia temui ketika pagi hari dan malam hari, itupun ketika Mitzy sudah tertidur.
" Lho.. anak daddy belum tidur. " Sahut Morgan dengan segera meletakkan semua yang ia kerjakan dan memeluk penuh kasih sayang putri semata wayangnya.
" Sorry kak, daritadi Mitzy nyari kakak terus. " Kata Monica yang selalu setia membantu dan mengasuh Mitzy.
Kelucuan Mitzy pun mencuri perhatian seisi ruangan yang tadinya fokus pada pekerjaan.
" Its ok, biar nanti Mitzy pulang sama kakak. Kamu istirahat saja. " Kata Morgan dengan aura matang nya sebagai seorang ayah.
Selama 3 tahun ini, Morgan selain fokus untuk mengembalikan kejayaan Group JJ.. ia juga fokus untuk menjaga dan melimpahi Mitzy dengan kasih sayang.
Bagaimana dengan Rosa?? Ibu kandung Mitzy..
Flashback.. (episode 43)
Dokter memanggil Morgan secara pribadi setelah kelahiran Mitzy yang belum saatnya.
" Mengenai bu Rosa, dia tidak bisa bertahan lebih lama. Kondisi nya sangat drop, kami menemukan banyak nya zat kimia dari obat obatan dan juga alkohol yang mempengaruhi kesehatannya selama kehamilan. " Kata Dokter menjelaskan keadaan Rosa.
" Apa maksud anda, tidak bertahan lama?" Tanya Morgan kaget.
__ADS_1
" Pasca operasi, Bu Rosa sempat kehilangan denyut jantung nya selama 2 menit, dan berhasil kembali dengan bantuan alat medis. Setelah menjalani pemeriksaan dan mengeluarkan bayi nya, kami tidak bisa banyak membantu lagi karena keadaannya sudah sangat drop. "
Mendengar penjelasan itu, Morgan pun begitu terkejut dan tidak menyangka bahwa semua perbuatan Rosa begitu membahayakan nyawa.
" Apa tidak ada cara lain untuk menyelamatkannya?? Bagaimana pun juga, dia adalah ibu dari putri ku. " Kata Morgan yang masih memiliki hati nurani, meski sejahat apapun Rosa memperlakukan janin nya dan Morgan selama ini.
" Kami minta maaf pak, kami sudah melakukan yang terbaik. Sebisa mungkin, biarkan bu Rosa terus dekat dengan putri nya saat ini. " Pesan dokter menyiratkan pertanda yang sangat tidak baik.
Morgan pun keluar dari ruangan dokter dengan lesu dan shock, ia masuk ke kamar Rosa dan terlihat wanita itu lemah tidak berdaya di atas ranjang dengan bantuan berbagai alat medis.
" Kenapa? Kenapa kamu memilih jalan hidup seperti ini Rosa.. andai saja kamu bisa mengalahkan ego mu.. sekarang, apa yang bisa kulakukan untuk menolong mu. " Gumam Morgan yang iba dan sedih di samping ranjang Rosa.
Meskipun tidak ada cinta dari awal pernikahan mereka hingga akhir, Morgan berusaha menghargai Rosa sebagai ibu dari putri nya.
Ia terus memberikan perawatan terbaik dan mahal untuk menunjang kondisi Rosa, berharap bisa membaik.. namun tetap sama saja.
Seminggu pasca operasi kelahiran Mitzy, Rosa sempat sadarkan diri dan memeluk anaknya dengan penuh isak tangis penyesalan.
Penyesalan selalu datang terlambat, penyesalan karena keangkuhannya yang menjadikannya sembarang selama mengandung. Kini wajahnya begitu pucat dan tak berdaya.
Sore itu kondisi Rosa yang masih sadarkan diri sudah begitu lemas, namun melihat putri kecil yang ada di dekapannya.. membuatnya menahan rasa sakit itu.
" Maafkan mama.. karena keegoisan ku, kamu harus menanggung nya juga. " Bisik Rosa pada putri kecil nya sambil menangis sesegukan.
Monica yang saat ini berada di sana untuk membantu Morgan menjaga Mitzy ikut iba dan meneteskan air mata. Kebencian Monica kepada Rosa seakan pudar melihat kondisi Rosa yang sudah tidak berdaya.
" Monica.. dimana Sesil? " Tanya Rosa tiba tiba mencari Sesil yang sudah menolong nya.
" Aku.. aku belum sempat berterima kasih dan meminta maaf padanya. " Gumam Rosa merasa bersalah.
Hari berganti dan berita duka pun terdengar.. dimana Rosa tidak dapat lagi bertahan meski dengan bantuan obat dan alat medis termahal sekalipun.
Usia hanya milik Tuhan dan kapan saja bisa kembali kepada Tuhan.
Semua orang berduka, termasuk keluarga Morgan.
Mereka begitu sedih meratapi nasib Rosa yang harus pergi karena sebuah keegoisan dan keangkuhan untuk memiliki apa yang tidak bisa ia miliki.
Para perawat yang mengkremasi Rosa, tiba tiba berjalan menemui Monica yang ada di sudut ruangan.
" Apa benar anda yang bernama Monica?" Tanya perawat itu mencari tahu.
" Benar. " Jawab Monica yang terlihat sedih.
" Semalam sebelum tidak sadarkan diri, bu Rosa menitipkan ini untuk diberikan kepada anda. "
Perawat itu memberikan sebuah surat yang cukup tebal, namun di amplop putih nya tertulis.. " Untuk Sesil. "
__ADS_1
Monica pun memahami bahwa harapan terakhir Rosa yang sempat mencari Sesil adalah menyampaikan sesuatu dalam surat ini.
Walaupun Monica sendiri tidak tahu kapan ia bisa bertemu dengan Sesil lagi, bahkan.. mungkin tidak pernah.
Namun ia tetap menerima dan menyimpan surat itu dengan sangat baik.
Semenjak kepergian Rosa..
Yang Mitzy miliki hanyalah Morgan, ayah nya.
Semua orang terutama keluarga Morgan begitu mencintai Mitzy dan tidak akan membiarkan anak kecil itu kekurangan kasih sayang.
Setelah kepergian Sesil dan meninggalnya Rosa, Morgan selama 3 tahun terakhir ini tidak pernah sekalipun bersama dengan wanita lain.
Saat ini kehidupannya, hanya ia berikan untuk Mitzy dan juga pekerjaan.
Rasa kecewa Morgan terhadap Sesil, masih belum bisa terlupakan.
Morgan yang dulu nya bisa berubah lebih lembut ketika bersama Sesil, kini kembali ke dirinya yang arogan.
Sisi lembut dan hangat Morgan, hanya ia tunjukkan ia berikan kepada anak semata wayangnya yaitu Mitzy.
Di kantor Morgan pk 22.15
Morgan yang bekerja sambil memangku Mitzy yang tertidur menemani nya, akhirnya memutuskan untuk pulang.
Kini, Morgan tidak lagi tinggal di apartmennya. Ia memilih untuk pulang ke rumah orang tuanya demi Mitzy.
Semua kasih sayang dan cinta akan selalu Mitzy rasakan ketika ia berada dalam keluarga Morgan.
Kakek, nenek, tante dan juga Morgan, ayahnya.
Morgan yang sudah sampai di rumah, membaringkan Mitzy di ranjang Morgan.
Dengan penuh kasih sayang Morgan membelai kepala putrinya.
" Kamu sudah pulang ternyata. " Kata ibu Morgan menyadari kepulangan putra nya.
" Hmm.. sebenarnya pekerjaan ku belum selesai, tapi kasihan Mitzy menemaniku hingga larut malam. " Jawab Morgan bapakable.
" Kamu sudah makan nak?? Keadaan perusahaan kan sudah membaik.. kamu jangan memforsir tenaga lagi. " Kata ibu Morgan penuh kasih sayang dan lembut.
" Aku hanya bisa merasa tenang dan tidak memikirkan banyak hal ketika bekerja ma. " Jawab Morgan yang menjadikan pekerjaan sebagai pelampiasannya selama 3 tahun terakhir ini.
" Morgan.. kamu tidak bisa seperti ini terus. Kamu butuh seseorang untuk membantu mu, untuk menjagamu dan juga Mitzy. " Nasehat ibu Morgan yang mengisyaratkan agar Morgan mencari wanita yang bisa dijadikan pasangan.
" Aku tidak butuh ma. Cukup aku dan Mitzy. Aku bisa mengatasinya. Mama jangan khawatir. " Jawab Morgan untuk ke sekian kali nya menolak nasehat ibu nya.
__ADS_1
Meski ia terlihat masih tidak baik baik saja, namun Morgan tetap teguh pada keinginannya untuk hidup sebagai single parent.
Entah karena Morgan trauma menjalin hubungan lagi.. atau.. karena dalam hati Morgan, masih belum beres dengan seorang wanita bernama Sesil.