Love Is On Air With Mr.CEO

Love Is On Air With Mr.CEO
PENOLAKAN MORGAN


__ADS_3

Part 51 " Penolakan Morgan "


Di kamar Morgan..


Dengan sigap Adit membereskan barang barang Morgan ke dalam koper.


" Kenapa kakak jadi seperti itu?? Mitzy sangat menyukai Sesil. Apa kakak sama sekali tidak merindukannya?? " Bentak Monica yang masih terus berusaha menggoyahkan hati kakaknya.


" Hentikan Monica !!! Kenapa kamu membiarkan wanita itu masuk dalam kehidupan Mitzy !!! Cukup aku saja yang kecewa.. jangan sampai wanita itu juga mengecewakan anak ku. " Sahut Morgan emosional membentak adik nya.


Monica pun terdiam melihat kekerasan hati Morgan yang belum bisa menerima Sesil di hadapannya.


" Adit.. jaga Mitzy, jangan biarkan siapapun menemui nya, termasuk Monica. " Perintah Morgan tidak tanggung tanggung di tengah kekesalan nya bertemu Sesil secara mendadak.


Ia tidak pernah menyangka bahwa ia bisa melihat Sesil lagi setelah 3 tahun, terlebih lagi melihat Sesil begitu dekat dan mencuri hati Mitzy.


Morgan merenung sendirian di ruangan


Kerja dalam kamar suite president nya.


Ia yang selama bertahun tahun ini tidak lagi bisa menangis, tiba tiba meneteskan air mata dalam diam nya.


" Dasar wanita jahat. Pergi dan kembali sesuka hati. " Gumam Morgan memendam amarah nya.


Namun jauuuhhh di lubuk hati nya yang paling dalam, terdapat rasa rindu tersendiri kepada wanita yang dia anggap jahat itu.


Keesokan hari nya Morgan, Mitzy dan Adit berencana untuk kembali pulang setelah semua urusan pekerjaan Morgan selesai.


Ketika hendak berjalan ke resepsionis tanpa sengaja aku bertemu dengan Morgan yang sedang menggandeng anak nya.


Langkah ku pun langsung terhenti, aku berusaha untuk segera menghindar namun malah di pertemukan.


Mitzy ya melihatku pun melepaskan tangan nya dari Morgan dan berlari menghampiri ku.


Lagi lagi anak itu menggoyahkan hati ku.


" Mommy.. " Panggil nya memeluk kaki ku.


Ekspresi terkejut pun terpancar dari wajah dingin Morgan yang tidak menyangka akan bertemu dengan ku lagi.


" Mitzy, jangan berlarian. Nanti jatuh. " Kata ku lembut sambil melihat senyuman manis nya.


Dengan tegap dan penuh kharisma, Morgan menghampiri ku.


" Lepaskan dia. " Kata Morgan menjauhkan Mitzy dariku.


" Jangan salah paham. Aku tidak punya maksud apapun pada putri mu. " Sahut ku mencoba menjernihkan suasana.

__ADS_1


" Tidak bermaksud apa apa, tapi kemarin aku mendengar mu menyebut nya.. anak ku." Sindir Morgan yang ternyata mendengar perdebatan ku kemarin di playground.


" Ehm.. itu.. aku tidak sengaja, aku hanya reflek karena marah.. " Jawab ku jadi gugup.


Pertemuan kami setelah 3 tahun lama nya saat ini terasa begitu menegangkan.


"Aku tidak nyaman melihatmu berada di dekat putri ku. Aku tidak ingin.. dia memiliki nasib yang sama dengan ku.. menyayangi mu dengan tulus, tapi dibuang sesuka hati. " Ucap Morgan dengan tatapan penuh rasa kecewa padaku.


Perkataan nya seakan penuh penekanan dengan sengaja diutarakan kepadaku.


" Daddy.. jangan malah. " Ucap Mitzy tiba tiba di tengah pembicaraan kami.


Morgan pun langsung mengangkat tubuh mungil putri nya, namun saat ia hendak berbalik meninggalkan ku.. tangan ku reflek menahan lengannya.


Entah mengapa.. ingin rasanya aku meluruskan kesalah pahaman, dan juga kekecewaan Morgan.


" Tunggu Morgan. " Sahut ku menghentikan langkah nya.


" Aku memang meninggalkan mu waktu itu, tapi percayalah.. itu adalah pilihan tersulit yang kubuat di tengah keadaan yang.. " Belum selesai aku bicara, Morgan menyela perkataan ku.


" Apapun alasan mu.. tidak mengubah kenyataan, bahwa kamu tidak mempercayai ku.. kamu meragukan perjuangan ku untuk bisa bersama dengan mu. " Pungkas Morgan dengan kesimpulan yang selama ini tertanam di dalam hati dan pikiran nya, kesimpulan yang membuatnya kecewa begitu dalam.


Ia pergi meninggalkan ku bahkan tanpa menoleh sedikit pun.


Dan aku seperti berjalan di tempat.. hati ku ingin berlari padanya dengan segala kerinduan tapi tidak bisa.


Air mata ku yang menetes mewakili perasaan ku saat ini.


Hari itu lagi lagi aku terpisah dari Morgan dengan segala kesedihan, but life must go on..


Sebelum kembali ke Kanada, aku memutuskan untuk menghabiskan masa cuti ku pulang mengunjungi keluarga ku.


Entah mengapa setelah tanpa sengaja bertemu dengan Morgan dan Mitzy, aku jadi enggan untuk segera kembali ke Kanada.


Aku menempuh perjalanan pulang selama kurang lebih 5 jam lamanya..


Ketika mama membuka kan pintu rumah untuk ku, ia begitu terkejut dan terharu.


" Sesil !!! " Teriak mama sambil memeluk ku erat.


" Mama... Sesil pulang. " Kata ku melepas rindu sambil memeluk nya.


Mendengar teriakan mama, Arshel yang sebelum nya berada di dalam bersama kak Shelo.. bergegas pergi keluar.


Saat ini keponakan ku tumbuh semakin besar dan pintar, usia nya kini menginjak 8 tahun.


" Aunty... " Teriaknya sambil memeluk ku.

__ADS_1


" Arshel.  ya ampun nak, aunty kangen bangeeettt... " Sahut ku juga memeluk nya.


Menyusul juga kak Shelo yang terkejut dengan kepulangan ku.


Sapaan kami di ambang pintu pun selesai..


Pelayan rumah membantu ku membawa koper ke kamar ku, sedangkan kami berempat berkumpul dan bercengkerama di ruang tengah.


" Gimana kabar kamu?? Kok ga bilang bilang kalau mau pulang.. kalau tahu begitu, tadi kakak jemput. " Kata kak Shelo.


" Sebenarnya ini juga mendadak kak.. setelah ada kerjaan di KL.. aku mengambil cuti dan memutuskan untuk pulang saja. " Jawab ku santai.


" Bagus deh, kami kangen banget sama kamu. Sudah hampir 3 tahun ini kamu sama sekali ga pulang. Kamu.. sudah baik baik saja kan??? " Tanya kak Shelo sedikit ragu, namun aku tahu maksud pertanyaan nya.. apakah hati ku sudah membaik.


" Ehm.. yah.. tentu.. aku baik baik saja. Aku beradaptasi dengan baik, bahkan pekerjaan ku sangat lancar disana. " Jawab ku mencoba menutupi pertemuan ku kembali dengan Morgan.


" Syukurlah nak. Mama ikut senang. Mama mau masak makanan kesukaan mu.. kamu istirahat aja dulu nak. " Kata mama bersemangat.


Saat ini hati dan pikiran ku begitu galau, aku bingung harus menceritakan pertemuan ku dengan Morgan atau tidak.. karena selama ini, aku tidak pernah menutupi apapun dari keluarga terutama kak Shelo.


Malamnya, ketika kami hendak makan malam..


Aku yang sudah mandi dan berpakaian santai, keluar dari kamar dan turun menuju meja makan.


Terlihat kak Arvi yang baru saja pulang dari kantor.


" Kak.. " Panggil ku senang mengejutkannya.


" Lho.. Sesil.. kamu pulang?? " Sahut kak Arvi terkejut.


" Surpriseeee.... " Sahut ku sambil berlari memeluk kakak ipar kesayangan ku.


" Lama ga jumpa, adik ku ini jadi makin cantik aja. " Kata kak Arvi yang masih saja memperlakukan ku yang sudah berusia hampir 30 tahun seperti anak remaja.


" Iya dong.. berkata gaji Osmond yang fantastis, aku jadi bisa perawatan ini itu. " Canda ku membuat seisi rumah tertawa.


" Bagus deh.. kamu di sini yang lama. Bantu kerjaan kakak. Kebetulan asisten ku sedang cuti, jadi kamu bisa bantu kakak. " Kata kak Arvi tiba tiba memanfaatkan aku.


" Tapi aku di sini gak lama kak.. aku cuma cuti beberapa hari. " Protes ku kepadanya.


" Tenang saja.. semua bisa di atur, kamu lupa ya kalau kakak mu ini CEO nya. " Canda kak Arvi membanggakan diri dan membuat kami kembali tertawa bersama.


Kehangatan keluarga sejenak membuat ku melupakan kesedihan ku setelah bertemu dengan Morgan.


Mereka adalah cinta pertama ku, meski aku juga mencintai Morgan.. namun aku tetap memilih keluarga ku..


Entah apa yang akan terjadi pada kisah cintaku yang belum usai.. aku hanya bisa berharap, semua bisa bahagia..

__ADS_1


__ADS_2