
Part 70 " Monica Steve Go Public "
" Selamat malam, kembali bersama saya Sesilia.. Malam ini selama 30 menit ke depan, kami akan menemani anda dengan berbagai berita yang sedang menjadi perbincangan publik.. Berita pertama datang dari Badan Intelijen Negara...... "
Dengan sikap tegak,
Pakaian formal,
Sepatu heels,
Rambut tertata rapi dan riasan tipis di wajah ku..
Aku dengan bahagia kembali ke hadapan jutaan penonton.
Aku tahu bahwa saat ini terasa begitu berbeda karena aku harus memulai kembali dari awal, dan masih ada beberapa publik yang mengingat kisah pahit masa lalu ku di dunia pertelevisian..
But, life must go on..
Steve memberiku kesempatan untuk kembali berkarier dan tidak akan ku sia sia kan..
Semua hal sulit yang kulalui.. akan menjadi pelajaran yang sangat berharga..
Terutama.. membuat ku menjadi lebih kuat dan tangguh menghadapi berbagai cobaan dalam hidup.
30 menit berlalu dengan sangat lancar dan membuahkan pujian dari beberapa staff, termasuk Steve yang hari ini melihat secara live siaran perdana ku..
" Good job Sesil.. emang aku ga salah pilih. " Puji Steve puas dengan kinerja ku malam ini.
" Thankyou Steve.. support kamu, sangat berarti untuk ku." Jawab ku senang.
" Mau langsung pulang?? " Tanya Steve sambil menemani ku berjalan kembali ke ruangan.
" Iya, jadwal ku hari ini sudah selesai. " Kata ku.
" Mau makan malam dulu? aku janjian dengan Monica, makan malam bersama. " Kata Steve mengajak ku.
" Ehmm.. ga deh, aku ga mau jadi obat nyamuk. " Canda ku yang mengetahui hubungan mereka.
" Ya ampun.. nyantai aja, anggap aja merayakan siaran perdana mu. Atau jangan jangan, kamu ada janji ketemu sama Morgan? " Tanya Steve menebak nebak.
" Gak juga sih.. hari ini kami tidak begitu berkomunikasi, sepertinya dia sibuk. " Jawab ku.
" Ya udah.. ikut aku dan Monica aja. Dia udah perjalanan kesini. " Kata Steve sambil menarik tangan ku ke lobby.
__ADS_1
Di suatu sudut di depan kantor, mobil Morgan diam diam sudah terparkir disana beberapa menit yang lalu.
Morgan berencana ingin mengejutkan kekasih nya dengan kedatangan nya yang tanpa kabar.
Namun situasi berbalik, saat ini.. Morgan yang lebih terkejut karena melihat Steve dan Sesil bersama..
Mereka bahkan terlihat akrab dan sesekali terlihat melempar candaan yang merekahkan senyuman satu sama lain.
" Kurang ajar.. Jadi ini.. alasan cowok itu bantu Sesil untuk siaran lagi. " Gerutu Morgan cemburu buta.
Ia pun bergegas turun dari mobil dengan emosi dan menghampiri mereka berdua.
Morgan bahkan melonggarkan dasi, seakan siap untuk memberi pelajaran pada Steve.
" Morgan??? " Sahut ku terkejut melihat kedatangan nya di tengah perbincangan ku.
" Seharusnya aku tahu dari awal.. kalau lelaki ini sengaja merekrut mu kembali supaya bisa dekat dengan mu. " Gumam Morgan yang tiba tiba datang dan emosi.
" Morgan.. sepertinya kamu salah paham.. " Kata Steve yang menyadari ekspresi Morgan.
" Salah paham?? Lalu untuk apa seorang CEO menunggu pegawai nya sampai malam begini. " Sahut Morgan curiga.
" Bukan begitu Morgan.. Steve memang menemani ku siaran hari ini.. tapi kami tidak seperti yang kamu pikirkan.. Come on, jangan kekanak kanakan. " Sahut ku mencoba meluruskan namun siapa sangka malah membuat nya semakin curiga.
" Sialan.. " Umpat Morgan yang jadi makin emosi dan mencengkeram kemeja Steve.
" Kak Morgan. Stop !!! " Teriak Monica dengan sigap membantu ku melerai mereka.
" Lho.. ngapain kamu kesini? " Tanya Morgan yang heran dengan kehadiran adik nya.
" Kakak kenapa sih? Mau main kekerasan begini. " Kata Monica kesal.
" Its ok. Cuma salah paham aja. Yang jelas aku tegaskan, aku dan Sesil hanya teman. Tidak lebih. " Kata Steve menjelaskan.
" Iya Morgan. Jangan khawatir, ga ada apapun di antara kami. " Tambah ku.
Monica pun akhirnya memahami situasi ini dan terdiam sejenak. Ia menghela nafas panjang dan tiba tiba meraih tangan Steve.
" Hmm.. kak.. sebenarnya, aku kesini untuk bertemu dengan Steve. Kekasih ku. " Sahut Monica go public setelah 1 tahun menutupinya.
" Apa???? " Sahut Morgan sangat terkejut.
" Maaf kak.. selama ini aku diam diam pacaran sama Steve.. karena aku tahu, kakak kurang akur dengan nya. " Lanjut Monica menjelaskan dengan berani.
__ADS_1
" Kamu serius?? " Tanya Morgan memastikan.
" Tentu aja serius. Maka nya jangan khawatir, aku dan Sesil tidak ada hubungan apapun. Aku.. mencintai Monica. Mohon restui hubungan kami. " Kata Steve sopan di depan calon kakak ipar nya.
" Kalian.. waahh.. kalian benar benar.. " Morgan pun gelagapam karena saking terkejut nya dan merasa dibodohi.
" Oke.. stop, sekarang udah ga ada salah paham lagi ya. Kita makan malam aja berempat, double date. " Sahut ku mencoba mengalihkan topik pembicaraan.
" Setuju. Ayo kak. " Sahut Monica sambil memberi ku kedipan mata dan aku mengetahui maksud Monica, ia ingin aku menenangkan dan memberi pengertian kepada kakak nya.
Kami pun masuk ke mobil masing masing. Saat ini aku hanya berdua dengan Morgan dan kuputuskan untuk mengambil alih kemudi.
Morgan pun tampak muram dan sangat terlihat jelas bahwa ia kesal.
" Sudah.. jangan ngambek terus. " Gumam ku memecah keheningan.
" Kenapa harus Steve sih.. kayak ga ada lelaki lain aja. " Kata Morgan.
" Ya nama nya cinta, mau gimana.. lagian Steve kan juga orang baik. Bukan orang asal asalan yang ga jelas. " Jawab ku.
" Oh.. jadi kamu sekarang belain Steve. " Sindir Morgan sensitif membuat ku tertawa lucu.
" Kamu sensi banget sih.. Morgan, sekarang ini Monica di usia yang sudah dewasa.. dia bisa memilih siapa yang dia cintai.. dan kita hanya bisa mendukung dan mendoakan, selama tidak asal pilih. " Nasehat bijak ku membuat Morgan terdiam.
" Nah.. sekarang kita umpama kan berada di posisi mereka.. kita saling melengkapi, saling mencintai.. apa kamu akan melepaskan aku?? " Tanya ku mencoba membuka pikiran Morgan.
" Gak akan. " Jawab Morgan tegas tanpa pikir panjang.
" Hmm.. so, apa lagi yang bikin kamu ga setuju.. kamu bisa lihat betapa bahagia nya Monica bersama Steve. " Lanjut ku.
" Ya.. awas aja kalau dia berani nyakitin Monica. Sampe ujung dunia pasti ku kejar. " Gumam Morgan sebagai seorang kakak sejati.
" Oke.. sekarang jangan emosi lagi ya sayang. " Kata ku lembut sambil memegang tangan Morgan.
" Sorry ya.. hari ini aku childish banget. " Kata Morgan mulai merenungi perbuatan nya.
" Hahahaha.. lucu juga sih.. nanti aku cerita ke Mitzy aahhh.. Daddy versi usia 5 tahun. " Canda ku mengembalikan senyuman Morgan.
Hari ini pun berakhir dengan damai, kami berempat makan malam bersama dengan suasana baru.
Monica dan Steve pun tidak perlu ragu lagi untuk memperlihatkan kisah cinta mereka..
Yaahh meskipun Morgan masih bersikap dingin.. tapi setidak nya, ia tidak melarang Monica.
__ADS_1