Love Is On Air With Mr.CEO

Love Is On Air With Mr.CEO
TERTOLAK


__ADS_3

Part 67 " Tertolak "


Morgan berlari ke penthouse nya secepat yang ia bisa setelah mendapat kabar dari bu Asih.


Ia meninggalkan semua pekerjaan penting nya dan pulang menemui putri semata wayang nya yang sedari pagi menangis dan tidak mau makan setelah berpisah dengan Sesil.


" Mitzy.. " Panggil Morgan dengan nafas yang terengah engah masuk ke dalam rumah dan melihat Mitzy yang masih merengek di pelukan bu Asih.


" Tuan.. anda sudah pulang. Maaf, saya harus mengabari anda mendadak. " Kata bu Asih sopan.


" Tidak apa. Terima kasih bu. " Jawab Morgan sambil mendekat dan menggendong Mitzy.


" Daddy.. hiks hiks hiks.. mommy diculik. " Gumam Mitzy dalam tangisan polos nya.


" Jangan nangis sayang.. mommy ga di culik, mommy cuma pulang ke rumah mama nya sebentar. " Kata Morgan mencoba menenangkan Mitzy.


" Mama nya mommy? " Tanya Mitzy tidak mengerti.


" Ehm.. iya, oma.. mommy lagi main ke rumah oma. " Sahut Morgan mempermudah.


" Tapi Mitzy mau ikut. " Sahut Mitzy tetap saja tidak ingin jauh dari Sesil, dan terus merengek.


" Ya, nanti kita ketemu mommy.. tapi Mitzy harus makan dulu.. kalau Mitzy ga makan, mommy sedih. " Kata Morgan mengelabui Mitzy.


Perkataan dan kasih sayang Morgan cukup mampu membuat Mitzy berhenti menangis dan menuruti nya.


" Makan sama daddy ya. Anak pintar. " Sahut Morgan sambil menghapus air mata putri kesayangan nya.


Ia menaruh Mitzy di kursi makan, kemudian melepas jas nya dan menggulung kedua lengan kemeja nya untuk membuatkan sesuatu yang spesial untuk Mitzy.


Morgan terlihat kembali seperti ayah teladan yang mampu merawat anak nya seorang diri dengan penuh kharisma dan kesabaran, meskipun dalam hati nya juga galau karena mengkhawatirkan Sesil..


Namun sebisa mungkin ia tidak ingin menunjukkan nya kepada Mitzy yang sangat sedih saat ini.


Setelah berhasil menenangkan Mitzy, Morgan masuk ke ruang kerja nya dan berkali kali mencoba menghubungi ponsel Sesil namun tidak aktif.

__ADS_1


Ia pun dalam sekejap mengambil inisiatif untuk pergi ke rumah Sesil dan menghubungi Monica untuk menemani Mitzy sementara ini.


Morgan bergegas menuju mobil yang sudah di persiapkan pegawai nya dengan kemeja kerja yang masih sama dan kedua lengan tergulung.


Ia bahkan tidak bisa berpikir jernih untuk merapikan diri nya sendiri karena rasa khawatir yang di tahan dalam hati nya.


Mobil Morgan melaju dengan kecepatan 100km/jam, dan mengusahakan untuk tetap fokus berkendara dengan aman.


Sesaat kemudian, hari semakin gelap dan Morgan sampai ke rumah yang di tinggali Sesil saat ini, yaitu rumah Arvi dan Shelo berada.


Baru saja ia memarkir dan turun dari mobil nya dalam halaman depan rumah Arvi yang megah, terlihat di setiap sudut rumah terdapat pengawal Arvi.


Salah seorang security menyampaikan ke dalam rumah tentang kehadiran Morgan yang sama sekali tidak terlihat gentar.


Beberapa saat kemudian, Arvi keluar menemui Morgan dengan tampang yang emosional.


" Brengs*k. " Gumam Arvi sambil mencengkeram kerah kemeja Morgan.


Dua lelaki tampan yang berkharisma serta bertubuh proporsional ini saling berhadapan sengit.


" Buat apa kesini? Belum cukup, kamu mengganggu adik ku hah.. " Sahut Arvi yang mendendam pada Morgan.


" Tentu saja aku kesini untuk menemui kekasih ku. Sesil. " Jawab Morgan dengan santai tanpa rasa takut.


BUKK


Sebuah pukulan tak terkendali mendarat ke wajah tampan Morgan, hingga memar.


" Arvi, Stop.. jangan memperkeruh keadaan. " Kata Shelo menengahi mereka.


Sedikit pun Morgan tidak membalas dengan kekerasan, ia menahan diri nya demi hubungan yang sudah dengan susah payah ia bangun bersama Sesil.


" Dia harus diberi pelajaran.. 3 tahun aku membiarkan dia begitu saja menghancurkan hidup Sesil. " Jawab Arvi.


" Bersikaplah dewasa Arvi. Bagaimana pun juga lelaki ini.. berharga untuk Sesil. " Kata Shelo yang baik hati.

__ADS_1


" Kita bicara di dalam. " Sahut Shelo mempersilahkan Morgan masuk ke dalam rumah.


Ketika Morgan melangkahkan kaki nya ke dalam rumah, ia langsung di sambut dengan tidak menyenangkan oleh mama Sesil.


Bahkan sebuah tamparan mendarat di wajah Morgan, begitu menyakitkan nasib Morgan Morgan hari ini.


" Buat apa kamu kesini? Kamu mau mengambil anak saya lagi??? " Sahut mama yang tidak bisa menahan emosi.


" Please ma.. kenapa semua jadi emosional begini.. " Kata Shelo yang mulai frustasi dengan keadaan.


" Tante.. maaf saya mengganggu.. Saya ingin menjelaskan semua nya.. Semua ini salah saya.. " Kata Morgan dengan sopan dan tulus.


" Kalau kamu tahu ini semua salah mu, kenapa masih mengganggu anak saya.. Apakah kamu sama sekali tidak merasa kasihan pada Sesil setelah semua yang dia lalui. " Bentak mama yang sangat sensitif hari ini.


" Saya.. tidak bisa melepaskan Sesil.. saya sangat mencintai nya.. " Gumam Morgan dengan segala ketulusan hati yang terpancar di kedua mata nya yang menggenang.


Bahkan Shelo pun ikut sedih melihat nya, Arvi yang awalnya emosi.. lambat laun merasakab ketulusan itu dan memahami betul perasaan Morgan. (Karena Arvi juga pernah berada di posisi yang sama, baca My Accident Destiny 1)


" Saya begitu menyulitkan Sesil, saya menyadari itu.. Selama 3 tahun saya berusaha untuk melupakan Sesil tapi tidak pernah berhasil... " Lanjut Morgan dengan suara kian sendu.


" Saya tahu.. saya tidak pantas untuk meminta Sesil berada di samping saya, akan tetapi.. saya tidak bisa membohongi perasaan saya terhadap Sesil. " Pungkas Morgan dengan jujur.


" Semua orang tua di dunia ini, selalu menginginkan kebahagiaan anak anak nya.. begitu juga tante.. Dan tidak akan semudah itu tante mempercayakan Sesil padamu, setelah semua yang dia lalui. " Jawab mama tetap kokoh pada pendirian nya untuk menolak Morgan.


" Morgan.. aku tahu bagaimana rasa nya menderita karena cinta.. karena itu, biarkan Sesil kembali pada kehidupan nya.. dan kamu kembali pads kehidupan mu.. terlebih lagi, ada seorang anak yang butuh perhatian mu sepenuhnya. " Sahut Shelo menolak dengan halus, mencegah agar adik nya tidak terluka lagi.


Morgan pun hanya tertunduk diam dan lesu, ia bahkan tidak bisa melihat Sesil saat ini.


Ia merasa sakit dan juga berat atas kenyataan ini, sekali lagi.. ketegasan keluarga Sesil membuat hubungan mereka terpisah untuk kedua kali nya.


" Pergilah Morgan.. tidak ada yang perlu dibicarakan lagi.. Sesil akan segera kembali ke kehidupan nya di Kanada. " Sahut mama Sesil memutuskan secara sepihak.


Bahkan Shelo dan Arvi pun terkejut dengan keputusan mama yang mendadak secepat ini.


" Saya mohon tante.. berikan saya kesempatan untuk menjaga Sesil, saya tidak akan membuatnya terluka lagi.. " Ucap Morgan memohon dengan putus asa.

__ADS_1


Namun mama Sesil memalingkan wajah nya dan pergi meninggalkan Morgan begitu saja.


__ADS_2