
Part 66 " Ketahuan "
Pagi hari yang cerah membuatku dan Mitzy semangat menikmati udara segar dengan berjalan jalan di sekitar penthouse Morgan ditemani oleh bu Asih yang membantu membawakan beberapa makanan ringan untuk Mitzy.
" Mitzy, lihat bunga nya cantik. " Kata ku dengan suasana hati yang begitu bahagia, karena setiap hari bisa melihat tumbuh kembang Mitzy yang semakin cantik dan pintar.
" Mitzy boleh bawa pulang? " Tanya nya dengan polos.
" Eits.. kita tidak boleh asal memetik bunga yang tumbuh di jalan seperti ini. Kasihan.. nanti bunga nya nangis kalau pisah sama keluarga nya. " Jawab ku mengelabui Mitzy.
" Boleh pegang aja ya. " Gumam Mitzy menuruti perkataan ku.
" Anak pintar. " Kata ku bangga sambil membelai kepala Mitzy.
Di tengah tengah kehangatan suasana kami berdua yang sedang menikmati alam sekitar bersama beberapa penghuni lain.
Seseorang datang dan menarik lengan ku dengan cepat, serta sebuah tamparan keras mendarat di pipi kanan ku.
PLAAKKKK
Begitu terkejut nya aku ketika untuk pertama kali nya melihat mama yang begitu sabar selama ini, menamparku.
" Mama??? " Sahut ku terkejut setengah mati mengetahui keberadaan mama, di ikuti kak Shelo serta kak Arvi dan para pengawal berjas hitam di belakang nya.
Mitzy pun sampai ketakutan dan bersembunyi di belakang ku, tak lupa bu Asih juga mencoba menenangkan Mitzy.
" Kamu keterlaluan Sesil !!!! Bisa bisa nya kamu selama ini membohongi mama. " Bentak mama sangat marah setelah mengetahui keberadaan ku.
" Ma.. tenang ma.. biar aku aja yang selesaikan. " Sela kak Shelo mencoba meredam kemarahan mama.
__ADS_1
" Jangan bela adik mu !!! Dia benar benar keterlaluan. Mama begitu mempercayai mu, tapi.. bisa bisa nya kamu.. " Teriak mama marah dan menangis.
" Maafkan aku ma.. aku bisa jelaskan semuanya.. " Jawab ku yang sangat sedih karena membuat mama menangis.
" Sesil.. ikut pulang.. sekarang.. " Kata kak Arvi tegas.
" Tapi kak.. "
" Jangan membantah.. kita bicarakan semua di rumah. " Sahut kak Shelo ikut tegas.
" Mommy..... ikut... " Tiba tiba Mitzy memeluk ku, seakan tidak ingin membiarkan aku pergi.
" Mommy??? Kamu.. diam diam.. apa ini Sesil??? " Begitu terkejut nya semua orang mendengar Mitzy memanggilku mommy.
" Tenang ma.. kak.. jangan salah paham dulu. " Aku pun jadi blank harus menjelaskan mulai dari mana.
" PULANG !!! " Teriak mama sekeras yang ia bisa, sambil menarik ku menjauh dari Mitzy.
Tangan ku terus di tarik oleh mama sampai masuk ke dalam mobil, di ikuti para pengawal.
" Mommyyyy...... Mommyyyyy........ " Teriak Mitzy sambil menangis sesegukan, bahkan aku masih bisa mendengar suara nya walau berada di dalam mobil yang sudah tertutup.
Di sepanjang perjalanan pulang aku menangisi keadaan dan mengkhawatirkan Mitzy yang begitu saja kutinggalkan tanpa penjelasan.
Aku duduk di samping mama, yang menggenggam tangan ku dengan erat.. seakan tidak memberi ku kesempatan untuk lepas darinya.
Beberapa jam perjalanan, kami sampai di rumah kak Shelo dan mereka pun mulai mengintimidasi ku.
" Sesil.. kenapa kamu merahasiakan semua ini?? kamu tahu gak.. kami semua khawatir.. " Sahut kak Arvi yang ternyata selama ini menempatkan seseorang untuk mengawasi ku selama belum kembali ke Kanada.
__ADS_1
" Ini semua terjadi begitu saja kak.. aku dan Morgan, bertemu kembali.. " Jawab ku sedih.
" Oh.. jadi ini alasan kamu tidak mau kembali ke Kanada dan membohongi mama????!! " Sela mama emosional lagi.
" Tenang ma.. kita bicarakan baik baik.. ingat kesehatan mama. " Kata kak Shelo menjadi penengah.
" Sesil.. kamu tahu kan, selama ini kami menjauhkan mu dari Morgan.. karena kamu cukup menderita semenjak berhubungan dengan nya.. lalu, sekarang.. kenapa kamu bisa bersama nya lagi?? Dan anak itu.. dia.. " Lanjut kak Shelo penasaran.
" Dia adalah Mitzy.. anak Morgan dan Rosa.. namun, seminggu setelah ia lahir.. Rosa meninggal kak. " Jawab ku mulai bercerita dan mengejutkan seisi rumah.
" Apa??? Meninggal? " Sahut kak Shelo simpati.
" Mama tidak peduli.. bukan berarti, karena istri Morgan sudah meninggal.. kamu bisa se enak nya saja Sesil. Ingat, siapa lelaki yang membuat mu menderita.. siapa lelaki yang menghancurkan karier mu.. Selama ini mama diam, karena mama percaya sama kamu.. " Ungkap mama yang masih emosi.
" Aku sudah berusaha ma. Sangat berusaha. " Jawab ku dengan nada cukup memberontak.
" Aku memutuskan untuk meninggalkan dia, demi keluarga. Setelah 3 tahun aku hidup dengan rasa yang hambar, kami bertemu kembali secara tidak terduga.. dan Mitzy, aku begitu menyayangi Mitzy.. Rosa memberi ku wasiat sebelum meninggal untuk merawat anak itu.. " Ungkap ku jujur dengan berani.
" Ya tapi bukan berarti.. semua itu jadi tanggung jawab mu.. " Sahut mama lagi.
" Aku masih mencintai Morgan. " Jawab ku semakin mengungkapkan apa yang kutahan selama 3 tahun ini dan membuat semua terdiam.
Kak Arvi dan juga kak Shelo bahkan tidak bisa menanggapi jawaban ku yang terlanjur mencintai Morgan, karena mereka berdua sendiri tahu bagaimana rasa nya jatuh cinta dan melalui lika liku percintaan itu.
" Jangan pernah berpikir untuk keluar dari rumah. " Perintah mama dengan nada datar namun tegas, kemudian pergi meninggalkan ku.
Kini hanya tersisa kami bertiga.
Aku yang menangis dan tidak tahu harus berbuat apa, mendapat pelukan dari kak Shelo yang sebenarnya memahami perasaan ku, namun ia juga ingin melindungi ku.
__ADS_1
Tidak ingin melihatku terluka lagi.