
Part 60 " Prepare bday party"
" Huaahhhmmm... " Pagi ini aku bangun dengan tubuh yang terasa bugar. Namun sejenak aku menyadari sesuatu.
" Lhoh.. seingatku kemarin malam aku ketiduran di meja makan.. kenapa aku disini.. " Gumam ku heran mendapati diri ku bangun di atas ranjang dalam kamarku.
Padahal dengan jelas ingatan ku menggambarkan bahwa kemarin malam, saat aku membuat makanan untuk Morgan tanpa sengaja aku tertidur karena rasa kantuk yang tak tertahan.
Tanpa pikir panjang, aku keluar dari kamar.. tampak Mitzy sedang sarapan ditemani oleh bu Asih.
" Selamat pagi Nyonya. " Sapa bu Asih.
" Pagi bu.. ehm.. itu.. " Aku ingin bertanya tapi ragu, karena aku yakin bahwa semalam bu Asih sudah tidur lebih dulu.
" Silahkan duduk, saya tuangkan kopi untuk anda. Atau mau yang lain? " Tanya bu Asih melayani ku.
" Tidak perlu.. aku mau mandi dulu saja. " Jawab ku dengan segera kembali masuk ke kamar dan mengambil ponsel ku.
Aku mencari kontak nama Morgan, antara ya atau tidak..
Aku mulai mengetik.. kemudian menghapus nya..
Mengetik lagi.. kemudian menghapusnya..
Hingga tanpa sengaja sebuah titik terkirim kepada Morgan.. dan dalam sekejap terbaca oleh lelaki itu..
S : .
M : ?
S : Sorry, kepencet.
S : btw Morgan, apa semalam kamu membantu ku masuk ke kamar?
M : Gak
S : Tapi seingatku.. aku tidur di meja makan.
M : Kamu ngigau, jalan sendiri masuk kamar mungkin.
S : Benarkah.. kamu yakin?
M : Sangat yakin.
Membaca jawaban Morgan yang tampak meyakinkan, aku pun mencoba percaya meskipun dalam track record hidup ku.. aku tidak pernah berjalan dalam tidur.
Morgan masih menempuh perjalanan ke kantor.
Ia terlihat tersenyum sendiri di bangku belakang sambil terus melihat ke layar ponsel nya. Cerita di balik berpindahnya Sesil ke ranjang, tentu saja adalah perbuatan Morgan yang diam diam menggendong nya semalam.
" Waah.. lagi good mood ya pak.. " Sahut Adit mulai menggoda.
" Ehem.. ga, biasa aja. " Seketika ekspresi Morgan kembali dingin.
__ADS_1
" Hari ini jadwal anda hanya sampai jam 11 saja. Besok ultah Mitzy, jadi saya tidak menjadwalkan banyak pekerjaan. " Kata Adit mengingatkan.
" Iya, saya ingat kok. " Kata Morgan.
Di penthouse Morgan
Aku selesai mandi dan sarapan, sesekali aku juga bermain bersama Mitzy.
Di tengah tengah hari ku yang hari ini banyak freetime, bu Asih datang mendekat padaku sambil membawa box yang cukup besar dari sebuah boutiqe.
" Nyonya.. pesanan gaun anda dan Nona Mitzy sudah datang. "
Mendengar itu, aku pun teringat bahwa besok adalah hari ultah Mitzy.
Karena aku hanya membantu saat fitting gaun 2 minggu lalu, dan sisa nya sudah disiapkan oleh Monica.. membuat ku lupa.
" Ye ye yeee.... " Lonjak Mitzy senang melihat gaun nya sudah datang.
Tak lama kemudian, party planner yang akan mendekor halaman apartmen datang menemui ku.
" Kami dari Private party planner pesanan bu Monica. Kami meminta ijin untuk mulai mendekor hari ini. " Kata salah seorang oetugas dekor kepadaku.
" Ah iya.. silahkan.. " Kata ku mempersilahkan mereka yang sudah mengkonsep semua sesuai permintaan Monica.
Sedangkan aku sedikit tergesa gesa karena aku belum sempat membeli hadiah untuk Mitzy.
Aku segera masuk dan mengambil tas ku di dalam kamar.
" Mitzy.. bu Asih.. aku keluar sebentar ya. " Pamit ku namun Mitzy menghentikan ku sejenak.
" Ehm... mommy mau beli sesuatu. Mitzy tunggu di rumah sebentar sama bu Asih ya. " Kata ku menjelaskan pada nya dan mencium pipi nya.
" Cepat pulang mommy. " Kata Mitzy sambil melambaikan tangan kepadaku.
Melihat kedekatan kami bak seorang anak dan ibu, membuat bu Asih tersenyum bahagia.
Aku pun bergegas turun ke lobby, aku hendak mengemudikan mobil ku sendiri.
Namun ketika melihat ku, staff apartmen mencegah ku.
" Tunggu bu. " Kata nya mengejarku.
" Hah? Kenapa ya? " Tanya ku bingung.
" Anda ingin keluar? Kenapa tidak konfirmasi lebih dulu.. kami akan siapkan mobil nya. " Katanya membuat ku heran.
" Aku bawa mobil sendiri kok, jangan khawatir. "
" Maaf bu, tapi kami hanya menjalankan tugas dari pak Morgan. Anda harus ditemani oleh pengawal. " Sahut staff itu sambil memberikan kode kepada salah satu lelaki berjas hitam yang standby di lobby apartmen.
" Oh.. begitu ya.. aku baru tahu.. " Gumam ku yang terkejut dengan perhatian Morgan yang tampak angkuh itu.
Setelah menunggu sebentar, mobil pun datang menjemput ku dan mengantarku kemana punĀ aku pergi.
__ADS_1
" Maaf nyonya jika membuat tidak nyaman. Namun kami hanya menjalankan perintah. " Sahut pengawal yang duduk di bangku driver.
" Hahaha.. its ok, aku akan membiasakan diri sementara ini. " Jawab ku tersenyum getir.
' Dasar Morgan, kalau di depan ku jutek.. tapi kalau di belakang ku baik. ' Kata hati ku yang pusing karena sikap Morgan.
Tiba di sebuah mall terbesar di pusat ibu kota..
Hari ini aku mengajak Nindi untuk menemani ku membeli hadiah.
" Sorry Nin, jadi ngrepotin. " Sahut ku tidak enak hati meminta bantuan Nindi di tengah hari kerja nya.
" Nyantai aja, siaran ku udah selesai kok. " Jawab Nindi santai dan kami pun mulai menelusuri setiap stand mall diikuti oleh pengawal Morgan.
" Si ibu negara.. sekarang mesti di buntutin begini ya. " Bisik Nindi sambil memilah milah pakaian bersama ku.
" Kerjaan nya si Morgan, siapa lagi.. aku juga baru tahu. " Jawab ku.
" Hmm.. segitu sayang nyaa.. " Canda Nindi menggoda ku.
Kami terus berjalan jalan, namun masih belum menetapkan pilihan untuk membeli hadiah apa.
" Duuhh.. bingung.. " Gerutu ku yang mulai lelah.
" Sebenarnya, kado Mitzy sudah ada di depan mata. " Sahut Nindi tiba tiba.
" Apa?? "
" Its you, Sesil. " Kata Nindi mengarahkan tangan nya kepadaku.
" Aku?? "
" Yes. Sosok ibu yang ada di samping nya. " Jawab Nindi.
Entah mengapa pernyataan Nindi menyentuh hati ku.
" Hmmm... sampai kapan pun, ibu nya adalah Rosa. " Jawab ku tidak ingin merebut posisi Rosa.
" Ya aku tahu, ibu yang melahirkannya adalah Rosa.. tapi ibu yang saat ini dia butuhkan adalah Sesilia. " Kata Nindi lagi lagi menbuatku terenyuh.
Dan kami pun melanjutkan pencarian kami, hingga aku memutuskan untuk membeli sebuah aksesoris berupa ikat rambut untuk Mitzy.
Ikat rambut yang begitu manis bertahtakan hiasan emas putih di atasnya. Kedua mata ku sungguh terpikat dibuatnya.
" Sekarang sedang trend ikat rambut seperti ini bu. Sangat manis untuk putri anda. " Kata pelayan toko yang melayani ku.
" Bagus.. Mitzy pasti suka. " Gumam ku yang terpikat.
" Ya udah beli ini aja, cantik kok. Aku jadi mau beli juga buat yang dewasa. " Gumam Nindi.
" Oke saya ambil ini ya. " Dan aku pun akhirnya membuat keputusan setelah terpesona melihat ikat rambut itu.
Walau kecil tapi begitu cantik berhiaskan emas putih, dan membuat harga nya di kisaran juta.
__ADS_1
Pelayan toko membungkus nya dengan rapi dalam kotak dan menghiasi nya dengan pita di luarnya.