Love Is On Air With Mr.CEO

Love Is On Air With Mr.CEO
REUNIAN


__ADS_3

Part 52 " Reunian "


Pagi ini aku berkendara untuk melepas rindu bertemu dengan sahabatku, Nindi.


Aku berencana mengajak nya hangout, namun karena dia masih ada siaran.. jadi dia memintaku untuk menjemputnya di kantor..


Serasa nostalgia dan banyak sekali ingatan yang masih tergambar jelas di benak ku ketika aku sampao di depan perusahaan yang dulu menjadi tempat ku berkarier selama 5 tahun sebagai news anchor..


Banyak kenangan yang indah, tetapi juga banyak kenangan yang buruk setelah aku terlibat dengan Morgan..


Tidak banyak yang berubah dengan tempat itu..


Aku memarkir mobil ku dan menunggu di lobby, entah mengapa rasa percaya diri ku belum kembali sepenuhnya.


Aku hari ini yang memakai pakaian kasual, celana jeans dan kaos putih duduk di lobby kantor sambil menundukkan kepala dilengkapi sebuah topi hitam di kepala ku.


Kejadian dimana aku menjadi pusat perhatian dan juga di hujat banyak orang begitu jelas di ingatanku.


Ketika aku berdiam sendirian, tiba tiba seseorang muncul dari belakang dan membuka topi ku.


" Sesil.. " Sapa Steve yang ternyata mengetahui kedatangan ku.


Dia semakin terlihat tampan dan berwibawa setelah 3 tahun tidak bertemu.


" Steve.. " Kata ku mengambil dan memakai kembali topi ku.


" Kenapa kamu nunggu disini.. masuk aja. " Kata Steve ramah.


" Its ok, aku tunggu Nindi disini aja. " Kata ku yang tidak percaya diri.


" Come on. Semua kan udah clear, jangan takut. Gak ada lagi pemberitaan negatif, semua sudah selesai 3 tahun lalu. " Sahut Steve baik hati.


Percakapan kami pun tentu mengundang perhatian beberapa staf yang lalu lalang disana, dan beberapa terkejut melihat ku.


" Entah mengapa, aku jadi seperti ini. Hahaha. Aku kehilangan rasa percaya diri ku. " Jawab ku mencoba santai.


" Takut dan bersembunyi lah jika memang kamu salah.. tapi semua orang disini sudah tahu bahwa kami tidak bersalah, kamu bukan wanita seperti itu. Jadi kembalikan diri mu yang dulu. " Sahut Steve yang semakin dewasa sambil menepuk bahu ku dan membuat ku terharu.


" Ayo. " Ajak Steve.


Aku pun mengikuti nya, dan melihat sekeliling lagi ke setiap ruangan yang kami lewati.


" Tidak banyak yang berubah. " Gumam ku senang.


" Ada 1 yang paling berubah. " Sahut Steve dengan santai nya.


" Apa?" Jawabku penasaran.


" Kami kehilangan seorang news anchor andalan kami. " Sindir Steve tertuju padaku.


Sontak perkataan Steve membuat ku rindu dengan pekerjaan lama ku sebagai news anchor.


Karier ku yang harus jadi korban ketika semua kerumitan kisah cinta ku muncul.


Aku sampai di meja kerja ku yang sampai saat ini masih kosong dan terlihat masih lengkap dengan peralatan kerja yang dulu kupakai.


" Kenapa masih kosong?? " Tanya ku penasaran.


" Ehm.. karena aku berharap suatu saat, news anchor andalan kami akan kembali. " Sahut Steve mengisyaratkan, bahwa dia memberi ku kesempatan jika ingin berkarier kembali.


Di sela sela perbincangan kami, terlihat Nindi yang selesai siaran berlari menghampiri ku dan tanpa basa basi memeluk ku.


" Sesiiiillll...... " Teriak Nindi begitu kencang hingga menjadi pusat perhatian.


" Nindiii... kangen banget. " Sahut ku membalas pelukannya.


Steve yang melihat kami pun tertawa lucu..


" Nikmati waktu kalian. " Kata Steve memberi ruang untuk kami saling melepas rindu.


" Aku udah selesai, aku juga minta ijin kerja setengah hari. Tunggu ya, aku ambil tas dulu. " Kata Nindi yang sudah tidak sabar ingin hangout bersama.

__ADS_1


Hari ini.. akan menjadi hari yang menyenangkan untuk ku, aku ingin melakukan semua hal bersama dengan Nindi.


Dimulao dari makan bersama yang dipenuhi canda tawa.


Banyak sekali cerita yang tersimpan selama 3 tahun kami tidak bertemu.


" Hahahaha.. dasar, ga berubah. "


Sesekali kami saling melempar ejekan, sesekali kami saling menggoda.


Usia mungkin boleh bertambah, tapi keseruan kami masih tetap sama seperti anak remaja.


Selesai makan, kami pergi shopping bersama..


Membeli pakaian, sepatu bahkan tas sambil saling memberi pendapat.. begitu menyenangkan..


Baby, I don't need dollar bills to have fun tonight


(I love cheap thrills)


Baby, I don't need dollar bills to have fun tonight


(I love cheap thrills)


But I don't need no money


As long as I can feel the beat


I don't need no money


As long as I keep dancing ~


Menari menyanyi dengan alunan musik yang keras... kami berpindah kesenangan selama beberapa jam di ruang karaoke..



Put your hands all up on me


Tired of hearing sorry


Kiss and make, kiss, kiss and make up


'Cause all I want is you up on me


Tired of hearing sorry


Kiss and make, kiss, kiss and make up


Kiss, kiss and make up


Kiss and make, kiss, kiss and make up


Kiss, kiss and make up


Kiss and make, kiss, kiss and make up ~~~~~



Aku dan Nindi melampiaskan segala kepenatan melalui berbagai macam lagu, sampai ruangan ber AC membuat kami tetap berkeringat.



Selesai karaoke bersama, malam pun tanpa terasa menyambut.



Setelah menghabiskan suara karena kesenangan yang tidak terkendali.. rasa haus begitu menyiksa kami..



Namun aku dan Nindi memutuskan untuk menghilangkan haus dengan alkohol..

__ADS_1


Sebagai penutup acara kami hari ini..



Nindi mengajak ku ke sebuah bar yang tampak tidak ramai, tempat kami sesekali minum bersama semasa belum mengalami kerumitan hidup.



Tegukan demi tegukan terus membasahi tenggorokan kami.


Meski kepala mulai pusing karena pengaruh alkohol, tentu tidak membuat kami berhenti dan menyia nyiakan waktu.



Di bawah pengaruh alkohol, aku yang tadi nya semangat dan ceria.. tiba tiba terlihat murung dan gelisah dengan perasaan ku..



" Akuu.... akuu bertemu dengan nya lagi. " Gumam ku yang sudah setengah tidak sadarkan diri.



" Siapa??? " Tanya Nindi dengan kondisi yang hampir sama dengan ku.



" Morgan.... dan... putrinya. "



" Kalian.. kembali bersama??? " Tanya Nindi mengalir begitu saja.



" Hahaha.... kembali bersama??? Tidak mungkin. "



Aku kembali menuangkan minuman dan meneguk nya.



" Dia sangat membenci ku... dia sangat kecewa pada ku.... " Kata ku putus asa.



" Dan yang lebih mengejutkan lagi.. Rosa.. Rosa meninggal setelah melahirkan... "



" Apaaa ~~~ si wanita jahat ituu... " Sahut Nindi yang masih mendendam.



" Ssstttt.... jangan membencinya lagi.. dia juga sama menderita nya denganku.. dia bahkan tidak bisa membesarkan anaknya. "


" Kalau begitu.. kembali saja pada Morgan.. Sudah tidak ada penghalang lagi di antara kalian. " Sahut Nindi dengan mudahnya.



Aku pun tertawa terbahal bahak mendengar perkataan spontan Nindi, namun anehnya.. mengapa hati ku terasa sakit..



" Akuuu... sangat merindukan lelaki ituu... ada perasaan berdebar saat bertemu dengan nya.. buk buk buk.. suara jantungku terus berdebar begitu kencang... tapi... lelaki ituuu... dia sangat membenci ku.. dia berubah.. dia sudah tidak menyukai ku lagi..... Nindi... sahabatku... dada ku.. terasa sesak.. aku sulit bernafas... " Kalimat terakhir ku sebelum tak sadarkan diri, tubuhku sudah tidak bisa menerima alkohol lagi.



Semua jadi gelap..


Dan hilang begitu saja..

__ADS_1


Maafkan aku Nindi, aku tidak bisa minum lagi..


__ADS_2