Love My Enemy

Love My Enemy
Episode 16


__ADS_3

Keesokan harinya Luna yang belum terima diputuskan cintanya oleh Bryan masih mengirimi Bryan pesan.


"Bryan jangan lupa sarapan."


"Bryan jangan lupa minum vitamin."


"Bryan aku mencintaimu."


"Bryan aku harap kamu sedang membohongiku kemarin."


"Bryan kamu dimana?"


"Bryan?"


"Bryan mengapa kamu tidak mengangkat telfonku?"


"Bryan balas donk?"


"Bryan aku salah apa?"


"Bryan katakan sesuatu? Bryan apa salahku sehingga kamu memutuskan aku?"


Setiap harinya Luna masih mengirimi Bryan pesan hingga menjelang tiga bulan. Luna selalu mengatakan kepada Bryan bahwa ini adalah pesan terakhirnya tetapi nyatanya dia masih mengirimi Bryan pesan walaupun Bryan tidak pernah membalas pesan tersebut.


Tuhan apa salahku terlahir didunia ini? Mengapa hidupku sesial ini sih? Mengapa orang yang aku sayangi semuanya pergi meninggalkan aku? Mengapa Tuhan? Tolong katakan kepadaku?

__ADS_1


Tring..tring.. bunyi bel terdengar ditoko Luna.


"Eh iya.." Ucap Luna terkaget saat seorang lelaki berdiri tetapi membelakanginya.


"Ternyata kamu tidak berubah masih suka melamun seperti dulu. Ternyata kamu jadi penjual bunga sekarang, aku pikir kamu sudah jadi presiden atau seorang profesor terkenal diseluruh dunia karena kamu sangat pintar dulunya. Aku pikir karena kepintaranmu kamu sudah menjadi orang kaya hingga bisa menyaingi kekayaanku." Ucap pria tersebut sambil berkeliling melihat semua bunga dan membelakangi Luna.


"Maaf aku rasa anda berbicara kurang sopan kepadaku!" Sahut Luna kesal.


"Benarkah? Aku memang tidak pernah berbicara secara sopan jika bertemu denganmu." Balas pria tersebut langsung membalikkan badannya menghadap Luna.


"Ken?" Luna tercengang. Ken berdiri dihadapannya dengan menggunakan kacamata hitam. Ken melepaskan kacamatanya lalu tersenyum kepada Luna. Ada yang berbeda dari Ken saat ini sekarang badannya lebih terbentuk dan terlihat sangat kekar. Rambutnya lebih panjang dengan sisiran kebelakang tapi mulutnya masih sama seperti dulu selalu berkata kasar kepada Luna.


"Aku pikir kamu tidak akan mengenalku lagi gadis bodoh!" Timpal Ken.


"Kau!" Luna menunjuk ke arah Ken berdiri.


"Kamu masih terlihat cantik jika marah." Bisik Ken ketelinga Luna.


"Maaf jika anda hanya ingin membuat masalah aku tidak akan melayaninya. Silahkan keluar jika anda tidak ingin membeli bunga di tokoku!" Kata Luna dengan tegas.


"Aku akan membeli bunga beserta tokonya jika kamu mau?" Ken masih terlihat santai sedangkan Luna semakin emosi.


"Sebenarnya apa maumu? Jika kamu ingin membuat Bryan cemburu aku tidak pacaran dengan dia lagi." Jawab Luna kini wajahnya terlihat sedih.


"Hahaha, benarkah? Tanpa kamu berintahu aku juga sudah tahu." Ujar Ken.

__ADS_1


"Kamu memata-mataiku?" Sahut Luna mengangkat wajahnya.


"Aku pikir didalam undangan ini adalah namamu ternyata aku salah. Kamu yang sabar yah mungkin jodohmu itu sedang berjuang mendapatkan hatimu." Kata Ken.


"Apa maksudmu?" Ucap Luna


"Ini undangan pernikahan Bryan dan Intan."


"Undangan pernikahan? Bryan dan Intan? Kok bisa? Tidak mungkin Bryan secepat itu menikah dengan orang lain. Kamu berbohong kan ken?" Ucap Luna menarik undangan dari tangan Ken.


Luna kembali meneteskan air matanya hingga mengalir deras. Kini dia kembali terduduk dilantai membaca undangan yang Ken berikan kepadanya.


"Hei Luna apa kamu benar-benar terlalu bodoh? Mengapa kamu menangisi lelaki seperti Bryan? Gunakan otakmu yang pintar itu untuk membalasnya."


"Hiks..hikss..hiks..Ken aku memang bodoh seperti katamu. Aku tidak bisa menggunakan otakku jika ini masalah cinta Ken."


"Berdirilah!" Perintah Ken.


"Aku tidak mau!" Sahut Luna masih menangis.


"Apa kau mau mati!" Ucap Ken dengan keras.


"Mengapa kau tidak membunuhku sejak dulu Ken? Mengapa kau selalu mengancamku seperti itu? Sekarang aku mohon bunuhlah aku Ken! Bunuh aku Ken!"


"Selamat siang..." Farah datang setelah mengantar pesanan bunga milik orang lain.

__ADS_1


"Luna? Apa yang kau lakukan?" Ucap Farah berlari kedekat Luna.


"Biarkan saja dia menangis sampai air matanya kering. Dasar gadis bodoh! Aku akan kembali besok jika kamu telah selesai menangis!" Ken pergi tanpa menunggu jawaban dari Luna.


__ADS_2