Love My Enemy

Love My Enemy
Episode 31


__ADS_3

Suara ketukan pintu terus terdengar membuat Farah bergegas berlari membuka pintu rumahnya. Farah cukup terkejut ketika seorang pria dengan dua orang pengawal berdiri dihadapannya.


"Silahkan masuk Ken." Ucap Farah.


"Terima kasih." Sahut Ken lalu memasuki rumah yang sederhana itu.


"Maaf telah menganggumu Farah. Aku hanya ingin bertanya apakah kamu mengetahui Luna ada dimana?" Ucap Ken, wajahnya seperti ingin memohon bahwa Farah tahu keberadaan Luna.


"Maaf Ken aku benar benar tidak tahu dia ada dimana sekarang. Aku juga ingin memberikan kunci toko bunga milik Luna kepadamu karena aku tidak bisa mengelolanya sendiri tanpa Luna." Sahut Farah.


"Hmm aku memberikan toko itu kepadamu." Ucap Ken.


Ken terlihat kecewa sekaligus menyesal telah melakukan ini kepada Luna. Dia tahu jika Luna bukan perempuan yang akan mengemis cinta untuk kembali kepadanya.


"Luna.. sudah seminggu kamu pergi aku benar-benar menyesal. Harusnya aku tidak mengusirmu waktu itu, harusnya aku tahu jika kamu memang bukan perempuan yang mudah untuk mengemis maaf dariku." Gumam Ken didalam hatinya kini terlihat sangat gundah.


"Baiklah hanya itu saja yang ingin aku tanyakan kepadamu. Oh aku lupa jika kamu bertemu dengannya tolong kabari aku." Ujar Ken.

__ADS_1


"Hmm baiklah." Jawab Farah.


Ken meninggalkan Farah yang sedang berdiri melihatnya pergi. Farah masuk lagi kedalam rumahnya dan menutup pintu.


"Apa dia sudah pergi?" Seru seorang wanita.


"Sampai kapan kamu akan bersembunyi darinya Lun? Kembalilah.. dia benar-benar mencintaimu." Ujar Farah kini diduduk dihadapan Luna.


"Aku tidak akan kembali kepadanya Ra, kami saling menyakiti jika bersama. Kami tidak ditakdirkan untuk bersama walaupun aku sudah mencobanya beberapa kali untuk berada disampingnya. Aku menyakitinya karena aku belum bisa melupakan Bryan dan aku merasa tersiksa karena harus berpura-pura bahagia berada disampingnya."


"Luna, aku tidak mengerti apa yang ada didalam pikiranmu? Mengapa kamu begitu keras kepala? Kamu tidak bisa terus bersembunyi seperti ini."


"Kemana kamu pergi Lun?".


"Aku tidak akan memberitahumu." Jawab Luna lalu masuk kembali kedalam kamar Farah.


"Apakah mereka berdua tidak bisa berdamai dengan perasaan mereka? Apakah mereka harus ditakdirkan hanya untuk saling menyakiti?" Gerutu Farah.

__ADS_1


Malam harinya sebuah taksi berhenti didepan rumah Farah. Luna hanya membawa sebuah tas kecil masuk kedalam taksi. Farah melambaikan tangannya hingga sebuah tetesan bening membasahi kedua pipinya. Luna juga ikut melambaikan tangannya lalu menutup kaca mobil hingga dia menghilang dari tatapan Farah.


"Aku akan merindukanmu Lun, kamu sungguh keras kepala. Bukan hanya kamu tapi Ken juga seperti itu." Batin Farah.


Keesokan harinya Bryan datang lagi menemui Farah.


"Farah aku minta tolong beritahu kepadaku dimana Luna berada?"


"Aku tidak tahu!"Jawaban yang sama Farah lontarkan kepada Bryan.


"Farah pasti kamu berbohong." Ucap Bryan.


"Berhenti menganggu hidupnya, Bryan. Kamu menyiksanya dengan cintamu, kamu egois dan tidak memikirkan kebahagiannya, kamu telah mengkhianatinya tapi kamu tidak pernah merasa bersalah atas apa yang telah kamu perbuat kepadanya."


"Tapi dia masih mencintaiku!" Jawab Bryan masih tidak pernah sadar apa yang dia perbuat kepada Luna.


"Suatu saat dia akan sadar siapa yang dia cintai kamu atau Ken. Pergilah karena aku tidak tahu Luna berada dimana sekarang!" Ucap Farah terlihat emosi.

__ADS_1


Dengan terpaksa Bryan melangkah pergi terlihat kecewa sama seperti yang Ken rasakan. Bryan masuk kedalam mobil dan bersandar di kursi mobil lalu memukul setir mobilnya.


"Ahhh...Luna kamu dimana? maafkan aku Lun." Ucapnya terlihat sangat depresi.


__ADS_2