Love My Enemy

Love My Enemy
Episode 65


__ADS_3

Hari-hari telah berlalu tanpa sadar Junior telah jatuh cinta kepada gadis yang bernama Lea. Lea yang tadinya biasa saja kini mulai menyukai Junior. Walaupun belum ada kata cinta yang diucapkan Junior kepada Lea tetapi rasa nyaman diantara mereka berdua telah tumbuh seiring berjalannya waktu.


Junior yang telah menyelesaikan kuliah S2 nya kini lebih banyak disibukkan mengurus usaha daddynya dibantu oleh om Kris panggilannya. Junior selepas pulang kantor lebih senang berada dirumah dari pada kumpul bersama teman-temannya diluar sana. Lea yang membuatnya nyaman tinggal dirumah dan seakan melupakan Gladis dengan begitu cepatnya.


Malam hari tepat dengan ulang tahun Jeni diarea rumah mereka. Jeni, Juna dan Junior begitu terkejut saat bi Vanya datang bersama dua orang yang mereka rindukan selama ini. Seakan tidak percaya dengan apa yang mereka lihat Jeni histeris dan berlari memeluk dua orang tersebut.


Bukan hanya Jeni kini Junior dan Juna ikut berlari ke arah dua orang tersebut. Mereka tersedu dengan saling berpelukan tanpa peduli dengan tamu undangan yang sedang berada ditempat itu. Seakan ikut merasakan apa yang sedang ketiga bersaudara ini rasakan tamu undangan juga ikut terharu dengan meneteskan air mata.


"Mom? Daddy? Kalian jahat hiks.. hiks..!" Ucap Jeni terseduh.


"Maafkan daddy karena telah membuat kematian palsu. Jika kami tidak pergi maka kalian akan tetap tumbuh jadi anak yang manja. Tapi perjuangan daddy dan mommy kalian membuahkan hasil karena benar saja sekarang Junior lebih dewasa dan bertanggung jawab kepada adik-adiknya. Juna lebih fokus dengan kuliahnya dan Jeni akhirnya bisa lulus dengan nilai yang memuaskan. Daddy bangga kepada kalian." Ucap Ken.


Luna belum melepaskan pelukan rindunya kepada ketiga anaknya. Luna sebenarnya tidak tega membuat anaknya menjadi bersedih karena ulah konyol mereka tetapi Ken memaksanya agar memberi 'pelajaran' kepada ketiga anaknya. Ken juga menyuruh teman-teman dekatnya untuk ikut berpartisipasi dalam rencana yang dibuatnya.


Seakan mereka benar-benar telah meninggal dan mayatnya tidak ditemukan. Selama ini mereka berada dikampung bi Vanya dan semua ide gilanya itu telah diketahui seisi rumah termasuk Lea. Lea juga berpartisipasi dengan berpura-pura menjadi pembantu dan menjadi cucu bi Vanya. Sebenarnya Lea adalah anak dari Bryan dan rencana Bryan dan Ken untuk menjodohkan Junior dan Lea akhirnya berhasil. Junior dan Lea saling jatuh cinta walaupun belum resmi menjalin kasih.


Ditaman selepas semua kesedihan itu hilang Lea dan Junior duduk canggung dikursi taman yang ada dalam area rumah mereka.

__ADS_1


"Mengapa kamu membohongiku dan menyembunyikan semua ini dariku Lea." Ucap Junior lirih.


"Awalnya aku hanya ingin niat membantu tante Luna dan om Ken tetapi aku juga tidak tahu jika orang tua kita akan menjodohkan kita kak. Aku tidak tahu jika aku juga masuk dalam perangkap mereka. Maafkan aku yang telah berbohong selama ini."


"Aku juga berfikir mana ada perempuan secantik kamu yang rela jadi pembantu." Timpal Junior. Lea menyembunyikan wajahnya dengan menunduk malu ketika Junior mengatakan dia cantik. Junior tersenyum lalu mengangkat wajah Lea.


"Maukah kamu menjadi pacarku Lea?" Ucap Junior, kedua tangannya kini menggenggam erat tangan Lea. Lea menggigit bibirnya, wajahnya terlihat memerah entah karena malu atau terlanjur bahagia.


"Apakah harus dijawab sekarang kak?" Tanya Lea gugup.


"Apakah kita menikah saja?" Junior menimpali. Mata Lea melotot sempurna.


*****


Jeni masih menyukai Pras diam diam walaupun Pras belum menunjukkan reaksi apapun kepada Jeni. Jeni yang berencana melanjutkan studinya diluar negeri sempat membuat Pras tersentak kaget. Saat dibandara Jeni yang berdiri dengan sedih melihat orang yang dinantinya tak kunjung tiba. Pelukan hangat dari kakaknya dan dari kedua orangnya tuanya tidak mampu menghapuskan kepedihannya.


Saat dia akan masuk keruang tunggu suara teriakan memanggil namanya hingga dengan cepat Jeni menoleh ke arah tersebut. Pras berdiri dengan wajah sedih melihat kearah Jeni. Tanpa ragu Jeni langsung berlari kearah Pras tanpa peduli dengan kedua orang tuanya yang berada didekatnya. Jeni memeluk Pras dengan haru lalu satu kecupan Pras berikan di puncak kepala Jeni.

__ADS_1


Pras melepaskan pelukannya lalu berjalan ke arah Luna dan Ken. Pras berlutut dikaki Ken.


"Maafkan aku om. Aku Pras sangat menyukai anak om yang bernama Jeni. Hari ini aku melamar Jeni dan setelah Jeni menyelesaikan studinya di Inggris aku ingin menikahinya. Aku memang tidak kaya tetapi aku sungguh-sungguh dan berjanji akan setia menjadi suami yang baik untuk anak om." Ucap Pras tegas.


"Berdiri!" Perintah Ken dengan tegas. Pras mengikuti perkataan Ken dengan berdiri tegap dihadapan Ken.


"Maafkan aku yang telah lancang om tetapi aku sangat mencintai Jeni. Aku berusaha tidak mengatakan ini kepadanya karena aku ingin mengatakan langsung kepada om dan tante. Aku tahu Jeni masih sangat muda tetapi.."


"Tidak boleh!" Ucap Ken menyela pembicaraan Pras.


"Daddy?" Wajah Jeni menjadi cemberut.


Luna menggenggam tangan Ken dengan erat. Seakan ingin menenangkan Ken yang terlihat menyorot Pras dengan tajam.


"Tidak boleh melamar anakku ditempat seperti ini. Harusnya kamu membawa orang tuamu untuk meresmikan ini." Sahut Ken lalu memeluk Pras. Semua orang melongo mendengar perkataan Ken. Suasana yang tadinya tegang kini menjadi senyuman dan tanpa mereka sadari jika Jeni hampir saja ketinggalan pesawat.


Bagaimana dengan Juna? Juna masih fokus dengan kuliahnya dan untuk masalah cinta Juna lebih memilih menjomblo untuk saat ini.

__ADS_1


-Tamat-


-Sekian Dan Terimakasih-


__ADS_2