Love My Enemy

Love My Enemy
Episode 17


__ADS_3

Keesokan harinya Ken kembali lagi ketoko bunga milik Luna. Kali ini dia tidak mendapati Luna didalam toko hanya Farah yang sedang duduk memotong tangkai bunga.


"Selamat pagi." Ucap Ken saat membuka pintu toko tersebut.


Farah menatapnya seperti sedang mengingat-ngingat sesuatu diwajah Ken.


Tampannya lelaki ini?


"Oh mas pria yang kemarin itukan?" Kata Farah lalu tersenyum.


"Hemm.. dimana gadis itu?" Tanya Ken menggunakan pakaian kameja dan celana berwarna gelap.


"Gadis itu? Luna? Silahkan duduk, paling beberapa saat lagi dia akan tiba." Sahut Farah.


"Apa dia sering menangis seperti itu sebelumnya?" Tanya Ken kembali. Farah sampai terbingung-bingung sebenarnya siapa Ken.


"Aku pernah melihatnya menangis ketika ibunya meninggal dunia. Dia sangat terpukul sampai-sampai badannya terlihat lebih kurus." Farah masih menjawab pertanyaan dari Ken walaupun dia belum tahu siapa sebenarnya Ken.


"Ibunya meninggal?" Ken sangat terkejut.


"Jika kamu ingin menggangguku aku harap kamu pergi sekarang sebelum aku kembali mengiris tanganmu seperti waktu itu!" Kata Luna didepan pintu dengan tatapan sinis.

__ADS_1


"Silahkan berbicara aku akan pergi mengantarkan bunga kepada pelanggan." Ucap Farah mencoba memberikan ruang kepada Luna untuk bersama Ken.


Farah membawa beberapa pesanan pelanggan menggunakan keranjang. Didalam ruangan kini hanya ada Ken dan Luna yang sedang duduk dimeja kasir. Ken menggeser tempat duduknya mendekati Luna.


"Ken, apa yang kau inginkan dariku?"


"Apa kamu benar-benar telah menjadi bodoh dan pelupa sekarang? Hei..aku datang menagih utangmu. Aku juga tidak bisa menghitung lagi sudah berapa banyak hutangmu jika dihitung beserta bunga-bunganya." Sahut Ken tersenyum manis dihadapan Luna.


Hutang? Astaga aku hampir melupakan hutangku kepadanya. Apa yang aku harus aku lakukan sekarang? Aku benar-benar tidak mempunyai uang sebanyak itu sekarang.


"Ken aku akan mengumpulkan uang beberapa bulan ini untuk membayar utangku kepadamu." Ujar Luna bermohon.


"Aku sudah dewasa sekarang sangat berbeda ketika kita masih SMA dulu. Aku sebenarnya menyesal ketika aku melepaskan kamu malam itu saat dihotel. Seharusnya malam itu aku menerima tawaranmu untuk tidur bersamamu." Ucap Ken dengan santainya.


"Bagaimana jika kamu menggantinya dengan semalam tidur bersamaku!"


Prakkk... tamparan keras mengenai wajah Ken.


"Awww Lun aku hanya bercanda!" Ucap Ken memegang wajahnya yang terasa sakit.


"Sekali lagi kamu mengatakan itu aku akan lebih mengeraskan tamparan itu Ken."

__ADS_1


"Ahh kamu masih seganas dulu Lun." Timpal Ken.


Setelah itu mereka kembali terdiam dalam waktu yang lama sehingga mereka terlihat canggung satu sama lain.


"Entah mengapa tokoku hari ini sangat sepi." Luna berusaha keluar dari rasa canggung dengan membuka pembicaraan.


"Kamu terlihat lebih cantik Lun." Ucap Ken menatap Luna.


"Apa? Hahaha ini pujianmu yang pertama untukku Ken." Jawab Luna dengan tawanya.


"Aku serius Lun kamu memang cantik sejak dulu hanya saja aku terlalu sulit untuk mengungkapkan ini kepadamu." Sambung Ken sedangkan Luna hanya bisa melotot.


"Ken apa kamu tidak bekerja? Kapan kamu tiba dari Amerika? Mengapa kamu menghilang tiba-tiba? Aku sebenarnya mencarimu dan hanya sedikit informasi yang aku dapatkan dari Bryan. Dia mengatakan kamu pergi menemui pacarmu di Amerika."


"Aku patah hati..." Jawab Ken dengan lugas.


"Patah hati? Hahaha siapa wanita yang berani membuat seorang Ken Adam patah hati." Luna tertawa begitu kerasnya mendengar perkataan Ken.


"Kamu Lun. Kamu wanita itu. Kamu wanita yang membuat seorang Ken Adam pergi dengan membawa luka didalam hatinya. Kamu wanita yang mampu mematahkan hati seorang Ken Adam. Kamu membuat seorang Ken Adam tersiksa dalam diam. Kamu yang membuat seorang Ken Adam seperti orang gila yang merindukan seseorang yang telah mencintai orang lain. Kamu wanita yang membuat seorang Ken Adam kembali ke negeri ini dan semuanya tentang kamu. Aku mencintaimu Luna. Aku sangat mencintaimu sejak dulu hingga sekarang." Ucap Ken.


Luna kembali terdiam mendengar perkataan Ken. Mulutnya kembali membungkam hanya sorot matanya yang bisa berbicara kepada Ken.

__ADS_1


"Luna menikahlah denganku!" Sambung Ken sedangkan Luna semakin terkejut.


__ADS_2