
Enam tahun kemudian walaupun Ken sudah tidak pernah mencari Luna tapi didalam hatinya masih tersimpan nama Luna dengan terkunci rapat. Saat itu Ken sedang duduk sendiri diruang kerjanya. Suara ketukan pintu membuat dia tersadar dari lamunannya.
"Masuk!" Pintanya dari dalam ruangan.
"Ada apa Kris?" Tanya Ken.
"Besok kita harus berangkat ke kota X karena ada pembangunan proyek baru." Jawab Kris berdiri dihadapan Ken.
"Apakah mereka sudah setuju untuk dilakukan penggusuran?" Tanya Ken.
"Dengan sedikit memaksa Tuan, semua berjalan lancar." Jawab Kris.
"Hemm pergilah... siapkan semua barang-barangku!" Sahut Ken kembali fokus dilayar laptopnya.
Keesokan harinya Ken yang berangkat menggunakan helikopter turun dikota X yang mereka tuju. Ken melanjutkan perjalanan dengan menggunakan mobil kedaerah yang akan mereka tinjau. Mobil mereka berhenti disebuah sekolah taman kanak-kanak.
"Mengapa kamu berhenti disini?" Tanya Ken kepada Kris.
"Lokasi ini yang akan digusur Tn.Ken!" jawab Kris.
Ken menoleh keluar jendela ada seorang anak laki-laki yang sedang bersedih melihat teman-temannya. Ken keluar dari mobil dan menghampiri anak tersebut.
"Hai mengapa wajahmu cemberut seperti itu?" Ucap Ken berjongkok mengikuti tinggi badan anak itu.
"Kata ibu guru kami tidak bisa lagi bersekolah ditempat ini karena tempat ini mau dibeli sama orang. Padahal kan mommy nggak punya uang lagi untuk mencari sekolah baru untukku." Jawab anak tersebut.
Ken terdiam sejenak. Kamu tunggu disini, om akan bicara kepada ibu guru bahwa sekolahmu tidak akan dijual.
"Om sungguh-sungguh?"
"Hemm anak pintar." Jawab Ken lalu mengelus kepala anak tersebut.
__ADS_1
Ken masuk kedalam ruangan sekolah dan berbicara kepada guru. Setelah beberapa menit Ken keluar lagi dan masih menemukan anak kecil tadi bermain diayunan yang terbuat dari besi.
"Hei kamu belum pulang?" Ucap Ken.
"Aku lagi menunggu mommy menjemputku om." Sahutnya polos.
"Ohh baiklah om pergi ya." Ucap Ken lalu melangkah tapi baru beberapa langkah dia pergi tiba tiba terdengar seorang memanggil namanya.
"Ken?" Panggil seorang wanita.
"Mom?" Teriak anak itu sambil berlari memeluk wanita tersebut.
"Mom sudah berapa kali aku katakan panggil aku Junior bukan Ken." Gerutu Junior kesal.
"Namamu kan Ken Junior sayang." Ucap wanita itu seraya membalas pelukan anaknya.
Ken menutup matanya sesaat lalu membalikkan badannya melihat kearah suara itu terdengar. Ken bukan hanya terkejut tapi jantungnya seperti berhenti sesaat ketika melihat wanita yang dilihatnya.
Ken melangkah cepat ke arah Luna yang sama terkejutnya melihat Ken. Ken memeluk Luna dengan erat hingga Junior merasa bingung.
"Lepaskan Ken!" Ucap Luna berusaha melepaskan tubuhnya.
"Hmmm tidak akan...! Kamu menikah lagi?" Ken tersadar ketika Junior terus menatapnya dengan bingung.
"Ayo pulang nak!" Luna bukannya menjawab dia malah menggendong Junior dan berjalan meninggalkan Ken.
Ken tidak melepaskan mereka begitu saja, dia mengikuti Luna dan menarik Junior dari dekapan Luna.
"Hai Ken Junior." Ucap Ken sambil menggendong Junior berdiri dihadapan Luna yang terhenti berjalan.
"Ken lepaskan anakku, biarkan kami pergi!" Ujar Luna lirih.
__ADS_1
"Aku tidak akan melepaskan dia sebelum kamu menjelaskan apa yang terjadi dan mengapa kamu memberi nama dia Ken sama seperti namaku." Sahut Ken lalu berjalan membawa Junior masuk kedalam mobilnya. Luna berlari mengejar Ken tetapi mobil itu terlalu laju untuk di kejar menggunakan kakinya.
Luna berteriak tetapi semua sia-sia karena Ken telah menghilang dari hadapannya.
Junior hanya duduk diam disamping Ken memandangi Ken dengan wajah polosnya. Tidak terlihat raut ketakutan yang dia tampakkan diwajahnya ketika berada diantara orang asing.
"Tn. Ken anak siapa itu?" Tanya Kris hati-hati.
"Ibunya akan datang menemuiku dan pasti kalian akan terkejut." Sahut Ken setengah tersenyum.
"Om mau menculikku?" Tanya Ken kecil tanpa terlihat takut sama sekali.
"Apa aku terlihat seperti penculik?" Jawab Ken Adam.
"Hmm om sangat ganteng sama seperti aku kan?" Ucap Junior polos.
Ken tersenyum mendengar perkataan Junior.
"Sebenarnya namaku Junior tapi mommy sering memanggilku dengan sebutan Ken. Om panggil saja aku Junior agar nama kita tidak sama.."
"Kamu anak yang pintar sama seperti mommymu Junior."
"Mommyku memang pintar. Apakah om adalah daddyku?"
"Mengapa kamu bisa mengatakan bahwa om adalah daddymu?"
"Karena nama daddyku adalah Ken." Jawab Junior dengan wajah polos.
Ken terdiam dalam waktu yang lama menatap Junior.
"Lun sebenarnya apa yang terjadi? Apakah benar yang Junior katakan? Apakah dia memang anakku? Tapi mengapa itu bisa terjadi?" Gumam Ken didalam hatinya.
__ADS_1