
Siang itu Ken duduk bersama laki-laki yang baru saja dilihatnya. Bella juga berada disitu bersama mereka.
"Hai Ken, perkenalkan aku Frans." Sapa Frans lalu menyalami Ken. Ken membalas dengan hangat perlakuan ramah Frans.
"Aku telah banyak mendengar tentangmu dari Bella, dia sangat mencintaimu hingga dia rela menjadi yang kedua tapi aku sangat mencintainya juga hingga aku tidak rela melihat dia terus berada dalam cinta yang sepihak. Anak itu adalah anakku dan yakinlah jika dia juga tahu itu. Bella terlalu mencintaimu hingga dia akan melakukan apapun demi mendapatkanmu!" Sambung Frans masih terlihat santai.
"Dia bohong Ken! Ini anakmu. Tolong percaya kepadaku Ken, aku sangat mencintaimu!" Bella kini memohon dikaki Ken sambil terisak.
"Siapa yang menyuruhmu berada disitu, ayo berdiri! Lakukan tes DNA agar bisa terbukti siapa ayah dari bayi itu!" Ucap Ken dengan nada tinggi. Bella berdiri dihadapannya dengan menyeka air matanya.
"Aku tidak akan melakukan tes DNA, aku akan menggugurkan kandungan ini jika kamu tidak percaya kepadaku. Dia berbohong Ken, dia hanya ingin aku bersamanya. Aku mohon Ken jangan ceraikan aku, aku sangat mencintaimu!"
"Bella kamu sudah gila, itu anakku dan sampaikan kapanpun aku tidak akan membiarkan kamu menggugurkan kandunganmu!"
"Brengsek kamu Frans, kamu katakan tidak akan hadir lagi dalam kehidupanku jika aku telah mengandung. Mengapa kamu kembali dan menghancurkan hidupku brengsek!" Ucap Bella sambil berteriak. Bella mengambil vas bunga dan dilemparkan ke wajah Ken. Frans,Kris dan Satya terkaget dengan tindakan lancang Bella. Tanganya begitu cepat hingga kris yang berada dibelakang Ken tidak bisa melindungi Ken dari serangan Bella.
"Bella!" Frans meraih tangan Bella saat tangannya kembali mengambil asbak rokok kaca yang ada dimeja.
Ken terduduk dengan wajah yang sedang mengalirkan darah dari keningnya.
"Bawa dia keluar dari rumah ini!" Kata Ken seperti sedang syok.
__ADS_1
"Aku tidak akan membiarkan kamu hidup bahagia bersama wanita itu Ken, aku akan menghancurkan hidupmu hahaha." Bella berontak saat tangannya dipegang oleh Frans dan Satya.
"Besok kita bertemu dipengadilan untuk mengurus perceraian. Jangan kembali lagi ketempat ini jika kamu masih ingin bernafas!" Ancam ken pada Bella.
"Terima kasih telah menjaga Bella beberapa minggu ini Ken, maaf atas kelancanganku untuk datang menemuimu!" Ucap Frans masih memegangi Bella yang sedang memberontak.
"Jaga dia baik-baik Frans." Sahut Ken masih berusaha tenang disaat keningnya telah mengalirkan darah.
Bella dan Frans telah berjalan keluar dari rumah Ken dikuti oleh Kris. Satya berdiri disamping Ken dengan membawa kotak obat. Bi Vanya dan Nensi juga ikut berlarian kesamping Ken dengan panik.
"Tn.Ken biar aku obati." Ucap Satya dengan hati-hati. Ken terlihat masih sangat syok entah karena serangan dari Bella atau karena Frans yang tiba-tiba hadir dikehidupannya.
"Panggil istriku! Tolong jaga Junior bi, jangan sampai dia melihatku dalam keadaan seperti ini!" Ucap Ken bersandar dikursi. Bajunya telah ternoda dengan warna merah dan begitu juga tangannya yang telah penuh dengan darah.
Mereka berjalan cepat ke arah kamar utama. Luna membuka pintu melihat aneh ke arah mereka yang sedang panik. Karena jarak kamar utama dan ruang tamu cukup jauh sehingga Luna tidak bisa mendengar keributan yang sedang terjadi diluar sana.
"Tn.Ken memanggil anda." Ucap Satya.
"Biarkan kami menjaga Junior nona Luna." Sambung bi Vanya dan Nensi.
"Apa yang terjadi?" tanya Luna. Bukannya menjawab mereka bertiga malah tertunduk dihadapan Luna.
__ADS_1
"Baiklah aku mengerti!" Timpal Luna.
Saat kakinya berada diruang tamu, Ken masih terduduk dengan darah yang masih mengalir.
"Kau mau mati? Mengapa kamu membiarkan tubuhmu terluka dan malah menungguku!" Ucap Luna terduduk dihadapan Ken.
"Aku ingin melihatmu khawatir melihatku, aku ingin kamu melihatku sakit, aku ingin kamu melihatku mati dihadapanmu agar semua sakit hatimu itu bisa terbalaskan. Aku sangat tidak pantas berada disisimu lun, aku terlalu sering menyakitimu!" Ucap Ken lirih.
"Pria bodoh! Sini wajahmu!" Luna menarik wajah Ken dan mulai menekan pusat pendarahan yang ada kening Ken. Ken bukannya meringis dia malah tersenyum memandangi Luna.
"Kamu sangat memcintaiku kan sayang?" Ucap Ken seraya tersenyum.
"Tidak!" Sahut Luna ketus.
"Bohong! Aku bisa melihat matamu begitu khawatir saat ini!" Sambung Ken.
"Terserah, lain kali cepatllah berlari kepadaku saat kamu terluka Ken." Ujar Luna, matanya mulai berkaca-kaca.
"Jangan menangis lagi dihadapanku, aku semakin merasa bersalah Lun. Aku selalu menyakitimu." Seru Ken. Luna tidak bisa membendung lagi air matanya hingga dia kembali menangis dihadapan Ken.
Luna menarik tubuh Ken dan mendekapnya dengan erat. "Aku terlalu bodoh hingga bisa mencintai pria brengsek sepertimu hiks..hiks.."
__ADS_1
"Maafkan aku Lun, aku janji ini yang terakhir kalinya aku menyakitimu. Hiduplah dengan bahagia mulai saat ini, aku akan membahagiakanmu selamanya." Ucap Ken sambil membelai rambut Luna. Luna semakin terisak didalam dekapan Ken.
Bersambung...