
Saat Ken masuk kedalam kamar, suara tangisan terdengar disamping tempat tidur. Ken melangkah pelan mencari sumber suara tangisan tersebut. Disana Luna sedang menempelkan hpnya ke telinga. Diiringi isak tangisnya, sepertinya dia sedang menelfon seseorang. Ken masih berdiri agak jauh dari tempat Luna duduk dilantai serta menyembunyikan dirinya.
"Kamu merasa bosan dengan hubungan ini hanya karena kita tidak lebih jauh berhubungan? Bukannya kita berkomitmen untuk melakukan making love setelah menikah? Jadi itu menjadi alasanmu untuk selingkuh, Bryan? Hiks..hiks..hiks.."
Ken tidak bisa tahu apa yang Bryan katakan disana.
"Berhenti minta maaf, aku tidak akan kembali padamu walaupun kamu telah menceraikan Intan. Kalian berdua memang brengsek! Hiks..hiks..hiks.." Sambung Luna dengan berteriak.
Ken menarik hp dari tangan Luna dan berbicara kepada Bryan.
"Jika kau dan ibumu masih ingin tidur nyenyak jangan pernah menganggu istriku lagi!" Ancam Ken pada Bryan dipanggilan telfonnya.
"Aku sudah bilang jangan menangisi dia dihadapanku!" Kata Ken seraya melihat Luna yang masih duduk dilantai.
"Ken ayo kita lakukan making love sekarang!" Ucap Luna kini dia berdiri dihadapan Ken.
"Mengapa kamu mengiginkan ini?" Tanya Ken sedikit terkejut.
"Aku ingin membuat Bryan lebih menyesal meninggalkanku. Aku ingin mempunyai anak darimu, aku ingin menunjukkan kepadanya bahwa aku juga bisa hamil dan dia menganggap pernikahan ini benar adanya." Jawab Luna tegas sambil menghapus air matanya.
"Tidurlah! Aku tidak akan melakukan itu jika alasannya untuk Bryan."
__ADS_1
Luna meraih tangan Ken dan mencium bibir Ken dengan lembut. Ken menolak tubuh Luna hingga terjatuh ditempat tidur.
"Jangan tunggu aku pulang malam ini!" Ken melangkah pergi sedangkan Luna terdiam seakan menyadari sikapnya.
Ken pergi meninggalkan rumahnya kali ini dia pergi ketempat klub malam miliknya. Ken menjadi pusat perhatian orang ketika dia sampai didalam klub malam tersebut. Iringan musik keras membuat dia menutup telinganya. Bastian melambaikan tangannya didampingi dua orang perempuan disampingnya. Ken berjalan keruang pribadinya tanpa memperdulikan Bastian yang lagi happy-happy.
Didalam sana Ken melempar vas bunga yang ada dimejanya hingga tertinggal pecahan kecil yang berserakan dilantai. Bastian membuka pintu tanpa bersuara langsung berjalan ke arah Ken duduk. Bastian juga ikut duduk dengan segelas minuman ditangannya.
"Buat dia jatuh cinta agar dia bisa melupakan Bryan." Ucap Bryan seperti dia sangat tahu jika apa yang membuat sahabatnya itu marah.
"Dia tidak akan pernah mencintaiku." Sahut Ken, masih terlihat sisa amarahnya dengan irama nafasnya yang belum teratur.
"Keluar dari zona nyamanmu maka dia akan belajar mencintaimu." Seru Bastian kembali.
"Apakah menyangkut masalah cinta kamu benar-benar *****? Apa aku harus mengajarimu dari awal? Bagaimana Luna bisa mencintaimu jika kau selalu memakinya, kasar kepadannya, mengatakan dia gadis bodoh dan masih banyak lagi kesalahanmu yang tidak pernah kamu sesali."
"Kadang-kadang memang dia terlihat bodoh, dia selalu membuatku marah, dia selalu membantahku, dia selalu..." Ucapannya terpotong ketika Bastian menyelanya
"Terserah padamu jika tidak ingin berubah. Aku yakin cepat atau lambat kamu akan kehilangan dia lagi seperti dulu." Balas Bastian.
Ken terdiam sejenak seperti sedang berpikir.
__ADS_1
"Aku harus memulainya dari mana?" Tanya Ken.
"Kamu harus belajar mengendalikan emosimu jika berada didekatnya. Jadilah budak cinta bila perlu!"
"Kau mau mati ya!" Teriak Ken.
"Hahaha inilah susahnya jadi seorang Ken yang berkuasa. Kamu mau dengar atau tidak?" Bastian juga ikut meninggikan nada suaranya.
"Lanjutkan!" Perintah Ken.
"Pulanglah! Peluk dia sampai pagi setelah itu aku akan mengirimkan chat tentang tips-tips meluluhkan wanita yang keras kepala seperti Luna." Jawab Bastian.
"Sekarang?" Tanya Ken kembali.
"Sekarang bodoh!" Jawab Bastian. Ken menggeram mendengar perkataan Bastian tetapi Bastian terlihat begitu santai.
"Jangan memelototi dewa cinta seperti itu jika kamu ingin belajar tips-tips mendekati wanita."
"Cih, bahkan kamu masih menjomblo sampai sekarang!" Balas Ken dengan nada sinis.
"Hahaha bukan jomblo, aku saja yang belum menemukan wanita pujaan hatiku." Bastian seperti sedang diserang balik tetapi Ken sudah melangkah pergi.
__ADS_1
Aku memang jomblo tapi begitu banyak wanita yang ada disampingku bukan seperti kamu yang kaku jika ada wanita didekatmu Ken.