Love My Enemy

Love My Enemy
Episode 33


__ADS_3

Farah terdiam dengan wajah pucat dihadapan Ken. Anak yang bersama Ken tidak bisa membuatnya lari dari Ken lagi.


"Mengapa kamu membohongiku Farah?" Tanya Ken dengan nada tinggi.


"Maaf Ken.." Ucapnya dengan gugup.


"Sejak kapan kamu mengetahui dia pergi dalam keadaan hamil?" Tanya Ken kembali.


"Aku pikir dia akan kembali secepat mungkin kepadamu karena dia dalam keadaan hamil tetapi ternyata dia menghilang terlalu lama. Luna tidak memberi kabar lagi setelah kepergian itu." Jawab Luna masih ketakutan dihadapan Ken.


"Sudahlah." Sahut Ken lalu memeluk Junior.


"Panggil aku daddy nak." Ucap seraya memeluk Junior dengan erat.


"Daddy." Sahut Junior membalas pelukan Ken.

__ADS_1


*************


Sejauh apapun kamu pergi dan selama apapun aku bersembunyi kita tetap dipertemukan oleh takdir.


Luna menghela nafasnya dengan panjang hingga berkali-kali. Satu langkah dia maju kemudian terhenti lagi untuk menarik nafasnya. Satu tangannya memencet bel dan tanpa waktu yang lama gerbang tinggi itu terbuka lebar untuknya. Satu CCTV yang berada diluar pagar bisa menampakkan wajahnya dengan jelas oleh penghuni rumah.


Luna cukup terkaget ketika semua penghuni rumah berdiri membentuk dua barisan memyambutnya didepan gerbang itu. Ken dan Junior memberikan senyuman mereka saat Luna berada diujung sana. Luna terdiam dengan wajah tidak percaya jika Ken akan melakukan ini padanya. Sebuah ucapan selamat datang kembali Ny.Ken tertulis disetiap kertas putih yang dipegangi oleh setiap karyawan.


Bi Vanya dan Nensi meneteskan air mata ketika Luna masih terdiam dengan mata yamg berkaca-kaca. Dia terus terdiam hingga beberapa tetesan air membasahi pipinya walaupun dia berusaha untuk tidak menangis. Ken dan Junior berjalan ke arahnya membuat air matanya lebih deras mengalir.


"Aku mencintaimu Ken." Ucap Luna dengan lirih. Sebuah kata singkat yang dia lontarkan tapi bisa membuat Ken menjadi orang yang paling bahagia saat itu. Pengawal dan asisten rumah tangga mereka ikut terharu melihat kedua majikan mereka kembali bersatu.


"Kamu tidak tahu betapa tersiksanya aku ketika kamu pergi." Sahut Ken, kini air matanya juga ikut menetes didalam pelukan Luna.


"Hanya ini yang bisa membuatku sadar bahwa aku sangat mencintaimu Ken."

__ADS_1


"Mengapa kamu menyiksa dirimu Lun? Mengapa kamu menjauhkan anakku dariku? Farah telah menceritakan semuanya." Ucap Ken lirih.


Luna hanya bisa menangis didalam pelukan Ken hingga membuat Junior ikut memeluk mereka.


"Daddy? Mommy?" Panggil Junior.


Ken dan Luna sama-sama memeluk menciumi Junior.


Suasana haru seketika menjadi sangat bahagia. Ken menggendong Junior dan berjalan masuk kedalam rumah. Junior mendapatkan begitu banyak hadiah dari Ken yang berada didalam kamarnya. Junior bermain bersama Satya dan Krisa sedangkan Ken dan Luna masuk kedalam kamar mereka.


Luna melangkah pelan masuk kedalam kamar yang dulu menjadi tepatnya memadu kasih bersama Ken. Subuah foto pernikahan berurukuran besar tergantung didalam kamar tersebut. Ken telah berada ditempat tidur sedangkan Luna masih berdiri memandangi kamar tersebut.


"Banyak yang berubah dikamar ini Ken." Ucap Luna memutar bola matanya keseluruh ruangan.


"Perasaanku kepadamu tidak pernah berubah Lun." Sahut Ken lalu berjalan ke arah Luna berdiri.

__ADS_1


Ken mendekap Luna dalam pelukannya lalu menciumi bibir Luna dengan lembut. Luna membalas sebuah kerinduan yang telah lama mereka pendam satu sama lain hingga Ken menggendong Luna ketempat tidur. Ken menjatuhkan Luna dengan pelan ke ranjang dan kembali menciumi dengan penuh nafsu. Nafas mereka saling beradu dikamar tesebut. suara desahan kecil membuat Ken lebih bergairah dalam permainannya.


__ADS_2