
Keesokan harinya Lea terbangun lebih awal seperti biasanya. Lea mengerjakan pekerjaannya lebih dulu sambil terus melihat jam di dinding.
"Jam enam pagi lewat lima menit. Sekarang waktunya membangunkan si pemalas itu." Lea menyimpan sapu lalu berlari menuju kamar Junior. Lea langsung masuk tanpa mengetuk pintu karena setiap paginya Junior tidak pernah mengunci kamarnya. Saat Lea masuk dia terkaget melihat Junior yang sedang menggunakan pakainnya.
"Kamu terlambat lima menit!" Suara Junior terdengar lembut tetapi menusuk kehati Lea.
"Maaf kak!" Ucap Lea menundukkan kepalanya.
"Hmmm.." Junior hanya berdehem.
"Kalau begitu aku pamit untuk menyiapkan sarapan kak." Sambung Lea.
"Bersihkan tempat tidurku!" Ucap Junior lagi.
"Baik kak." Sahut Lea.
Lea mulai merapikan tempat tidur Junior sedangkan Junior mulai sibuk memasang dasinya.
"Ini hari pertamaku akan kekantor. Aku belum pernah memasang dasi sebelumnya. Apa kamu bisa melakukannya Lea?"
"Hanya sedikit tahu kak tidak terlalu mahir kak."
"Bisa bantu aku?"
__ADS_1
"Bisa kak." Sahut Lea. Junior menjulurkan tangannya dengan memberikan dasi kepada Lea. Lea berjalan perlahan mendekati Junior dan mengambil dasi dari tangan Junior. Karena Lea lebih pendek Junior menundukkan kepalanya agar Lea bisa dengan mudah memasangkan dasi. Jarak wajah mereka sangat dekat membuat Lea sangat gugup.
"Ya ampun mengapa wajahnya tampan sekali!" Batin Lea.
Lea semakin gugup karena mata Junior tak berkedip menatap wajahnya.
"Sudah selesai kak! " Ucap Lea lalu cepat mundur beberapa langkah dari hadapan Junior.
"Terima kasih." Jawab Junior.
Lea kembali membersihkan tempat tidur Junior. Junior melihat kembali penampilannya dicermin lalu memakai jasnya. Lea meliriknya lagi seperti matanya ingin selalu memandang Junior.
"Ya ampun kak Junior aku baru sadar jika kamu sangat mempesona." Batin Lea.
"Lea? Lea? Lea!" Panggil Junior.
"Kamu boleh pergi menyiapkan sarapan."
"Oh.. iya." Lea langsung berjalan cepat meninggalkan kamar Junior.
Lea membawa sarapan untuk tuan rumah. Dimeja makan telah duduk dengan tenang Juna, Junior dan Jeni. Juna menarik tangan Lea hingga tepat berada sampingnya. Mata Junior dan Jeni langsung cepat mengarah ke satu tujuan.
"Duduklah! Ayo sarapan bersama." Ucap Juna. Lea melepaskan tangannya.
__ADS_1
"Maaf Jun, jika dirumah ini kita bukanlah teman. Aku hanya pembantu dan kamu majikanku. Aku akan sarapan didapur bersama ART lainnya." Lea langsung pergi setelah membungkukkan badannya dengan sopan kepada semua orang.
"Lea..?" Panggil Juna tetapi Lea terus berjalan. Juna membawa sarapannya mengejar Lea. Jeni dan Junior sama-sama mengerutkan dahinya melihat tingkah Juna.
"Aku akan sarapan bersamamu didapur jika kamu tidak ingin sarapan bersamaku diruang makan." Ucap Juna sambil berjalan.
"Jun.. apaan sih kamu? Lihat wajah kakakmu memandangku tadi. Aku takut mereka akan salah paham dengan hubungan kita. Ayolah Juna aku mohon kembalilah kepada mereka."
"Aku tidak peduli!" Juna tetap berjalan mengikuti Lea kemeja makan khusus para ART. Semua orang terkaget melihat Juna membawa piringnya. Disana ada bi Nensi dan Satya bersama sopir, tukang kebun dan satpam.
"Selamat pagi tuan muda Juna." Kata mereka secara bersamaan.
"Oke aku akan sarapan dimeja makan bersama Junior dan Jeni saja." Kata Juna kembali lalu membalikkan tubuhnya dengan cepat.
"Hahaha kok kembali kak?" Tanya Jeni.
"Suasananya kurang romantis." Jawab Juna.
"Makanya jangan asal paksa orang dong. Kak Juna tahu tidak kalau kak Lea sukanya sama kak Junior." Ucap Jeni berbohong. Junior yang sedang makan terbatuk karena perkataan adiknya.
"Akhirnya kamu masuk dalam jebakanku kak Junior. Aku gunakan kak Lea sebagai umpan untuk membuat si mak lampir Gladis itu memutuskan kak Junior. Idih amit-amit deh kalau dia menikah dengan kakakku. Pokoknya aku tidak sudi dia berada didalam rumah ini." Gumam Jeni dalam hatinya.
"Yaelah siapa juga yang suka sama Lea. Aku sukanya sama teman Lea. Dekatin dulu temannya baru gebetannya. Bukan begitu kak Junior?"
__ADS_1
"Jangan pulang telat, jangan bolos, jangan keluyuran, dan kamu Jeni jangan membantah jika Pras menjagamu seharian ini. Kakak akan menyuruh om Kris untuk memotong uang jajan kalian jika melanggar peraturan ini. Kakak akan pulang telat karena ada urusan dikantor Daddy. Kalian mengerti?" Ucap Ken tegas.
Jeni dan Juna saling pandang. "Iya kak kami mengerti!" Sahut mereka bersamaan.