Love My Enemy

Love My Enemy
Episode 63


__ADS_3

Sebulan telah berlalu juna dan Jeni kini menjadi anak yang penurut kepada Junior. Junior memegang tanggung jawab besar kepada dua adiknya. Junior yang baru saja menyelesaikan study S2nya kini lebih fokus untuk belajar bisnis bersama om kris. Saking sibuknya terkadang Junior harus pulang larut malam.


Seperti biasanya Junior menuju ruang makan dengan membawa dasi ditangannya. Saat Lea datang barulah Junior berdiri tegap. Juna dan Jeni terkadang menahan tawanya karena perubahab sikap kakaknya yang memalukan itu bagi mereka. Junior seakan kehilangan akalnya sehingga tanpa malu menyuruh Alea memasanga dasi setiap pagi dihadapan Junior dan juna.


Alea berusaha bersikap tenang tetapi sebenarnya dia merasa gugup setiap paginya dihadapan Junior. Junior bertingkah aneh sekama sebulan ini. Terkadang dia menyuruh Lea datang kekamarnya hanya untuk membersihkan meja atau beberapa hal yang menurut Lea sangat tidak masuk akal. Perubahan Junior yang tadinya dingin kini menjadi sosok yang sangat ramah kepada Lea.


"Ada baiknya kakak nikahin aja tuh kak Lea." Suara Jeni begitu keras seakan ingin menyadarkan kakaknya jika dia telah jatuh cinta diam-diam kepada Lea.


Junior menyorotnya dengan tajam. Jeni sektika menunduk dan hatinya menciut melihat Junior yang diam tapi seakan ingin mencengkramnya.


"Aku hanya bercanda kak." Sambung Alea.


Setelah selesai makan Junior berjalan ke dapur membawa piringnya. Juna dan Jeni kembali saling tatap dengan tingkah aneh kakaknya.


"Jen kamu sadar nggak sih jika kakak kita sedang mencari perhatian kepada Lea?" Ungkap Juna.

__ADS_1


"Aku pikir dulunya kak Juna yang bakalan suka sama kak Lea, eh taunya kak Junior. Tapi baguslah dari pada dia jadian dengan mak lampir Gladis." Sahut Lea ketus.


Didapur Lea yang baru saja menyelesaikan pekerjaan sedang duduk dimeja makan dengan segelas susu ditangannya. Lea terkejut ketika Junior untuk pertama kalinya mengantar piring kotornya.


"Biarkan aku saja tuan, kak maksduku." Dengan cepat Lea berdiri mengambil piring dari tangan Junior lalu diletakan ditempat pencucian piring.


Junior belum meninggalkan ruangan dia malah duduk ditempat meja para ART itu berkumpul. Lea masih berdiri dengan diam lalu Junior menoleh ke arahnya.


"Duduklah!" Pinta Junior. Dengan cepat Lea duduk dihadapan junior.


Junior tersenyum. "Aku ingin menemanimu sarapan." Sahut Junior dengan senyuman. Seketika Lea terlihat sangat canggung. Sebuah jawaban yang tidak pernah dia samgkah akan keluar dari mulut Junior.


Menemaniku sarapan? dia sedang sakit atau apa? sungguh dia membuatku menjadi gugup saat ini.


Lea dengan cangung meminum susu dan menyantap makannya didepan Junior. Tatapan Junior belum berpindah hingga Lea menyelesaikan makanannya.

__ADS_1


"Aku akan menunggumu manda dan berganti pakaian." Ucap Junior. Lea mengangkat alisnya dengan bingung


"Aku akan mengantarmu kekampus hari ini."


"Tapi kak, aku."


"Aku menunggumu diruang tamu." Belum selesai Lea berbicara Junior langsung memotong pembicaraannya. Junior pergi dan membiarakan Lea yang terlihat kebingungan sejak tadi.


Lea dengan cepat berlari untuk mandi. Dia tidak ingin membiarkan Junior menunggunya dengan lama. Masih penuh pertanyaan Lea mengahmpiri Junior setelah dia telah siap. Junior masih tersenyum seperti tadi sehingga Lea semakin tertekan dengan senyuman itu.


"Kak maaf membuatmu menunggu." Ucap Lea


"Aku rela menunggumu lebih lama dari ini. Jangan merasa tidak enakan Karena saat ini aku akan terus menunggumu setiap pagi." Jawab Junior santai.


Lea melonggo dengan penuh tanya.

__ADS_1


Sungguh aku tidak mengerti dengan sikapnya.


__ADS_2