
Intan meraih tangan Luna lalu mengangkatnya. Intan memeluknya dengan mengelus belakang Luna dengan pelan. Bryan dan Bastian bersandar dinding dengan wajah cemas.
"Kamu yang sabar Lun, maafkan aku yang telah menyakitimu." Ujar Intan lirih. Luna hanya bisa menangis dalam dekapan Intan.
"Aku juga minta maaf Intan, kita tidak pernah terlihat baik selama ini." Sahut Luna pelan.
"Duduklah! Kamu terlihat sangat lelah." Pinta Intan.
Intan dan Bryan saling tatap. Ada rasa yang tertinggal diantara mereka berdua. Pernah menjalin kasih hingga membuat Luna tersakiti oleh mereka saat itu.
"Ken sangat baik kepadaku, aku sangat syok mendengar kabarnya dari media." Timpal Intan.
"Aku pikir karena kamu menyukai Ken hingga kamu berlari secepat itu datang kesini." Kata Bryan tanpa menatap Intan.
"Kau!" Teriak Intan tetapi ucapannya terpotong saat dokter keluar dari ruang operasi.
"Keluarganya Tn.Ken?" Panggil dokter tersebut.
Tanpa waktu lama Luna langsung berlari kearah dokter tersebut.
"Tn.Ken akan kami pindahkan keruang perawatan. Lukanya tidak terlalu dalam sehingga nyawanya masih bisa diselamatkan." Ucap dokter tersebut.
"Syukurlah!" Ucap mereka secara bersamaan.
Setelah beberapa jam dipulihkan, Ken langsung dipindahkan diruang rawat dengan fasilitas VVIP. Mereka masih setia menemani Luna walaupun hari sudah gelap.
__ADS_1
"Apa kita sedang reunian?" Ucap Bastian seraya memandangi satu persatu wajah temannya.
"Aku rasa Ken akan mengusirmu jika dia melihatmu!" Ucap Intan ketus menatap sinis kepada Bryan.
"Jika kamu masih menyukaiku katakan saja! Tapi maaf aku telah menikah untuk kedua kalinya." Balas Bryan sama ketusnya.
"Cih.. siapa yang peduli denganmu..entah kamu menikah atau tidak itu bukan urusanku!" Jawab Intan masih dengan nada sinis.
"Hei..hei.. kalian berdua bisa tidak jangan membawa masalah pribadi dalam keadaan seperti ini!" Sambung Bastian meninggikan nada suaranya.
Bryan dan Intan saling membuang muka menghadap tempat yang berbeda.
"Non anda istirahat dirumah saja, biar aku dan Satya menemani Tn.Ken malam ini!" Kata Kris.
"Kamu sudah sadar Ken? Aku sangat khawatir." Ujar Luna kembali meneteskan air mata.
"Apa aku sedang bermimpi? Apa kita sedang reunian?" Tanya Ken masih terlihat bingung.
"Ken maafkan aku!" Sapa Bryan untuk pertama kalinya dengan nada sendu.
"Saudaraku, sahabatku..Bryan..?" Tanpa sadar Ken meneteskan air matanya.
"Ken! Ini pertama kalinya aku mendengar itu dari mulutmu." Bryan juga meneteskan air matanya.
"Maafkan aku Bryan." Sambungnya lirih. Suasana begitu haru melihat kedua sahabat dan mantan saudara itu kini berpelukan.
__ADS_1
"Jangan melupakan aku saat dia tidak menjadi sahabatmu Ken!" Ujar Bastian cemberut.
"Jangan membuatku tertawa Bastian, perutku masih terasa perih!" Ucap Ken tersenyum.
"Ken aku juga datang." Kata Intan.
"Cih.. Ken telah lupa siapa kamu!" Timpal Bryan ketus.
"Kau, pergilah istrimu telah menunggumu!" Jawab Intan.
"Hei..hei.. kalian semua adalah sahabatku. Maafkan aku telah menyakiti kalian selama ini." Jelas Bryan.
Mereka saling tatap terlebih dahulu. "We Love You Ken!"
"Aku hanya mencintai Luna, aku hanya mencintai istriku. Maafkan cintaku tidak bisa terbagi untuk kalian." Jawab Ken serius.
"Kau mau mati yah? Hahahaha." Kata Bastian, Bryan dan Intan lalu mereka tertawa.
Tidak ada luka yang abadi
Tidak ada cinta yang sempurna
Tidak ada sahabat yang sempurna
Ketika hatiku menyayangi kalian tetapi egoku terlalu besar sehingga aku lupa jika kalian terlalu berharga dalam hidupku.
__ADS_1