Love My Enemy

Love My Enemy
Episode 23


__ADS_3

"Ken?" Panggil Luna dari sofa tempatnya duduk.


"Hemm?" Jawab Ken berdehem.


"Bolehkah aku tidur dikamar terpisah denganmu?" Luna mengeluarkan kata-kata dengan ragu.


"Kau mau mati?" Jawab Ken dengan keras tapi dia menoleh ke arah Luna.


"Dasar kau brengsek! Mana ada wanita yang tahan bersamamu jika sifatmu seperti itu." Ucap Luna kesal tetapi Ken tidak peduli dengan ucapan Luna dia masih sibuk dengan Hpnya.


"Aku mau tidur akan aku matikan lampunya!" Seru Ken. Luna masih saja duduk tanpa bergeming mendengar perkataan Ken.


"Berapa kode password kamarmu? Aku ingin mencari angin diluar sana." Tanya Luna.


"Kau mau mati? Tidurlah.. wanita tidak baik berjalan sendiri dimalam hari tanpa pengawasan suaminya!"


"Apa? Hei...! Ken, mengapa kau tidak bunuh saja aku sekarang!" Teriak Luna dari tempatnya duduk.


"Karena aku mencintaimu!" Sahut Ken dengan pelan lalu dia menutup matanya.


Cih cinta katanya? Brengsek! Mana ada laki-laki yang mencintai wanita tapi selalu mengeluarkan kata-kata kasar kepadanya!


****


Keesokan harinya saat Ken terbangun, Luna tertidur disofa tanpa menggunakan selimut dan bantal. Rambutnya yang panjang terurai hingga menyentuh lantai. Ken tersenyum seperti ada sesuatu yang sangat membuatnya bahagia pagi itu. Seraya memegang dadanya Ken berjalan ke arah Luna tertidur.


"Gadis keras kepala! Apa susahnya sih jika kamu tidur bersamaku? Ini yang aku suka darimu sejak dulu..kamu selalu berani menentangku walaupun sebenarnya aku tahu kamu takut." Ucap Ken lalu menundukkan kepalanya untuk mencium kening Luna dengan lembut.

__ADS_1


Ken mengambil ponselnya lalu berbicara kepada pelayan yang berada dirumahnya.


"Siapkan makanan spesial pagi ini!" Ucap Ken pada panggilan telfonnya lalu meletakkan kembali ponselnya diatas meja.


Ken duduk diujung tempat tidur sambil menunggu Luna bangun. Saat Luna bergerak Ken berpura-pura kembali untuk tidur. Luna langsung duduk dan merapikan rambutnya.


"Cih lihat dia begitu nyenyaknya tidur sedangkan aku tersiksa semalaman disofa ini!" Ucap Luna kesal sambil memandangi Ken.


"Ken?" Panggil Luna.


Ken tak menyahut dan hanya berupura-pura tidur.


"Ken Adam!" Luna berteriak dengan keras.


Ken masih tidak menyahut akhirnya Luna berjalan ke arah Ken yang sedang tidur. Luna menggoyangkan tubuh Ken dengan keras tapi Ken menarik tangannya hingga tubuhnya roboh di atas tubuh Ken.


"Sejak tadi saat kamu masih tertidur." Sahut Ken kini wajah mereka hampir bersentuhan. Luna memalingkan wajahnya kesamping agar matanya tak menatap Ken.


"Ken aku lapar." Ucap Luna pelan.


"Tenyata ukuran dadamu besar juga yah."


"Apa? Ken lepaskan aku!" Teriak Luna sambil memberontak.


"Ukuran bokongmu juga lumayan besar." Ujar Ken sambil memegang bokong Luna.


"Dasar mesum! Lepaskan tanganku dari bokongku!" Luna masih terus berteriak

__ADS_1


tetapi Ken makin mempererat pelukannya.


"Tidurlah disampingku malam ini!"


"Cih.. apa kau benar laki-laki kesepian?" Gerutu Luna.


"Aku memang kesepian Lun, aku sangat kesepian selama ini. Jika kau kembali lagi kepada Bryan aku tidak tahu akan seperti apa hidupku tanpamu!" Ucap Ken dan kini dia melepaskan tangannya dari tubuh Luna. Untuk pertama kalinya dia mendengar suara Ken begitu sedih.


"Aku tidak mencintaimu Ken." Sahut Luna.


"Aku tidak butuh cinta darimu aku hanya butuh kamu disampingku Lun."


Luna berbaring disampingnya kini Ken kembali melingkarkan tangannya ditubuh Luna.


"Mengapa kamu menyukaiku Ken? Kamubu bisa mendapatkan wanita yang cantik, kaya, dan sesuai dengan kriteriamu."


"Kamu kriteria wanita yang aku sukai Lun."


"Aku serius Ken." Ucap Luna.


"Aku juga serius Luna."


"Kapan kamu mulai menyukaiku?"


"Sejak kita mulai bertengkar dan semakin hari aku semakin tertarik kepadamu. Aku heran mengapa rasa itu muncul tiba-tiba didalam hatiku Luna. Tapi aku tersiksa karena orang yang kamu sukai itu Bryan dan karena dia aku semakin ingin untuk menganggumu. Aku patah hati selama sebelas tahun karena kamu lebih memilih Bryan dari pada aku."


"Aku mencarimu saat itu Ken."

__ADS_1


"Aku ingin lari darimu tapi nyatanya aku tidak bisa karena aku semakin merindukanmu, aku semakin mencintaimu dan aku semakin tersiksa karena rasa ini." Ucap Ken dengan pelan sambil membelai rambut Luna dengan lembut.


__ADS_2