Love My Enemy

Love My Enemy
Episode 38


__ADS_3

Selepas luna berganti dia mengeringkan rambutnya dimeja rias, Ken duduk bersandar ditempat tidur sambil memperhatikan Luna saat mengeringkan rambutnya.


"Apa yang Bastian katakan hingga kamu menghindariku sejak tadi?" Seru Ken.


"Apa yang kamu khawatirkan jika Bastian mengatakan sesuatu." Sahut Luna dengan santai. Tangannya masih sibuk mengeringkan rambutnya dengan hairdryer.


"Aku hanya takut dia membuat kesalahan hingga membuatmu tersinggung." Timpal Ken.


"Apa kamu tahu kabar tentang Bella sekarang?" Jawab Luna tanpa menoleh kepada Ken.


"Mengapa kamu tiba-tiba menanyakan Bella?" jawab Ken sangat terkejut.


"Apa aku harus memberi tahumu alasanku bertanya tentang Bella? Mengapa wajahmu terkejut seperti itu? Bahkan kamu tidak mengenal Bella dengan dekat tapi kamu seperti orang yang sedang terlihat selingkuh." Jawab Luna masih terlihat santainya.


"Lun mengapa sikapmu seperti ini seharian ini?"


"Mengapa? aku pikir kamu telah lama mengenalku. Oh aku lupa mungkin karena aku telah lama pergi hingga semua keadaan telah berubah setelah aku kembali."


"Cukup Lun sebenarnya apa yang salah denganmu hari ini!" Ken berbicara dengan nada tinggi.

__ADS_1


"Apa yang salah denganku? Apa yang salah denganmu Ken? Aku pikir kamu pria yang berbeda saat pertama kali aku bertemu denganmu." Ucap Luna kini dia telah berhenti mengeringkan rambutnya dan menatap wajahnya dicermin.


"Apa yang sedang kamu bicarakan Lun? Apa yang salah denganku? Aku mencintaimu sejak dulu hingga sekarang." Jawab ken masih diposisi yang sama.


"Nikahi dia Ken!" Ucap Luna dengan lugas.


"Cih.. apa lagi ini? Lun kita sudah menikah, apa harus kita merayakan kembali pernikahan kita? Apa kamu menginginkan pesta yang lebih mewah dari sebelumnya?" Jawab Ken.


"Apa harus memperjelas kata-kataku Ken?"


"Luna berhentilah bercanda, aku tidak mengerti apa yang kamu bicarakan..!" Jawab Ken terlihat sangat pucat.


"Pasti Bastian yang telah mengatakan kebohongan ini padamu kan? Lihatkan dia berbohong lagi padamu. Dasar si brengsek itu!" Jawab Ken masih berusaha menghindar.


"Aku melihatmu disupermarket sedang memeluknya. Kris berada dibelakangmu sedang membawakan belanjaan kalian. Dia benar-benar bahagia berada didekatmu. Sepertinya hanya aku dirumah ini yang tidak mengetahui hubungan kalian."


Ken membungkam dengan lesu ditempat tidur. Satu kakinya menginjak lantai hingga dia melangkah secara perlahan menuju tempat Luna duduk. Ken berlutut dihadapan Luna dengan kedua tangannya berada dipangkuan Luna. Air matanya mulai menetes tetapi kepalanya menunduk. Luna juga ikut terdiam membiarkan Ken menangis dihadapannya hingga Ken benar-benar terisak dihadapannya.


"Haruskah takdir kita seperti ini Ken? harusnya aku tidak kembali."

__ADS_1


"Aku bingung Lun? Aku sangat takut kamu pergi lagi. Aku takut kehilanganmu dan Junior. Aku sangat mencintaimu sejak dulu hingga sekarang."


"Aku kembali membencimu Ken. Aku akan tetap bertahan untuk Junior walaupun sesakit apapun itu aku akan tetap bertahan. Aku pikir kamu bisa meniduri wanita lain selama aku pergi tetapi mengapa harus Bella? Mengapa harus sahabatku? Aku tidak yakin dengan cintamu sekarang jadi berhentilah mengatakan mencintaiku! Aku akan tidur bersama Junior setiap malam jadi pergilah bersama Bella agar aku tidak tahu jika kamu menemuinya pada malam hari." Ucap Luna dengan lirih. Air matanya kembali jatuh bersamaan dengan Ken yang masih berlutut dihadapannya.


"Lun aku sungguh minta maaf."


"Hikss..hiks..hiks.. aku tidak bisa memaafkan kamu Ken. Aku seperti sedang gila saat ini, aku sakit Ken, aku tidak tahu harus berbuat apa lagi, Ken.. haruskah seperti ini pertemuan kita? Haruskah kita selalu menyakiti? Bukan hanya kamu yang salah tapi aku yang salah karena telah membiarkan kamu sendiri dalam waktu yang lama hiks..hiks..hiks.. aku sakit Ken sangat sakit. Ken aku terjebak dalam cintamu tapi aku juga terjebak dalam kebencian jika berada didekatmu."


"Aku harus bagaimana Lun? Ini semua salahku. Harusnya aku tidak mengusirmu saat itu, harusnya aku mengerti dirimu saat itu." Ucap Ken.


"Nikahi Bella karena aku pernah merasakan bagaimana sakitnya mengandung tanpa seorang suami didekatmya."


"Luna aku tidak menikahi Bella. Aku mohon berhentilah mengatakan itu."


"Haruskah aku pergi agar kamu bisa menikahinya tanpa merasa bersalah kepadaku?" Sahut Luna lirih.


"Mengapa kamu selalu membuat pilihan yang sulit untukku Lun?"


"Kamu yang membuatnya menjadi sulit Ken."

__ADS_1


"Pergilah temui Bella malam ini dan katakan kamu akan menikahinya atau aku yang akan pergi malam ini jika jika kamu tidak ingin pergi. Jangan katakan kepada Bella bahwa aku mengetahui hubungan kalian dan anggap saja aku tidak kembali dalam hidupmu Ken." Ucap Luna. Dia melepaskan tangan Ken dari pangkuanya dan berjalan keluar dari kamar. Ken masih berlutut hingga kepergian Luna.


__ADS_2