
Permainan ranjang mereka ditengah-tengah konflik yang sedang terjadi membuat Luna terjebak dalam tubuh hangat Ken. Dia tidak bisa lari atau menolak lagi karena jujur dia juga sangat merindukan aksi mereka diatas ranjang. Hubungan mereka tidak pernah baik sejak Bella hadir dalam kehidupan mereka. Ken yang telah menjatuhkan tubuhnya disamping Luna dengan membungkus tubuhnya dengan selimut putih bersamaan dengan Luna. Mata mereka saling tatap sehingga sebuah kebencian dimata Luna seperti seketika hilang saat melihat Ken dengan senyuman indahnya sedang menatapnya.
"Aku akui sejak dulu Ken memang selalu tampan, mengapa ada lelaki seperti dia didunia ini? Ahhh dia telah menyakitiku berulang kali tapi semakin aku membencinya semakin besar pula rasa cintaku padanya." Batin Luna.
"Mengapa kamu menatapku seperti itu? Kamu ingin lagi? Aku pikir sekarang kamu menjadi bucin kepadaku. Akhirnya seorang Luna bisa bertekuk lutut karena mencintaiku." Ucap Ken dengan tawanya.
"Apa? Isss kau! Hei jika kamu tidak memaksa aku tidak akan melakukannya tadi!" Sahut Luna dengan memukul lengan Ken.
"Hahaha tapi kamu menikmatinya kan?" Ucap Ken masih tertawa.
"Dasar kau, selesaikan urusanmu dengan Bella. Aku tidak akan tidur dikamar ini sebelum kamu sadar dengan sikapmu terhadap aku dan dia!"
"Sayang, ayolah aku pikir masalah kita berdua telah selesai karena kita telah bercinta tadi. Aku tidak tahan jika tidur sendiri lagi, sayang ini sudah terlalu lama bagiku tidak sekamar denganmu. Ayolah jangan menyiksaku dengan kerinduan lagi!" Ujar Ken lalu memeluk Luna dengan penuh harap. Luna tidak membalas pelukannya sedikit tawanya tertahan ketika Ken sedang bermanja-manja dihadapannya.
"Jujur aku belum memaafkanmu Ken tapi untuk malam ini aku bisa kembali berada dikamar ini." Jawab Luna.
"Benarkah? Kamu tidak bohongkan istriku? Aku mencintaimu Lun." Balas Ken dengan kecupan lembut lagi di bibir merah Luna.
__ADS_1
Diluar sana tidak terdengar lagi suara Bella tetapi kini suara nyaring tengah memanggil mereka.
"Daddy? Mommy? Buka pintunya!" Suara Junior terdengar begitu nyaring. Luna dan Ken tersentak bersamaan.
"Junior? Astaga cepat pakai bajumu Ken, Hei tunggu dimana bajuku kamu lempar? Astaga Ken kamu merobeknya? Dasar kau!" Ucap Luna begitu panik, Ken juga sibuk memakai bajunya yang berada dilantai.
Setelah mereka telah memakai baju, Ken dan Luna bersamaan berdiri didepan pintu untuk membukakan Junior pintu.
"Daddy? Junior marah sama Daddy." Ucap Junior melingkarkan tangannya didadanya. Wajahnya cemberut dengan mulutnya yang manyun.
"Daddy tidak ajak Junior masuk kedalam kamar, mengapa mommy saja yang daddy ajak!" Junior masih mengomel.
"Hmm anak daddy udah pintar ngomel, sini daddy peluk." Ken memeluk Junior dan menciumnya.
"Maaf Tn.Ken, nona Bella masih menunggu anda diluar sana." Ujar Satya yang sejak tadi berdiri dibelakang Junior.
"Jun kamu sama mommy saja dulu yah, daddy ada urusan sebentar. Jangan keluar dari kamar sebelum aku kembali" Ucap Ken sambil menyerahkan Junior kepelukan Luna.
__ADS_1
"Hmm pergilah, buat keputusan yang bijak untuk kami berdua. Aku akan memukulmu jika kamu tidak berlaku adil." Sahut Luna menggeram kesal.
"Terima kasih masih mau memaafkan aku Lun." Ken memeluk Luna dan Junior secara bersamaan.
"Hei siapa yang memaafkanmu? Aku menyuruh pergi menyelesaikan masalah bukan berarti aku memaafkanmu!" Ujar Luna dengan nada tinggai.
"Ummmmaaaaach... tidak baik mempertontonkan kekerasan didepan anak. Aku mencintaimu gadis bodohku!" Ucap Ken dengan sebuah kecupan lalu berlari sebelum Luna kembali marah.
"Daddy kemana mom?" Tanya Junior.
"Hmmm daddy ada urusan dengan tante Bella, kita nonton aja yah dikamar. Eh mommy juga belikan cerita dogeng buat kamu." Ucap Luna.
"Hore, hore.. Junior sayang mommy." Ucap Junior bahagia. "Eh lupa Junior juga sayang daddy hehehe." Sambung Junior.
"Mommy juga sayang kamu Jun." Luna tersenyum.
"Semoga saja Ken memberi keputusan yang tepat untuk masalah ini." Gumam Luna dalan hatinya.
__ADS_1