Love My Enemy

Love My Enemy
Eposode 43


__ADS_3

Ken mencengkeram erat tangan Luna saat berada dikasir. Bryan hanya bisa menyaksikan Ken dengan kesal berada disamping Luna yang sedang menyelesaikan pembayaran.


"Ini total pembayarannya mba." Ucap seorang kasir.


"Lepaskan tanganku Ken, bagaimana aku bisa membayar semua buku-buku ini!" Jawab Luna kesal sembari memberontak.


"Kris selesaikan pembayaran ini!" Ucap Ken lalu menarik Luna berjalan. Saat mereka berpapasan dengan Bryan, Ken berhenti sejenak.


"Urusan kita belum selesai!" Ucap Ken dengan tegas.


Ken dan Luna berada didalam mobil sedangkan Kris masih berada didalam toko buku.


"Apa yang harus kukatakan kepadamu hah? Mengapa kamu bertemu Bryan? Apa kamu ingin kembali padanya? Kamu juga mau menikahi Kris. Apa kamu sudah gila Lun?"


Aiss..dasar kau brengsek Kris. Aku katakan hanya bercanda mengapa kamu melaporkannya kepada Ken!


"Aku lagi malas berdebat Ken, kamu mau pulang atau aku akan kembali didalam toko itu." Sahut Luna bersandar kursi mobilnya.


"Sayang, aku cemburu!" Seru Ken lalu memeluk Luna.


"Kris berada diluar, lepaskan pelukanmu!" Perintah Luna. Ken bukannya melepaskan dia mempererat pelukannya.


"Aku bingung akan membawa hubungan ini kemana Ken, haruskah kita bercerai? Aku sungguh tidak bisa lebih lama lagi berpura-pura baik-baik saja dihadapan semua orang. Aku sakit jika bersamamu! Aku juga tidak ingin kamu meninggalkan Bella dalam keadaan seperti itu." Ucap Luna sedih.

__ADS_1


"Aku tidak akan mau bercerai darimu!"


"Kamu egois Ken!"


"Aku mencintaimu!"


"Inikah cintamu? Menghamili wanita lain dan kamu masih bilang mencintaiku? Aku sudah pernah meninggalkan laki-laki yang telah mengkhianatiku karena menghamili wanita lain dan aku juga bisa melakukan itu kepadamu Ken."


"Jika kamu tidak mencintaiku setidaknya pikirkan tentang Junior, dia sangat bahagia saat ini karena memiliki orang tua yng lengkap."


"Aku membencimu!"


"Aku akan tetap mencintaimu! Besok pernikahan Bastian dan Farah kita akan pergi bersama?" Ujar Ken sama-sama menyandarkan kepalanya di kursi mobil.


"Aku akan membunuh seseorang itu jika aku melihatnya berada didekatmu!" Balas Ken masih terlihat santai tapi suaranya begitu bergetar karena marah.


"Kamu mau membunuh anakmu? Aku akan pergi bersama Junior." Jawab Luna.


"Kita akan pergi bersama. Jangan berani untuk mencari celah untuk menemui Bryan lagi. Aku benar-benar akan bertindak lebih marah lagi dari kejadian tadi!" Ancam Ken.


"Cih bunuh saja aku agar kamu bisa puas!"


Ken mencengkeram bahu Luna dan menciumnya dengan paksa.

__ADS_1


Prakk.. sebuah tamparan mengenai wajah Ken dengan keras.


"Jangan menyentuhku! Aku benar-benar sedang jijik kepadamu Ken. Aku tidak sudi menerima ciuman atau hubungan badan darimu! Aku sangat jijik karena kamu sudah memakai wanita lain kemudian kamu bermanis-manis dihadapanku! Suruh Kris masuk dan pergi dari sini." Kata Luna.


Ken membuka kaca mobilnya menatap Kris yang sedang berdiri tegas disamping mobilnya.


"Jalan!" Ucap Ken lugas.


Kris dengan segera masuk kedalam mobil. Suasana didalam mobil begitu dingin dan diam. Mereka sibuk dengan pandangan yang berbeda. Kris berada dibagian depan sedang menyetir sedangkan Ken dan Luna duduk dibagian belakang dan memberi jarak satu sama lain.


Sesampainya dirumah Ken menarik Luna dengan kasar, diruang tamu sedang duduk seorang tamu laki-laki dan Bella yang sedang terseduh menangis dihadapannya. Ken tetap memegang erat tangan Luna terhenti dipintu.


"Siapa dia?" Tanya Ken kepada Bella.


"Akulah ayah dari anak itu." Sahut lelaki tersebut.


"Bohong Ken, dia hanya.."


"Bawa dia keluar dari rumah ini! Jelaskan besok dipengadilan! Kita cerai!" Ucap Ken dengan tegas lalu kembali menarik Luna dengan kasar hingga ke kamar. Ken menjatuhkan Luna ketempat tidur dan menindihya dengan kuat. Diluar kamar Bella terus mengetuk pintu memanggil nama Ken dengan keras.


"Apa aku harus menyetubuhimu dengan kekerasan? Sudah berapa lama kita tidak melakukan ini?"


"Ken aku sangat membencimu." Ujar Luna sembari memukul dada Ken. Ken hanya tersenyum dengan pukulan Luna tanpa memedulikan Luna yang sedang berteriak memukul dadanya. Diluar sana Bella masih terus mengetuk pintu kamar mereka dengan memanggil nama Ken berulang kali

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2