
"Katakanlah apa hasilnya?" Ken berdiri didepan kamar mandi. Luna beradu pandang dengannya sambil membawa test pack yang dia sembunyikan dibelakangnya.
"Sayang bagimana hasilnya? kamu hamilkan?" Timpal Ken terlihat tidak sabaran.
"Lihat ini!" Luna memperlihatkan test pack dengan tersenyum.
"Dua garis? Kamu hamil kan? Sayang aku akan punya anak lagi? Terimakasih Luna. Umaaccchhh." Ken memeluk Luna dengan erat.
Luna berjalan ke arah tempat tidur dengan wajah murung. Ken mengikutinya berjalan bersama hingga mereka duduk ditepi tempat tidur.
"Hei mengapa wajahmu cemberut?" Tanya Ken bingung.
"Dr. Clara? Siapa dia? Sepertinya kamu sangat dekat dengannya. Apa dia mantanmu lagi atau dia kekasih semalammu?"
"Huss kamu itu bicara apa? Dia temanku saat SD. Kami memang dekat walaupun jarang bertemu." Jawab Ken.
"Aku cemburu!" Ucap Luna menunduk.
"Percaya padaku Lun, aku dan dia hanya sebatas teman." Jawab Ken meyakinkan Luna.
Luna berbaring terlentang sedangkan Ken masih duduk ditepi tempat ditidur sambil melihat bingung ke arah Luna.
"Aku tidak percaya kepadamu lagi Ken, sudahlah aku mau tidur. Pergilah kekantor kamu tidak perlu menemaniku disini!" Sambung Luna kini dia memiringkan badannya hingga membelakangi Ken.
Ken ikut berbaring disampingnya dan memeluknya dari belakang.
__ADS_1
"Maafkan aku Lun, aku bahagia kamu cemburu kepadaku tapi dia bukan siapa-siapa untukku. Percayalah aku tidak melakukan kesalahan lagi." Ken masih membujuk Luna yang dibakar api cemburu.
"Entahlah aku belum bisa percaya sepenuhnya kepadamu. Teruslah memelukku seperti ini hingga aku terbangun." Ujar Luna lalu menutup matanya.
"Baiklah, aku akan memelukmu hingga kamu terbangun." Sahut Ken.
Saat senja Luna baru saja terbangun, Ken masih berada disampingnya sambil menonton dari tempat tidur. Satu tangannya masih melingkar ditubuh Luna sesuai dengan janjinya.
"Ken ternyata kamu masih berada disini." Ujar Luna berusaha membuka matanya.
"Aku masih bersamamu Lun." Jawab Ken lalu menciumi puncak kepala Luna.
Luna tersenyum menatap Ken.
"Aku tahu aku salah Lun, andai saja aku tidak bertemu dengannya saat itu pasti kamu tidak akan terluka."
"Sudahlah semua sudah terjadi, aku juga salah kerena telah meninggalkanmu waktu itu, andai aku bertahan disisimu pasti kejadian itu tidak akan terjadi."
"Mari memulai hubungan yang baru, kita pernah bersalah dimasa lalu dan semoga kedepannya kita akan bahagia." Ucap Ken.
"Hmmm aku berharap begitu suamiku." Luna kini melingkarkan tangannya diditubuh Ken.
Tok..tok..tok..
"Mommy? daddy?" teriak Junior dari luar kamar.
__ADS_1
"Kita melupakan anak kita Lun?"
"Hehehe iya, sana bukakan Jun pintu." Perintah Luna. Ken berjalan ke arah pintu untuk membuka pintu. Junior berdiri dengan cemberut dihadapan Ken.
"Daddy jahat!" Ujar Junior sambil memajukan bibirnya cemberut.
"Anak daddy sini daddy peluk dulu. Maaf ya daddy lagi jaga mommy karena didalam perut mommy ada dede bayi. Mommy lagi sakit Jun." Mata Junior melotot.
"Dede bayi?" Junior langsung berlari meninggalkan Ken yang tengah berjongkok dihadapan Junior.
"Mommy? Benarkah ada dede bayi disini?" Junior telah berada ditempat tidur sambil meletakan tangannya diperut Luna.
"Benar sayang." sahut Luna.
"Hore, hore Jun akan punya adik." Teriak Junior sambil lompat-lompat diatas tempat tidur.
Ken berjalan ke arah mereka. Senyumannya semakin melebar saat melihat kebahagiaan Junior dan Luna.
"Aku mencintai kalian." Batin Ken.
Mereka bertiga tertawa bersama ditempat tidur. Canda tawa mereka begitu iklas terpancar di wajah mereka terkadang sesekali Ken menjahili Junior dengan memeluk Luna tanpa memberi izin kepada Junior untuk memeluk mommynya. Junior beberapa kali melayangkan pukulan ditubuh Ken saat dia tidak mendapatkan kesempatan untuk memeluk mommynya. Rengekan Junior terdengar keras membuat Ken begitu senang menjahili anaknya.
(KEN POV)
Andai waktu bisa diputar kembali aku tidak membuatmu terluka, andai waktu bisa diputar kembali aku tidak ingin bermusuhan dengan Bryan, andai waktu diputar kembali aku tidak ingin membuat Bella kecewa, andai waktu diputar kembali aku ingin menjadi pria yang bertanggung jawab atas semua kesalahnku. Aku hanya manusia biasa tidak luput dari kesalahan dan dosa dan semua itu sulit untuk kukendalikan. Andai semua bisa berjalan sesuai rencanaku aku tidak akan membiarkan Bryan, Bella dan dia yang sangat kucintai Luna Aurora tersakiti olehku. Semua karena cinta hingga membuat aku membalas kekecewaanku dengan kepada mereka, andai ayahku tidak menikah lagi, andai ibuku tidak meninggal dan semua itu masih terasa sakit jika aku kenang. Bryan, aku tahu kamu sama tegarnya denganku tapi hubungan kita sebagai sahabat benar-benar telah berakhir. Bella jika suatu saat nanti kita bertemu aku ingin kamu menamparku lebih keras hingga rasa sakit hatimu bisa terbalaskan dan kamu istriku aku akan berada disisimu walaupun aku tahu rasa benci itu masih mengakar didalam hatimu. Aku tidak akan membiarkan lagi orang yang aku sayangi menjadi musuhku. Aku mencintaimu Luna sejak dulu hingga sekarang.
__ADS_1