Love My Enemy

Love My Enemy
Episode 18


__ADS_3

Kedua insan itu terdiam saling berpandangan. Wangi bunga bisa tercium didalam ruangan tersebut membuat suasana menjadi sangat indah seperti berada ditaman bunga. Ken masih menunggu jawaban yang keluar dari mulut Luna.


"Perasaanku masih tetap sama seperti dulu. Aku masih mencintai Bryan." Jawab Luna dengan lugas.


"Aku hanya bercanda mengatakan itu. Tidak mungkinlah aku menikah dengan gadis bodoh sepertimu. Baiklah aku hanya datang membeli sebuket mawar putih untuk pacarku. Buatkan pesananku setelah itu aku pergi!" Sahut Ken dengan santai.


"Yah.. aku tahu kamu hanya mempermainkan aku seperti dulu maka dari itu aku tidak akan pernah menyukaimu Ken seperti gadis-gadis lain." Balas Luna lalu beranjak dari tempat duduknya untuk merangkai bunga yang Ken pesan.


Ken masih duduk tapi kali ini dia menundukkan kepalanya. Luna berdiri dihadapannya tetapi dia masih menundukkan kepalanya tanpa menatap Luna.


"Besok aku akan membayar utangku Ken. Berikan nomor telfonmu, aku akan menemuimu!"


"Mana bungaku?" Ucap Ken tanpa menjawab ucapan Luna.


"Ken aku serius akan membayar utangku padamu!" Seru Luna menarik tangan Ken yang kini berdiri dihadapannya.


"Apa kau tidak punya telinga? Berikan bunga itu!" Teriak Ken.


"Ini bungamu tapi berikan aku nomor telfonmu!" Luna juga ikut meninggikan nada suaranya.


Ken melepaskan tangannya dari genggaman Luna. Dia tidak menatap Luna tetapi langsung melangkah pergi tanpa berpamitan.


"Cih.. pria itu! Seperti apa pacarnya yang dia berikan bunga itu? Aku rasa pacarnya selalu tertindas karena sifatnya yang kasar." Gerutu Luna dengan kesal.


****


Keesokan harinya beberapa orang lelaki datang ketoko dengan membawa berkas ditangannya. Luna dan Farah menyambut mereka dengan senyuman saat dipintu masuk.

__ADS_1


"Mau beli bunga apa mas?" Sapa Luna dengan sopan.


"Maaf mba kami akan menggusur toko ini karena tempat ini akan dibangun ruko yang lebih bagus." Seru seorang lelaki.


"Menggusur? Tapi kan aku masih mengontrak toko ini selama dua tahun." Sahut Luna sangat terkejut.


"Silahkan anda menghubungi pemilik tanah yang baru karena kami tidak tahu menahu soal itu. Kami hanya menjalankan tugas dari bos kami Tn. Ken." Ucap laki-laki tersebut.


"Ken? Maksud anda Ken Adam?" Kata Luna seperti sedang syok.


"Iya Tn. Ken Adam. Jika anda ingin komplain silahkan bertemu dengannya. Tn. Ken menanti anda dengan senang hati." Sahut pria tersebut.


Luna terduduk dikursi sedangkan Farah hanya bisa mengelus belakang temannya itu.


"Ken apa sebenarnya maumu? Mengapa sejak dulu kamu selalu membuat hidupku berada dalam masalah? Mengapa harus tempat ini yang kamu beli sedangkan begitu banyak tempat yang lebih strategis dari tempat ini. Ken aku sangat membencimu!" batin Luna.


"Lun tenangkan dulu pikiranmu." Ucap Farah.


"Antar aku sekarang!" Luna berteriak kepada anak buah Ken.


"Silahkan ikuti kami!" Ucap anak buah Ken.


"Ra, aku titip toko hari ini!" Kata Luna kepada Farah.


Luna mengikuti anak buah Ken masuk kedalam mobil. Farah terlihat cemas saat Luna meninggalkan dia ditoko.


"Semoga kamu baik-baik saja Lun." Gumam Farah dalam hatinya.

__ADS_1


Setibanya di rumah yang pernah Luna datangi dulu ketika Ken mengurungnya didalam kamar. Luna tidak meluaskan pandangannya seperti dulu karena dia masih sangat emosi. Anak buah Ken berbisik kepada penjaga yang berdiri didepan pintu masuk rumah Ken. Setelah beberapa menit menunggu akhirnya seorang pengawal yang Luna kenali sejak SMA tersenyum ke arah Luna.


"Silahkan masuk kedalam kamar Tn. Ken Nn. Luna." Katanya sopan seraya menundukkan kepalanya.


"Mengapa harus dikamarnya?" Tanya Luna.


"Karena Tn. Ken mau bertemu anda dikamarnya Nn. Luna."


"Baiklah!" jawab Luna dengan tegas.


Saat Luna berdiri didepan pintu kamar Ken, Ken membuka pintu dengan santainya lalu memberikan senyuman kepada Luna.


"Masuklah!" perintah Ken.


Luna masuk langsung menuju tempat tidur. Dia duduk dengan wajah emosi menatap Ken yang masih berdiri dipintu yang telah tertutup.


"Mengapa kamu lakukan ini kepadaku Ken? Aku tahu kamu menyukai tubuhku sejak dulu maka dari itu aku akan memberikannya kepadamu hari ini tetapi kamu janji jangan pernah menggangguku lagi!" Teriak Luna.


"Jangan menyesali kata-katamu karena aku tidak memintanya!" Ucap Ken lalu melepaskan kancing bajunya satu persatu.


Luna tidak menyangka jika rencananya untuk menggertak Ken gagal. Dia pikir Ken tidak akan mau meniduri gadis yang tidak dia sukai. Ken berjalan ke arahnya hingga berjarak sangat dekat dengannya. Luna terlihat gugup, detak jantungnya semakin cepat saat Ken berhadapan dengannya.


"Aku tidak akan memakai wanita bekas pria lain!" Kata Ken masih berdiri dihadapan Luna.


"Lakukan sekarang atau tidak Ken? Aku mohon Ken setelah ini jangan ganggu hidupku lagi. Aku mohon Ken berhentilah menyiksaku!" Jawab Luna sambil menundukkan kepalanya.


"Baiklah!" Jawab Ken yang kini duduk ditempat tidur sambil memegang dagu Luna.

__ADS_1


__ADS_2