Love My Enemy

Love My Enemy
Episode 35


__ADS_3

Lima tahun yang lalu saat Ken berada dalam tingkat stress yang tinggi saat Luna meninggalkannya. Ken melempar beberapa gelas kaca yang ada dihadapannya diruang pribadinya saat di bar. Bastian dan Bella juga berada ditempat yang sama dengannya. Bella mabuk berat karena pernikahannya dengan kekasihnya dibatalkan dengan alasan yang tidak diketahui olehnya. Sedangkan Bastian tetap bersama cinta satu malamnya didalam ruangan itu.


Bella yang saat itu sedang mabuk dan tidak bisa berdiri lagi hingga larut malam. Ken hendak pergi tetapi Bella telah jatuh tergeletak dilantai. Ken mengangkat Bella hingga kedalam mobilnya dan membawanya pulang ke rumahnya. Ken tidak tahu akan membawa Bella kemana karena saat itu Bella sedang tidak sadarkan diri karena mabuk.


Ken membawa Bella masuk kamar tamu dan membaringkanya ditempat tidur. Saat Ken hendak melangkah Bella menarik tangannya hingga Ken terjatuh tepat berada diatas tubuh Bella. Bella menarik kepala Ken hingga bibir mereka mulai menyatu tetapi Ken tidak menolak saat Bella melakukan itu. Ken sebagai laki-laki normal tidak bisa menolak ajakan seorang wanita yang kini telah melepaskan pakaiannya itu dihadapannya.


Keesokan harinya dengan wajah berseri-seri Bella berbaring diatas dada Ken sambil memandangi Ken yang sedang telelap.


"Walaupun aku sedang patah hati setidaknya aku telah bersama seorang pangeran pagi ini. Ken, jika kamu tahu sejak lama aku menyukaimu dan aku tidak akan menyia-nyiakan kamu seperti Luna yang telah menyia-nyiakan kamu dari hidupnya. Aku tahu Luna memang pintar dan cantik tapi dia tetap saja bukan wanita yang beruntung." Ucap Bella.


Ken mulai membuka matanya ketika Bella kembali menciumi dadanya dengan lembut. Ken kembali menggeliat dengan sikap Bella pagi itu hingga mereka melakukan permainan itu kembali pada pagi harinya.


Lima tahun mereka menjalani hubungan tanpa status yang jelas. Mereka saling memuaskan dan saling menguntungkan satu sama lain dan tanpa Ken sadari dia mulai mencintai Bella. Hubungan mereka mengalir begitu saja walaupun Ken telah menjelaskan kepada Bella jika dia kembali bersama Luna maka Bella harus menerimanya dengan lapang dada.


*****


Saat malam hari Ken baru tiba. Junior dan Luna sedang bermain diruang keluarga ditemani oleh bi Vanya dan Nensi.


"Daddy? Junior berlari memeluk Ken.

__ADS_1


"Hai anak Daddy." Sapa Ken sembari memeluk Junior.


"Mana permainan yang daddy janjikan?" Ucap Junior.


"Kris bawakan semua permainan itu kedalam kamar Junior." Perintah Ken. Kris masuk dengan membawa banyak mainan hingga Junior melompat kegirangan.


"Hai sayang maaf tadi aku tidak menemanimu mengantar Junior untuk pertama kalinya dia masuk sekolah baru." Ucap Ken kini tangannya melingkar ditubuh Luna.


"Terima kasih telah menjadi daddy yang baik untuk Junior Ken." Sahut Luna kini dia juga memeluk Ken.


Junior telah masuk kedalam kamar bersama Kris dan Satya.


"Kamu harus istirahat Ken. Besok kamu akan masuk kerja lagi." Ucap Luna.


"Ken apa yang kamu lakukan?" Ucap Luna saat Ken mengangkat tubuhnya dihadapan kedua ARTnya.


"Kamu akan tahu apa yang aku lakukan saat kita berada didalam kamar sayang." Ucap Ken melangkah pergi membawa Luna masuk kedalam kamarnya.


"Bi Vanya, aku merasa kasihan melihat non Luna. Bagaimana jika dia tahu bahwa Tn.Ken telah mempunyai kekasih? Dan bagaimana jika dia tahu jika kekasihnya itu adalah sahabatnya?" Ucap Nensi lirih.

__ADS_1


"Harusnya non Luna tidak pergi saat itu. Harusnya dia kembali lagi kerumah ini." Sahut Bi Vanya.


"Harusnya Tn.Ken tidak mengusirnya saat itu, harusnya Tn.Ken lebih sabar saat itu." Jawab Nensi kembali.


"Harusnya non Luna mencintai Tn.Ken saat itu, harusnya mereka tidak sering bertengkar saat itu." Balas bi Vanya.


"Apa kita berdua akan gila karena terus berbohong dihadapan Non Luna." Ujar Nensi.


"Aku pikir sepertinya itu akan terjadi." Timpal bi Vanya dengan wajah cemberut.


Mereka berdua menghela nafanya secara bersamaan lalu saling tatap dalam ketakutan.


"Kita jahat ya bi kepada non Luna." Ujar Nensi kembali.


"Iye neng, bibi juga sangat merasa bersalah. Tapi non Bella juga sangat baik kepada kita." Jawab bi Nensi.


"Jadi kita harus bagaimana ini bi?" Nensi mulai bersandar dibahu bi Vanya.


"De ayo tidur." Ucap Satya kepada Nensi.

__ADS_1


"Iya mas." Sahut Nensi.


Waktu begitu cepat berlalu hingga Satya dan Nensi terjebak cinta lokasi dan telah menikah. Kris masih terus menjomblo saat usianya telah mencapai kepala empat puluh.


__ADS_2