
Pagi harinya Ken terbangun dengan perasaan bahagia. Dia meraba kesampingnya tetapi hanya Junior yang ada ditempat tidur tersebut. Ken menciumi puncak kepala Junior lalu pergi mencari Luna. Saat dia keluar dari kamar bi Vanya terlihat sangat gugup berdiri didepan pintu.
"Bi ada apa? Dimana istriku?" Tanya Ken.
"Ada diruang tamu tuan. Nona muda.." Ucapan bi Vanya terputus ketika Ken telah melangkah pergi. Ken tersenyum bahagia karena bisa tidur bersama Luna setelah tiga malam mereka pisah ranjang.
Saat diruang tamu Ken terhenti dengan sangat terkejut melihat dua wanita sedang duduk saling berhadapan.
"Sayang?" Sapa Bella lalu berlari memeluk Ken. Ucap Ken tanpa membalas pelukan dari Bella tetapi tatapannya tak berpindah dari Luna yang berpura-pura santai dihadapan mereka.
"Siapa yang menyuruhmu datang kerumah ini?" Ucap Ken dengan nada tinggi. Bella tersentak hingga dia meneteskan air mata.
"Mengapa kamu memperlakukan aku seperti ini Ken? Aku hanya ingin bersamamu apakah itu salah? Aku mengandung anakmu harusnya aku juga pantas mendapatkan cinta darimu secara utuh. Aku menemanimu selama wanita itu pergi dan apa yang aku dapatkan sekarang? Kamu mengacuhkan aku dan tidak pernah menganggap aku ada dalam hidupmu Ken! Hikss..hiks..hiks.. kamu jahat Ken!" Ucap Bella dengan tersedu. Luna masih terdiam diantara mereka. Dia beranjak dari duduknya dan melangkah pergi tetapi Ken menahan tangannya untuk pergi sedangkan tubuh Ken sedang melingkar tangan Bella.
"Aku mengurungkan niatku untuk tidak menikah dengan Ken. Aku ingin Ken bertanggung jawab dan menikahiku secepatnya sebelum perutku semakin membesar." Sambung Bella dengan lirih. Luna melepaskan tangannya dengan kasar.
"Urus masalah kalian diluar rumah ini. Aku tidak ingin anakku melihat kejadian ini." Sahut Luna lalu melangkah pergi.
__ADS_1
Luna masuk kedalam kamar. Dia terduduk disudut ruangan dengan menundukkan kepalanya. Air matanya kembali jatuh dengan suara nafasnya yang terdengar tersengal-sengal.
"Aku harus bagaimana? Perasaan ini sungguh sakit. Aku rasa aku sudah tidak mampu bertahan tapi bagaimana dengan Juniorku?" Batin Luna.
Setelah cukup lama dia menangis didalam kamar, Ken membuka pintu dengan pelan berjalan ke arah Luna duduk. Ken juga ikut duduk dihadapannya sembari meraih tangan Luna.
"Dia meminta untuk tinggal bersama kita setelah menikah sayang." Ucap Ken.
Luna semakin terasa sesak dengan perkataan Ken.
"Aku dan Junior akan pergi! Aku memutuskan untuk bercerai." Sahut Luna mengangkat kepalanya hingga matanya menatap Ken.
"Kemu egois Ken, aku tidak bisa hidup bersamanya dirumah ini. Aku menyuruhmu menikahi dia tapi bukan untuk tinggal bersama dia dalam satu atap!" Kata Luna dengan lantang.
"Bella mengancamku untuk bunuh diri jika kamu tidak menginginkan dia tinggal bersama kita." Sambung Ken.
"Apa dia telah kehilangan akalnya? Gadis itu!" Ucap Luna kesal.
__ADS_1
******
Junior menatap lekat wanita yang baru tiba bersama daddynya itu. Luna berada disampingnya sambil memegang tangan Junior dengar erat. Beberapa kali dia menghela nafasnya berusaha siap dengan apa yang akan dia hadapi kedepannya.
"Hai anak ganteng perkenalkan aku.."
"Dia bukan siapa-siapa nak. Panggil saja dia tante." Ken menyela pembicaraan Bella yang ingin memperkenalkan dirinya sebagai ibu kedua untuk Junior.
"Antar Bella masuk kedalam kamarnya bi!" Pinta Ken kepada Nensi dan bi Vanya. Ken lalu menarik tangan Luna dan menggendong Junior masuk kedalam kamarnya.
Bella menghentakkan kakinya dengan kesal menatap kepergian Ken.
"Harusnya aku yang pantas tidur dikamar utama. Sejak dulu dia selalu menjadi yang dibanggakan dan dicintai setiap orang. Sudah lama aku ingin membalas kekesalan ini. Dia tidak tahu betapa aku sangat membencinya saat itu!" Ucap Bella kesal. Bi Vanya dan Nensi saling tatap melihat majikan baru mereka berkata tanpa takut dihadapan mereka.
Nensi berbisik kepada bi Vanya setelah Bella masuk kedalam kamarnya.
"Bi ternyata dia tidak sebaik yang kita pikirkan!"
__ADS_1
"Huss jangan ikut campur urusan mereka, kita hanya debu dirumah ini." Sahut Bi Vanya.
"Iyalah aku tahu." Balas Nensi pasrah.