Love My Enemy

Love My Enemy
Epsode 34


__ADS_3

Pagi harinya Ken membawa Junior untuk masuk kesekolah baru tentunya sekolah itu adalah milik Ken sendiri. Luna begitu bahagia duduk dikursi belakang bersama Ken dan Junior. Kebahagiaannya kini telah lengkap bersama suami dan anaknya.


"Daddy apakah aku akan masuk kesekolah baru?" Tanya Junior dengan mainan yang ada tangannya.


"Iya nak, kamu akan pindah kesekolah baru. Nanti daddy tidak ikut mengatar kamu karena daddy harus pergi kekantor. Mommy saja yang jaga Junior." Sahut Ken seraya membelai kepala Junior.


"Tapi aku maunya sama daddy bukan sama mommy!" Junior memeluk Ken sambil merengek.


"Junior, daddymu mau kerja nanti pulang kerja ketemu lagi dirumah." Seru Luna berusaha menenangkan Junior.


"Nanti daddy belikan mainan baru yah sayang." Ujar Ken kembali.


"Janji?" Ucap Junior.


"Daddy janji sayang." Sahut Ken sambil tersenyum.


Setibanya digerbang sekolah Ken menggendong Junior keluar dari mobil.


"Lun aku tidak bisa mengantarmu masuk nanti Satya akan menemanimu. Kepala sekolah Junior akan menyambut kalian saat tiba disana. Aku sudah menelfon mereka untuk memberi tahu kedatanganmu dan Junior." Ucap Ken seperti terlihat terburu-buru.

__ADS_1


"Tapikan.." Luna ingin berbicara tetapi Ken telah membalikkan badannya masuk kedalam mobil.


Ken membuka kaca mobil dan melambaikan tangannya lalu pergi. Luna terdiam sejenak entah mengapa hatinya begitu gusar dengan sikap Ken pagi ini.


"Ayo nak kita masuk kedalam sekolah barumu." Ajak Luna diikuti oleh Satya dibelakang mereka.


Didalam mobil Ken duduk dibagian belakang sambil termenung. Kris melihatnya dari kaca spion seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Apa kita langsung menuju rumah sakit sekarang Tn.Ken?" Tanya Kriss.


"Hemm iya." Sahut Ken lugas.


Seoarang wanita sedang tersenyum ke arah Ken tetapi tidak dengan Ken. Ken nampak bingung diikuti dengan Kris yang juga terlihat datar berdiri dibelakang Ken. Ken duduk seraya menciumi kening wanita tersebut. Kris masih saja berdiri tegap dibelakang Ken dengan wajah datarnya.


"Apa kamu sudah merasa baikan Bella?" Tanya Ken kini dia menggenggam erat tangan Bella dengan erat.


"Aku merasa lebih baik berada disini. Kamu kapan kembali dari luar kota?" Tanya Bella.


"Dua hari yang lalu maaf aku baru menemui sekarang." Sahut Ken masih terlihat gundah.

__ADS_1


"Ken ada yang ingin aku sampaikan kepadamu." Sahut Bella dengan wajah berseri-seri.


"Katakanlah, aku akan mendengarkannya." Ujar Ken.


"Kamu akan memiliki anak Ken, aku ternyata sedang hamil." Ucap Bella.


Ken bagaikan disambar petir dengan mata melotot menatap Bella. Tangannya tidak lagi menggenggam erat tangan Bella seperti tadi dan posisinya kini tersandar lesu dihadapan Bella. Bella bisa mengerti dengan ekspresi Ken saat ini.


"Luna telah kembali Bell." Ujar Ken pelan seraya menundukkan kepalanya.


Bella sama terkejutnya dengan Ken. Wajahnya seketika pucat dengan menerkam selimut yang menutupi badannya. Mulutnya membungkam sedangkan matanya mulai berkaca-kaca.


"Harusnya dia tidak kembali lagi. Harusnya dia pergi untuk selamanya dari kehidupanmu, harusnya kamu tidak menerimanya lagi setelah apa yang dia lakukan kepadamu Ken."


"Perasaanku masih tetap sama seperti dulu Bella. Aku sudah berusaha untuk menghilangkannya dari pikiranku tetapi aku benar-benar tidak bisa. Aku telah mengkhianatinya sedangkan dia hidup dengan susah payah membesarkan anakku seorang diri." Sahut Ken dengan rasa bersalahnya kepada Luna.


"Luna sudah mempunyai anak?" Bella kini lebih terkejut.


"Aku harus bagaimana Bell? Jujur aku sangat bingung kali ini. Saat dia pergi ternyata dia sedang mengandung anakku. Harusnya aku tidak mengusirnya saat itu, harusnya aku lebih sabar hingga semua tidak akan serumit ini." Ucap Ken lirih.

__ADS_1


"Aku tidak akan melepaskanmu Ken, aku mengandung anakmu dan sampai kapanpun aku akan tetap bertahan." Ucap Bella tegas tetapi satu tetes cairan bening lolos dari kedua ujung matanya.


__ADS_2