Love My Enemy

Love My Enemy
Episode 24


__ADS_3

"Ken aku lapar!" Ucap Luna mengalihkan arah pembicaraan mereka.


"Baiklah, aku juga akan memperkenalkan kamu dengan pegawai yang ada didalam rumah ini." Ken bangun dari tempat tidur dan melangkah pergi. Sedangkan Luna penasaran dengan ponsel Ken. Luna coba menelfon nomor Ken menggunakan hpnya dan ternyata nama kontaknya tertulis 'Gadis bodoh'.


Hahaha pria itu ternyata kita impas? Dia tidak tahu jika nama kontaknya di hpku tulisannya si brengsek.


Luna mengejar Ken ke arah meja makan. Luna belum sempat melihat-lihat seluruh ruangan yang ada didalam rumah Ken yang terasa sangat besar untuknya.


Ken duduk dimeja makan panjang sedangkan Luna melangkah hendak duduk dikursi agak berjauhan darinya. Di dekat meja makan ada beberapa pelayan yang berdiri dibelakang Ken dan pengawal yang selalu menemaninya itu sejak dulu masih setia berdiri tegap diruangan tersebut. Luna duduk dikursi paling jauh dari Ken sehingga Ken menatapnya dengan tajam.


"Kau mau mati?" Teriak Ken kepada Luna. Pengawal dan beberapa pelayan memainkan mata mereka agar Luna mendekati Ken.


"Aku mau makan bukan mau mati!" Sahut Luna santai sedangkan pelayan dan pengawalnya tercengang mendengar jawaban Luna.


Ken bersandar dikursi dengan kesal sehingga salah satu pelayan mendekati Luna.


"Maaf Nn.Luna maksud Tn.Ken anda duduk disampingnya bukan duduk berjauhan seperti ini." Ucap pelayan tersebut sambil menundukkan badannya kepada Luna.


"Aku tidak mendengar Ken mengatakan itu. Ken kau mau makan atau tidak? Jika tidak ingin makan aku akan berangkat ketoko." Seru Luna tanpa takut dengan tatapan Ken.


"Kalian pergilah.. aku dan Luna ingin makan bersama!" Perintah Ken kepada pelayan dan pengawalnya. Tanpa butuh waktu lama mereka pergi dari ruangan makan tersebut.


Ken berpindah tempat duduk kesamping Luna.


"Aku mengalah untuk pertama kalinya. Sekarang makanlah!" Pinta Ken.

__ADS_1


Luna tersenyum puas.


"Kamu terlihat manis jika selembut ini padaku Ken." Sahut Luna mengejek Ken.


"Aku bukan hanya manis tapi sangat tampan." Balas Ken.


"Aku mau muntah mendengarnya." Ucap Luna dengan ekspresi jijik.


"Akhirnya kita berjodoh yah sayang?" Seru Ken kembali sedangkan Luna menghentikan makannya.


"Ken berhenti menggodaku aku benar-benar jijik!"


"Kamu yang membuatku jijik gadis bodoh. Sana pergi!"


"Yah aku akan pergi brengsek!" Teriak Luna beranjak dari tempat duduknya.


"Apa mereka benar-benar menikah?" Ucap Nensi kepada bi Vanya yang telah lama bekerja kepada Ken.


"Sejak dulu memang mereka seperti itu." Sahut pak Kris pengawal Ken.


"Benarkah? Tapi Nn. Luna sangat hebat bisa meluluhkan hati Tn.Ken yang keras seerti batu kepada wanita." Ujar Nensi.


"Huss berhenti berbicara sebelum kamu ditendang dari rumah ini." Kata bi Vanya.


"Hehehe maaf." Nensi tersenyum malu.

__ADS_1


Luna berjalan-jalan diarea rumah Ken.


"Sebenarnya berapa password kamar si brengsek itu?" Gerutunya dengan kesal.


"Passwornya tanggal lahirmu gadis bodoh!" Ucap Ken melingkarkan tangannya dileher Luna.


"Tanggal lahirku? Kok bisa?" Luna terkejut sekaligus tidak percaya.


"Karena aku mencintaimu." Sahut Ken.


"Jawaban yang sama tapi sikapmu itu tidak menunjukkan rasa cinta sama sekali."


"Harusnya aku bagaimana agar kamu bisa percaya aku mencintaimu?"


"Pikir aja sendiri!" Jawab Luna ketus.


"Gadis ini! Lun malam ini Bryan menikah. Kamu yakin tidak akan menangisinya?" Kata Ken.


"Aku akan meminjam bahumu untuk bersandar." Jawab Luna. Mereka masih berjalan diarea rumah Ken.


"Kamu harus melunasi dengan tubuhmu jika kamu menangisi Bryan dihadapanku." Timpal Ken.


"Ihh lepaskan tanganmu pria mesum!" Luna menjatuhkan tangan Ken dan berlari masuk kedalam rumah.


Ken tertawa melihat tingkah Luna.

__ADS_1


"Aku bahagia Luna walaupun kamu tidak mencintaiku." Batin Ken.


__ADS_2