
Tring..tring.. suara bel rumah berbunyi.
Bella yang baru saja terbangun kaget karena mendengar suara bel rumahnya berbunyi. Dia sedikit berdandan untuk bertemu tamu spesialnya setiap hari. Wajahnya begitu berseri-seri pagi itu karena sudah tiga hari Ken belum menemuinya. Sekitar 20 menit dia berada didalam kamarnya untuk mempersiapkan dirinya lalu dengan senyuman dia melangkah pergi untuk membuka pintu. Bella tercengang mendapati seseorang didepan pintunya. Matanya melotot hingga tubuhnya kaku dihadapan orang tersebut.
"Haruskah kamu membuat sahabatmu ini berdiri lebih lama lagi Bel?" Ucap Luna dengan tersenyum.
"Luna? Kamu? Hei.. aku pikir tadi.." Jawab Bella terbata-bata.
"Kamu pikir aku siapa? Kamu pikir aku datang bersama suamiku?" Balas Luna kini dia menggeser tubuh Bella yang menghalanginya dipintu. "Ya..sampai kapan kamu menatapku seperti itu? Apa kamu tidak menyambutku dengan bahagia? Hhhhh lihatlah dirimu seperti sedang ingin menyuruhku pulang."
"Luna aku merindukanmu. Duduklah." Sahut Bella dengan menarik nafasnya.
Bella duduk dihadapan Luna dengan begitu gugupnya. Matanya tidak bisa berbohong jika dia benar-benar gugup dan sangat canggung.
__ADS_1
"Apa setiap pagi kamu selalu secantik ini menyambut tamu?" Ucap Luna sambil bersandar disofa.
"Kamu masih yang tercantik Lun." Jawabnya dengan lesu.
"Jika aku cantik, mungkin saja aku telah menjadi model sepertimu Bella."
"Apa maksud kedatanganmu kemari sepagi ini Lun?"
"Apakah jika sahabatmu datang kerumahmu harus mempunyai maksud tertentu? Aku hanya merindukanmu." Jawab Luna masih terlihat santai.
"Aku tidak tertarik membahas Bryan. Apakah kamu masih menyukai Ken sama seperti gadis-gadis lainnya?" Ujar Luna masih tersenyum. Bella terlihat terkejut dengan perkataan Luna.
"Hahaha mana mungkin aku menyukai suami dari sahabatku." Jawab Bella dengan lantang tertawa.
__ADS_1
"Aku menyuruhnya untuk menikahimu karena kamu sedang mengandung anaknya. Apa dia tidak datang untuk mengatakan itu padamu?" Ujar Luna dengan pelan. Bella tertunduk dihadapannya.
Cukup lama Bella terdiam dengan kepala menunduk. Luna masih menatapnya dengan penuh gundah. Hatinya juga begitu sakit tetapi inilah kenyataannya.
"Apa kamu merelakan Ken untukku? Mengapa kamu menyuruhnya untuk menikahiku? Mengapa kamu melakukan ini Lun?" Tanya Bella dengan suara bergetar.
"Setidaknya anakmu butuh seorang ayah. Aku juga akan bertahan demi Juniorku. Aku tidak ingin dia tumbuh tanpa orang tua nantinya. Aku dan Ken pernah merasakan broken home dan aku tidak ingin Junior berada diposisi itu." Sahut Luna.
"Aku tidak akan menikah dengan Ken. Walaupun aku telah tidur dengannya tetapi dia selalu merindukanmu, dia selalu menceritakan dirimu, dia selalu mengatakan mencintaimu, dia tidak bisa melepasmu walaupun kalian saling menyakiti. Aku bahkan membencimu saat ini, aku membencimu karena Ken selalu mencintaimu. Aku sangat membencimu Lun Hiks..hiks..hiks.." Bella berteriak sambil menangis. Luna tetap memberikan ruang untuknya mengeluarkan semua kekesalannya selama ini.
"Aku menyayangimu Bella. Haruskah aku mengatakan bahwa aku juga terluka? Haruskah aku mengatakan aku merasa sangat sakit saat ini? Aku sangat menyayangimu hingga aku rela membagi suamiku kepadamu. Sejak dulu kamu selalu baik kepadaku, sejak dulu kamu satu-satunya orang yang mengerti keadaanku, kamu tidak pernah memikirkan itu tapi aku selalu merasa kamu adalah teman terbaikku Bella. Aku banyak berhutang budi kepadamu maka dari itu aku sangat sulit untuk membencimu walaupun aku telah berusaha untuk membencimu!" Jawab Luna.
"Aku tetap tidak akan menikah dengan Ken. Aku hanya butuh dia berada disampingku tanpa harus dia nikahi. Aku mungkin sedikit egois tetapi aku tidak menginginkan anak ini lahir aku hanya butuh perhatian dari Ken itulah yang sedang aku perjuangkan. Hanya ini yang bisa aku lakukan untuk membuat Ken berada didekatku dan aku tidak tidak peduli anak ini akan mempunyai ayah atau tidak karena aku akan fokus mengejar karirku sebagai model hingga ke jenjang internasional."
__ADS_1
"Jika kamu tidak menginginkan anak itu setidaknya jagalah kandunganmu hingga dia lahir lalu berikan anak itu kepadaku! Aku pikir kamu bukan Bella yang dulu lagi yang selalu baik dimataku." Sahut Luna lalu meninggalkan Bella.
Bella hanya bisa terdiam hingga Luna pergi. Air matanya kembali menetes diruang tamu tersebut.