Love My Enemy

Love My Enemy
Episode 26


__ADS_3

Saat Ken masuk kedalam kamar, Luna masih duduk menatap kosong kedepan. Waktu menunjukkan pukul satu pagi dan Luna masih saja terduduk lesu seperti dia pergi. Ken membuka bajunya dan melemparnya begitu saja kelantai. Ken berbaring disampingnya tapi membelakangi Luna yang sedang duduk ditempat tidur.


Ken berusaha menutup matanya tapi pikirannya terus memikirkan Luna.


"Ken?" Panggil Luna.


"Hemm." Jawabnya tanpa menoleh.


"Jika aku mati apa kamu akan merindukanku?"


"Aku akan menyusulmu!" Jawab Ken. Kini dia membalikkan badannya menatap wanita yang telah menjadi musuhnya selama bertahun-tahun. Luna ikut berbaring seraya menatap Ken dengan sendu.


Ken membelai rambutnya dan menghapus sisa air mata yang masih tersisa dipipi tersebut. Luna menahan tangan Ken hingga mereka saling tatap dalam keheningan malam.


"Peluk aku Ken, aku tidak punya siapa-siapa lagi didunia ini selain kamu. Aku sangat kesepian setiap harinya, aku..aku.." Luna tidak mampu lagi berucap kini air matanya kembali mengalir.


Ken menarik tubuhnya kedalam dekapannya dan menciumi puncak kepala Luna dengan lembut.


"Tidurlah aku akan memelukmu sampai pagi." Ucapnya pelan.

__ADS_1


Luna menutup matanya hingga dia tertidur pulas dalam dekapan Ken. Ken juga ikut tertidur saling berpelukan dengan Luna.


***


Keesokan harinya Luna terbangun dalam perasaan nyaman. Tangan lelaki yang kekar tengah memeluknya saat ini. Ditatapnya wajah Ken dengan sebuah senyuman tersirat dibibirnya.


"Mengapa aku baru menyadari jika wajahmu begitu tampan Ken? Ternyata bibirmu semerah ini jika dilihat dari jarak dekat? Apa aku mulai menyukaimu seperti dulu?" Batinnya.


Ken bergerak dan Luna berpura-pura menutup matanya agar tidak ketahuan sedang menatap Ken.


"Gadis bodoh apakah kamu begitu mencintai Bryan hingga menangisinya sampai tertidur?" Ken ingin menyentil jidat Luna tetapi dia mengurungkan niat dan menggantinya dengan sebuah kecupan hangat.


"Lun aku tahu kamu sudah bangun, aku akan pulang malam hari ini karena ada beberapa urusan yang harus aku selesaikan diluar sana. Jika kamu ingin pergi ketokomu jangan lupa untuk makan dan istirahat. Aku tidak bisa menghubungimu dan mengingatkanmu untuk makan siang. Jangan menungguku pulang. Kamu tidurlah lebih dulu. Jika aku tidak pulang berarti aku pergi keluar kota dan bisa jadi aku akan pulang setelah seminggu." Ucap Ken dengan nasehat yang begitu banyak.


Idih bodoh amat kamu mau pulang kapan. Makan dan istirahat? Hahaha apa dia sedang sakit hingga begitu perhatian kepadaku pagi ini? Jika masalah perut kamu tidak perlu mengigatkan aku karena aku tidak pernah lupa untuk mengisinya.


"Jika kamu belum membuka matamu aku akan kembali memelukmu!" Kata Ken dengan keras dan Luna langsung bangun seperti sedang terkejut.


"Hehehe dasar keras kepala.. apa harus dengan ancaman kamu mau mendengarkan aku!" Sambung Ken seraya tersenyum simpul.

__ADS_1


"Soal semalam jangan salah paham." Seru Luna malu-malu.


"Aku tidak pernah lupa bagaimana kamu merayuku untuk memelukmu!" Timpal Ken lalu berjalan meninggalkan Luna masuk kedalam kamar mandi.


"Ken!" Teriak Luna dengan keras.


Setelah mandi Ken tidak melihat lagi Luna duduk ditempat tidur. Dia memutar matanya untuk mencarinya tetapi Luna tidak berada didalam ruangan tersebut. Ken berganti pakaian dengan menggunakan kemeja warna hitam senada dengan celananya. Ken berjalan keluar dari kamarnya terlihat Kris sedang menunggunya didepan pintu.


"Dia mana dia?" Tanya Ken kepada Kris.


"Sedang berada didapur." Jawab Kris pengawal setia Ken.


"Ayo pergi kita hampir terlambat!" Ucap Ken.


"Apakah anda tidak ingin berpamitan kepada Nn.Luna?" Tanya Kris.


"Biarkan dia merindukan aku." Jawabnya dengan senyuman kecil.


"Baik Tn. Ken."

__ADS_1


__ADS_2