Love My Enemy

Love My Enemy
Episode 20


__ADS_3

Luna tertidur setelah lelah menangis didalam kamar Ken. Ken tidak mengizinkannya untuk keluar dari kamarnya dan kembali mengurungnya seperti waktu mereka SMA dulu. Ken menutupi kaki Luna yang menggunakan rok pendek dan dia ikut berbaring disampingnya. Ken menatap Luna dengan senyuman. Tangannya menyingkirkan rambut yang menutupi wajahnya hingga terlihat bibir Luna yang merah.


Ken mendekatkan bibinya hingga hampir menyentuh bibir Luna tetapi dia tersadar seketika lalu menjatuhkan tubuhnya disamping Luna.


"Ken apa yang kamu lakukan? Jangan menyentuhnya please Ken jangan menyentuhnya!" Ken berbicara dalam hatinya untuk menahan dirinya agar tidak menyentuh Luna.


Saat Luna terbangun Ken duduk disampingnya sedang sibuk dengan laptopnya.


"Kamu sudah bangun?" Tanya Ken.


"Apa aku tertidur? Astaga apa kau..?" Ucap Luna seraya melihat dalam bajunya hingga roknya.


"Cih.. aku tidak melakukan apa apa bodoh!" Sahut Ken sedikit tertawa.


"Oh syukurlah!" Luna mengelus dadanya.


"Selama sebelas tahun kamu pacaran dengan Bryan apa kamu benar-benar tidak melakukan hubungan lebih dari sekedar pacaran?" Ken berbicara tapi tatapannya tetap fokus kelayar laptopnya.


"Yah... apa aku harus membuktikannya bahwa aku masih perawan!" Sahut Luna setengah berteriak.


"Pantas saja dia memilih wanita lain." Jawab Ken santainya masih tidak menoleh kepada Luna.


"Apa maksudmu?" Ucap Luna penasaran.


"Dia menginginkan lebih dari sekedar ciuman. Berhubungan fisik saat pacaran itu adalah dambaan setiap lelaki." kata Ken.

__ADS_1


"Apa kau seperti itu? Tapi mengapa kau tidak mau menyentuhku saat aku menawarkan tubuhku beberapa kali kepadamu Ken?"


"Karena aku mencintaimu, aku akan melindungi agar tidak tersentuh olehku sebelum menikah." Jawab Ken.


"Berarti Bryan juga mencintaiku karena dia tidak pernah memintanya kepadaku." Luna kembali terlihat sedih.


"Cih bisa tidak kamu jangan menyebutkan namanya didepanku? Jika dia mencintaimu maka tidak pernah ada kata selingkuh dan menghamili gadis lain!" Bentak Ken.


"Hamil? Intan hamil maksudmu?"


"Maka dari itu aku katakan kamu gadis bodoh! aku akan ganti baju setelah itu aku akan mengantarmu pulang." Ken meletakkan laptopnya di atas tempat tidur lalu berdiri menuju lemari pakaiannya.


Mengapa harus Ken yang meminta untuk menikahiku? Mengapa bukan Bryan? Mengapa si brengsek dan pria kasar ini yang selalu membantuku ketika ada masalah seperti ini? Apa memang kami ditakdirkan berjodoh? Ah...


"Ken aku lapar!" Ucap Luna pelan seraya memegang perutnya.


"Benar-benar menjengkelkan!" Kata Luna dengan ketus.


Setelah Ken berganti pakaian dia kembali mendekati Luna yang masih berada ditempat tidur.


"Lun aku serius mencintaimu!" Ucap Ken sungguh-sungguh.


"Aku juga serius tidak bisa mencintaimu Ken." Jawab Luna lebih bersungguh-sungguh.


"Kamu pasti berbohong tidak mencintaiku? Lun kamu sadar begitu banyak wanita diluar sana yang menginginkan aku sedangkan kamu sangat mustahil tidak mencintaiku?" Ucap Ken seraya menghela nafasnya mendengar perkataan Luna.

__ADS_1


"Yah.. aku bukan mereka yang dibutakan oleh harta dan ketampananmu! Aku tidak menyukai semua itu!" Uca Luna tegas.


"Jika kamu benar tidak mencintaiku ayo buktikan dengan ini!"


Ken mendorong tubuh Luna hingga dia kembali terbaring ditempat tidur.


"Ken apa yang kamu lakukan?" Ucap Luna terlihat panik.


Ken menindihnya dan menahan tangannya dibagian kepalanya. Ken mendekatkan bibinya hingga bersentuhan dengan bibir Luna tetapi dengan cepat Luna menggigit bibir Ken.


"Aww...!" Ken berteriak dan melepaskan Luna dari cengkeramannya.


Terlihat darah keluar dari ujung bibirnya membuat Luna semakin panik.


"Ken maafkan aku!"


"Pulanglah sendiri aku tidak bisa mengantarmu!" Jawab Ken sambil membersihkan darah dari bibirnya.


"Ken tapi bibirmu? Ken aku sungguh minta maaf!" Ucap Luna.


Ken berjalan ke arah pintu dan membuka passwordnya.


"Pergilah sebelum aku berubah pikiran!" Ucap Ken dengan nada tinggi saat didepan pintu.


"Baiklah!" Luna dengan cepat berlari meninggalkan Ken yang terlihat meringis karena ulahnya.

__ADS_1


Ken bersandar dipintu terlihat sangat kesal. "Kamu benar benar tidak mencintaiku Lun." Batinnya.


__ADS_2