Love My Enemy

Love My Enemy
Episode 42


__ADS_3

Suara barang pecah terdengar dari kamar Bella. Bukan hanya satu kali tetapi terjadi sebanyak tiga kali. Belum juga seminggu Bella berada dirumah itu tetapi sudah terdengar keributan dari dalam kamarnya. Luna mengetuk pintu kamar berusaha mencari tahu apa yang sedang terjadi didalam sana.


"Bel? Kamu baik-baik saja?" Ucap Luna seraya mengetuk pintu dengan keras.


"Mengapa harus dia yang datang? Apa


benar Ken tidak peduli dengan keadaanku?" Gerutu Bella didalam kamar.


Karena tidak ada sahutan dari dalam kamar Luna berlari ke arah Ken yang sedang duduk tenang diruang keluarga.


"Ken, ada apa denganmu? Kamu tidak mendengar itu? Datanglah sebelum dia melukai dirinya sendiri!" Ucap Luna kesal melihat Ken dengan santainya duduk menonton TV.


Ken menarik tangan Luna hingga dia terjatuh dalam pangkuan Ken.


"Hanya ada dua tipe manusia dalam hidup ini. Yang satu adalah teman dan yang satu adalah musuh tapi terkadang kita sangat sulit untuk membedakan yang mana teman dan yang mana musuh."


"Apa maksudmu?" Sahut Luna.


Ken menciumnya terlebih dahulu. "Apa Bella termaksud musuhmu atau temannmu? Bukankah kamu menginginkan dia terluka agar kamu bisa memiliki aku seutuhnya?" Ucap Ken.


"Kamu masih brengsek seperti dulu ya! Lepaskan aku dan temui dia disana. Aku tahu bagaimana jika berada diposisinya. Aku tahu sedihnya dalam keadaan hamil tetapi tidak mempunyai suami yang perhatian dalam keadaan seperti itu. Pergilah Ken aku sangat khawatir kepadanya dan bayinya." Ucap Luna lalu menarik tangan Ken untuk menemui Bella.


Ken berjalan maju hingga didepan pintu. Luna berada dibelakangnya dan terus memukul Ken agar dia mau mengetuk pintu kamar.


"Bella? Ken berada didepan pintu." Ucap Luna karena Ken hanya mematung tanpa bersuara. Ken membalikkan badannya menatap Luna dengan lekat.


"Apa kamu malaikat? Mengapa kamu sebaik ini padahal aku dan dia telah menyakitimu?" Seru Ken dengan satu tangannya dia lingkarkan ditubuh Luna.


"Kau mau mati, brengsek? Lepaskan tanganmu! Aku akan membunuh kalian berdua setelah anak tidak berdosa itu lahir! Aku tidak memaafkan kalian tapi bukan berati aku tega melihat Bella menderita karena ulahmu!"

__ADS_1


"Baiklah, aku mencintaimu." Sahut Ken lalu melayangkan sebuah kecupan dibibir Luna.


"Bella? Buka pintunya aku ingin bicara kepadamu!" Ucap Ken kini dia mengetuk pintu dengan keras. Saat Ken mengetuk lagi Bella membuka pintu dengan pipi yang terlihat sembab.


"Mengapa kamu memperlakukan aku seperti ini Ken? Mengapa hanya Luna yang kamu cintai? Mengapa aku tidak pantas mendapatkan cintamu? Mengapa aku tidak bisa berada diposisi Luna saat ini." Teriak Bella.


"Jangan serakah Bella! Luna telah banyak berkorban demi kamu dan inikah balasanmu terhadap temanmu? Berhenti berharap bisa menggantikan Luna karena dia tidak akan bisa tergantikan olehmu!"


"Ahhhhh aku akan menggugurkan bayi dalam kandunganku Ken, aku telah mengorbankan karirku dan tubuhku demi mengandung anak ini!"


"Apa kau telah kehilangan akalmu Bella? Aku masih bersabar sampai sejauh ini tapi jika kamu menggugurkan kandunganmu aku tidak akan sungkan untuk melaporkan kamu ke polisi! Aku benar-benar bisa gila berada diantara kalian. Tidurlah dengannya mulai malam ini hingga dia melahirkan, Ken." Seru Luna dengan kesal lalu meninggalkan Ken dan Bella.


Kris dan Satya berdiri di ujung pintu berjaga-jaga ketika terjadi masalah yang lebih besar. Luna melangkah keluar dan Kris terus mengikutinya berjalan hingga dia terhenti di halaman rumahnya.


"Mengapa kamu mengikutiku Kris?" Tanya Luna.


"Mengapa kamu tidak menikah?" Tanya Luna lagi.


"Karena aku ingin melindungi Tn.Ken seumur hidupku Non." Jawab Kris.


"Bohong, karena kamu patah hatikan?" Ucap Luna, Kris terkejut dengan jawaban Luna.


"Bagimana anda bisa tahu Non?"


"Aku hanya menebaknya. Bagimana jika kita menikah?" Ucap Luna menatap Kris dengan tajam.


"Kita akan mati berdua jika itu terjadi non." Jawab Kris kembali menunduk.


"Aku hanya bercanda kris, aku akan pergi sebentar. Tolong jaga Junior katakan aku akan pulang telat hari ini!" Ucap Luna.

__ADS_1


"Tapi non."


"Aku tidak akan kabur lagi!" Ucapnya lalu melangkah pergi memuju garasi mobil.


Didalam mobil Luna terus meneteskan air mata.


"Aku terlalu hebat bersandiwara didepan mereka dan berpura-pura baik-baik saja. Junior, mommy akan tetap bertahan demi kamu nak." Batin Luna.


Luna berhenti didepan toko buku. Dia memarkirkan mobilnya lalu masuk kedalam toko tersebut. Luna menyusuri rak buku dan memilih beberapa buku untuk dibelinya. Saat dia hendak kekasir seorang pria sedang menghadang jalannya dengan tegapnya berdiri dihadapannya.


"Bryan?" Ucap Luna terkejut.


"Kamu membuat jantungku berdebar Luna."


"Kau? Bagaimana bisa kamu berada disini?" Tanya Luna masih tidak percaya.


"Aku melihatmu dari CCTV diruang kerjaku!"


"Ini tokomu?" Sambung Luna.


"Hemm." Sahut Bryan dengan senyuman.


"Astaga aku benar-benar terkejut!"


"Luna!" Teriak Ken dari kejauhan. Luna dan Bryan menoleh secara bersama.


"Jangan hiraukan dia!" Ucap Luna berjalan ke arah kasir tanpa peduli dengan Ken yang telihat sangat marah. Bryan masih berada ditempatnya menantap Ken dengan santainya.


"Mereka masih bertengkar? Apakah mereka memang menjadi musuh abadi walaupun telah menikah." Gumam Bryan dalam hatinya.

__ADS_1


__ADS_2