
Terlalu lama aku menantikan sebuah ucapan konyol ini keluar dari mulutnya. Sebenarnya aku ingin lebih lama lagi menyiksanya dalam kerinduan ini tetapi apa dayaku ternyata aku juga merindukan kamu Luna.
"Katakan sekali lagi aku belum mendengarnya dengan jelas." Seru Ken berpura-pura tidak mendengar perkataan Luna.
"Ayolah Ken jangan membuatku malu."
"Jika kamu tidak mengulangnya aku akan pergi!" Ancam Ken.
"Oke..oke.. aku merindukanmu. Sudah cukup untuk membuatku malu dihadapanmu!" Luna kini melepaskan pelukannya dan berjalan kembali ketempat tidur.
Ken meraih tangannya dan memeluknya dengan erat.
"Bisakan katakan itu setiap hari Luna?" Ucap Ken penuh harap.
"Mengapa tubuhmu wangi sekali pagi ini?" Bukannya menjawab Luna mendekatkan hidungnya kebadan Ken.
"Katakan kamu mencintaiku?" Ucap Ken memaksa.
"Aku menyukai aroma tubuhmu, aku merindukanmu bukan berarti aku mencintaimu." Sahut Luna masih menciumi aroma tubuh Ken.
__ADS_1
"Kamu sedang menggodaku?" Tanya Ken.
"Apakah kamu tergoda?" Sahut Luna santai.
"Hahaha Lun berhenti melakukan ini sebelum aku menerkammu dalam keadaan sakit." Ken menggeliat saat Luna terus menciumi aroma tubuhnya.
Luna melepaskan tubuhnya dari Ken.
"Aku mau mandi!" Seperti sedang menggoda Ken, Luna masuk kedalam kamar mandi tetapi sebuah tatapan memanggil dilayangkan kepada Ken.
"Hahaha ada apa dengan dia? Hahaha Luna jangan membuatku kehilangan akalku." Ucap Ken seakan terpukau dengan tatapan Luna.
Setelah selesai menyatukan tubuh mereka, Ken memeluk Luna dengan erat.
"Apa masih terasa sakit?" Tanya Ken karena Luna masih terlihat meringis.
"Hemm sedikit sakit bagiku." Sahut Luna terlihat malu menatap Ken.
"Mengapa kamu membiarkan aku melakukan ini? Bukannya kamu tidak ingin aku menyentuhmu?" Tanya Ken sambil menatap langit-langit kamarnya.
__ADS_1
"Bagaimana jika aku menyukaimu lagi?" Sahut Luna tanpa menoleh ke arah Ken.
"Menyukaiku lagi?" tanya Ken bingung.
"Saat kamu menghilang secara tiba-tiba sepuluh tahun silam aku merasa ada yang hilang dari hidupku. Awalnya aku benar-benar tidak tahu jika perasaan itu adalah rasa suka. Aku belum menyadarinya hingga aku selalu merasa rindu dengan semua tempat yang pernah kita habiskan berdua. Aku pikir aku hanya mencintai Bryan tapi ternyata aku mulai merindukanmu Ken. Kamu tidak memberiku ruang untuk mengatakan ini, kamu memblokirku dari kehidupanmu sehingga membuatku harus sadar jika kamu tidak pernah menyukaiku sejak awal. Kamu hanya ingin membuat Bryan marah dan itulah alasan mengapa aku semakin membencimu saat itu."
"Aku patah hati Luna. Aku sangat menyukaimu dulu tapi kamu lebih memilih Bryan." Sahut Ken.
"Kamu kasar dan egois, itu yang membuatku merasa tidak nyaman berada disampingmu." Balas Luna.
"Bolehkan kita memulainya lagi dari awal?" Tanya Ken.
"Memulainya dari awal? Tentang apa?" Jawab Luna bingung.
"Tentang hubungan ini. Sampai sekarang kita masih sering memaki satu sama lain, kita masih sering membenci satu sama lain. Izinkan aku menjadi suami yang baik untukmu Lun." Ucap Ken serius.
"Buat aku jatuh cinta kepadamu agar aku bisa melupakan Bryan." Sahut Luna menatap Ken.
Ken menciumi bibir Luna dengan lembut. Tangannya mulai nakal dengan menyentuh beberapa daerah sensitif hingga membuat Luna menggeliat diatas tempat tidur. Untuk kedua kalinya mereka melakukan itu walaupun Luna mengatakan tidak mencintai Ken tapi nyatanya dia akhirnya pasrah saat tubuhnya kembali menyatu dengan Ken.
__ADS_1