
Acara pernikahan Bastian dan Farah tengah berlangsung. Ken datang bersama Luna. Ken menggunakan tuxedo berwarna hitam sedangkan Luna mengunakan dress berwarna Gold Nute. Luna berjalan memasuki ruangan tersebut, beberapa pasang mata yang tak lain adalah teman sekolah mereka begitu takjub dengan penampilan mereka malam itu.
Seseorang yang tidak berhenti menatap mereka saat itu adalah Bryan. Bryan berdiri sama tampannya dihadapan para gadis-gadis yang sedang berkerumun disampingnya. Matanya mengikuti arah Luna dan Ken berjalan diruangan itu. Bagaikan sepasang pengantin baru mereka berjalan dengan senyuman melihat ke arah teman-teman mereka, sebenarnya bukan Ken yang tersenyum tetapi hanya Luna seorang. Ken tetap tenang tanpa mempedulikan orang yang sedang memandang mereka. Bryan berjalan ke arah mereka yang berdiri memegang minuman.
"Ehemm aku telah melewatkan waktu yang berharga untuk menyaksikan kebahagiaan kalian selama ini." Ucap Bryan sambil tersenyum.
Ken hanya terdiam sedangkan Luna terus memperhatikan ekspresi Ken.
"Pikirkan tentang masa depanmu dan berhentilah mengurusi hidupku dan Luna." Sahut Ken tanpa menatap Bryan.
"Masa depanku adalah dia tapi kamu telah merebutnya dariku!" Balas Bryan masih terlihat santai. Satu tegukan minuman berhasil masuk dalam tenggorokanya lalu Bryan kembali menatap Luna.
"Kau mau mati?" Ancam Ken. Luna dengan segera meremas tangan Ken agar dia tidak melakukan kekacauan dipesta sahabatnya.
"Tenanglah sahabatku, aku hanya bercanda. Selamat berbahagia karena aku telah berbahagia bersama mereka. Yang sana." Bryan menunjuk beberapa wanita yang sedang berdiri dengan melayangkan senyuman kepadanya.
"Satu lagi yang disampingmu paling membuatmu bahagia, dia berbeda dan selalu membuat jantungku berdebar." Sambung Bryan. Ken maju selangkah dihadapan Bryan yang sama tingginya.
"Ken aku mohon berhentilah, aku sangat mencintaimu jadi jangan khawatirkan apapun." Luna kini berada diantara mereka. Luna menghalangi Ken dengan membelakangi Bryan dan berhadapan dengan Ken. Detak jantungnya mulai berdegup dengan cepat saat melihat sorot mata Ken bisa membunuh Bryan yang sedang memandangi Luna dengan penuh cinta. Luna memeluknya dengan cepat meredam amarah Ken yang kian membara.
"Aku juga mencintaimu!" Jawab Ken lalu menciumi Luna dihadapan Bryan. Ken menarik tangan Luna menjauh dari Bryan yang masih terpaku ditempatnya berdiri.
"Jangan berani bertemu dengannya lagi setelah ini!" Ucap Ken ketus.
"Kalimat itu harusnya untuk dirimu sendiri. Kamu akan bertemu Bella lagi saat aku tidak ada. Kalian para lelaki kadang bertindak egois. Kalian tidak suka wanita kalian dipandang atau digoda orang sedangkan kalian suka menggombal wanita lain jika pasangan kalian tidak berada disisi kalian."
__ADS_1
"Hei kamu sangat cantik malam ini!" Sahut Ken mengalihkan pembicaraan.
"Dasar egois." Ujar Luna kesal. Ken melingkarkan tangannya ditubuh Luna.
Setelah acara selesai mereka saling berjabat tangan di atas pelaminan dan memberi selamat kepada Bastian dan Farah. Tidak lupa mereka berfoto bersama dan tidak terlihat kehadiran Bella saat itu.
"Farah aku sangat behagia melihatmu malam ini." Ujar Luna memeluk Farah dengan mengunakan gaun putih di atas pelaminan.
"Aku sangat bahagia melihatmu datang Lun." Jawab Farah.
Luna berpindah kehadapan Bastian.
"Dan kamu Bastian, jangan pernah menyakitinya. Jadilah suami yang baik dan bertanggung jawab. Jangan pernah berselingkuh jika dia masih berstatus sebagai istrimu walaupun kalian telah berpisah atau bertengkar." Kata Luna dengan mata melotot. Ken yang ada disampingnya langsung menoleh kearah Luna.
"Hmmm pasang telingamu lebar-lebar Ken, kata-kata itu untukmu bukan untukku!" Jawab Bastian terkekeh dihadapan Ken.
"hehehe iya sayang." Jawab Bastian tersenyum malu.
****
Setelah tiga bulan Ken dan Bella bercerai semua kembali seperti baik-baik saja. Pagi hari saat Ken akan berangkat kekantor dan sedang menggandeng Junior yang hendak kesekolah Luna berjalan mengikuti mereka menuju pintu keluar. Ken melayangkan kecupan dikening Luna tetapi Luna seketika jatuh kedalam dekapan Ken.
"Mommy? Lun? Nona Luna?" Panggil Ken, Junior dan Kris secara bersamaan. Ken mengangkat tubuh Luna ke dalam kamarnya dengan panik. Ken lalu membaringkan Luna dengan hati-hati lalu duduk disampingnya.
"Hubungi dokter, Kris!" Pinta Ken.
__ADS_1
"Baik Tuan." Jawab Kris sambil mencari kontak diponselnya.
"Mommy kenapa daddy?" Tanya Junior ikut duduk bersama Ken.
"Mommy kecapean aja nak, kamu hari ini pergi sekolah bareng om Satya ya. Daddy tidak bisa antar kamu nak." Ucap Ken memberi pengertian kepada Junior.
"Jun mau temenin mommy disini dad, Jun tidak mau pergi sekolah. Mommy mati yah daddy?" Kata Junior dengan polosnya.
"Hei... mommy hanya pingsan nak." Jawab Ken tetapi dia langsung meletakkan satu jarinya dibawah hidung Luna untuk merasakan nafas Luna.
"Syukurlah dia hanya pingsan." Gumam Ken dalam hatinya.
Setelah tiga puluh menit menunggu akhirnya seorang dokter wanita datang menemui mereka. Pada saat itu Luna sudah siuman.
"Ken? Entah sudah berapa lama kita tidak bertemu." Ucap dokter tersebut sambil menyalami Ken.
"Berikan yang terbaik untuk istriku, Clara." Dokter tersebut memandangi Luna sesaat sebelum dia memeriksanya. Luna sedang terbaring lesu dan Junior berada disampingnya bersama Ken.
Setelah sekitar sepuluh menit dr. Clara melakukan pemeriksaan, dia melihat Ken sesaat lalu kembali memandang Luna kembali.
"Kita bisa melakukan pemeriksaan selanjutnya ke dokter kandungan tetap untuk lebih awal kita bisa memulai dengan mengecek dengan test pack."
"Istriku hamil?" Ucap Ken terkejut dengan rona wajah ceria.
"Aku belum bisa mengatakan dia hamil tapi apa salahnya kita melakukan pemeriksaan dengan test pack siapa tahu saja dugaanku ini benar Ken." Jawab dr. Clara.
__ADS_1
"Kris, Satya segera ke apotik sekarang!" Perintah Ken, kali ini wajahnya begitu bahagia.