
Tiga bulan kemudian Intan datang ke toko bunga milik Luna. Intan masuk kedalam toko tapi tidak nampak jika dia sedang hamil. Luna tetap memperlakukannya layaknya pembeli walaupun sebenarnya dia merasa kesal kepada Intan.
"Silahkan mau pilih bunga yang mana?" Ucap Farah dengan sopan.
"Aku ingin bicara dengan pemilik toko ini." Sahut Intan.
"Bicaralah aku bisa mendengarmu!" Kata Luna lugas.
"Begitukah kamu memperlakukan teman sekolah sekaligus istri dari mantan pacarmu?" Intan tersenyum dengan tatapan sinis.
"Duduklah!" Pinta Luna dengan nada pelan.
"Tidak perlu aku lebih suka berdiri." Jawab Intan masih terlihat sinis.
"Apa maumu?" Tanya Luna.
"Apa kamu sudah siap mendengarnya?" Jawabnya pelan tapi nadanya terdengar sangat menjengkelkan.
"Jangan membuat kesabaranku habis!" Bentak Luna.
"Aku tidak hamil." Ucap Intan.
Luna sedikit terkejut tapi dia berpura-pura tenang dihadapan Intan.
"Lalu hubungannya dengan aku apa?" Timpal Luna.
"Ken menjebak Bryan agar dia bisa mendapatkanmu! Aku berpura-pura hamil agar Bryan mau menikahiku." Sambung Intan.
Luna dan Farah tercengang. Luna tidak bisa memungkiri jika Ken bisa melakukan apapun untuk membalas semua sakit hatinya kepada Bryan.
"Kamu terkejut? Kenapa? Apa kamu mulai menyukai Ken? Atau kamu sudah berhubungan badan dengannya?"
"Keluar dari sini!" Teriak Luna.
"Terima kasih telah mendengarkan penjelasanku mantan teman sekolah!"
Setelah kepergian Intan Luna masih terdiam.
__ADS_1
"Hei jangan dengarkan dia. Ken tidak mungkin melakukan itu."
"Kamu belum tahu siapa Ken sebenarnya Ra, dia bisa saja melakukan itu untuk merusak hubunganku dengan Bryan." Jawab Luna lesu.
"Luna, lupakan Bryan. Kamu sudah menikah dengan Ken."
"Ken terlalu jahat untuk melakukan ini kepadaku Ra. Aku tidak mengerti apakah ini yang dia maksud dengan cinta? Apakah dia merasa senang telah membuat aku berpisah dengan Bryan?"
"Bryan yang telah memutuskanmu Lun. Dia lebih memilih Intan dari pada kamu!"
"Tapi semua ini karena Ken, Ra!"
"Jangan mengambil kesimpulan terlalu cepat Lun. Coba tanyakan kepada Ken kebenarannya." Ucap Farah.
"Ken tidak akan pernah jujur kepadaku!" Sahutnya dengan emosi.
"Lun, pernikahanmu baru seumur jagung dan hanya karena kata-kata wanita itu kamu bertengkar dengan Ken? Lun sadar, Bryan tidak akan kembali kepadamu. Ken adalah takdirmu!"
"Bryan sudah minta maaf dan dia ingin aku kembali kepadanya!"
"Pantas saja Ken mengatakan kamu gadis bodoh. Maaf Luna terserah apa katamu tapi menurutku pengetahuanmu tentang cinta terlalu dangkal!"
"Apa yang harus aku lakukan?"
"Dia menunggumu diluar." Ujar Farah.
"Siapa?" Tanya Luna.
"Ken." Jawab Farah kini mata mereka melihat keluar toko dari sebuah kaca bening ditoko tersebut.
Luna berjalan dengan kesal ke arah Ken. Wajahnya cemberut dengan kedua mengepal kedua tangannya seperti ingin memberikan pukulan kepada Ken. Sesampainya dihadapan Ken Luna berdiri dengan tatapan sinis.
"Intan keguguran." Ucap Ken seperti dia sedang tahu apa yang istrinya resahkan sejak tadi.
"Bohong!" Jawab Luna ketus.
"Apa yang dia katakan sampai kamu semarah ini Lun?"
__ADS_1
"Ken, kau menjebak Bryan kan?" Ucap Luna dengan nada tinggi.
"Masuklah kedalam mobil. Tidak enak bila orang melihat kita bertengkar." Ken menarik tangan Luna masuk kedalam mobil.
"Antar kami pulang pak!" Ucap Ken.
"Tapi aku tidak mau pulang lagi kerumahmu!" Luna memukul lengan Ken dengan kuat.
Ken hanya tersenyum melihat pukulan Luna mendarat dilengannya.
"Sebenarnya sejak dulu pukulanmu tidak pernah menyakitkan hanya saja aku selalu berpura-pura sakit agar kamu bahagia." Ucap Ken seraya berusaha menenangkan Luna.
"Jawab pertanyaanku Ken!"
"Aku tidak pernah menjebak Bryan!" Sahut Ken yang kini melingkarkan tangannya ditubuh Luna.
"Intan mengatakan jika kamu menjebak Bryan. Kamu menyuruh Intankan untuk berpura-pura hamil agar hubunganku dengan Bryan hancur!"
"Aku tidak melakukannya Lun!" Jawab Ken tegas.
"Tapi mengapa Intan mengatakan itu kepadaku?" Seru Luna.
"Mengapa kamu lebih percaya Intan dari pada aku? Apakah kamu menyesal menikah denganku? Apakah kamu begitu mencintai Bryan hingga sebuah kebohongan yang Intan katakan kamu percaya begitu saja? Apakah Bryan begitu berharga dalam hidupmu walaupun dia telah menyakitimu? Apakah kamu tidak bisa mencintaiku Lun?" Tanya Ken suaranya terdengar marah.
"Aku sudah katakan dari awal jika aku belum bisa mencintaimu Ken walupun aku mulai menyukaimu." Sahut Luna.
"Berhenti disini pak!" Kata Ken.
Mobil mereka menepi dipinggir jalan.
"Pergilah... aku tidak akan menahanmu lagi!" Ucap Ken.
"Kamu mengusirku dari mobilmu Ken?" Luna seakan tidak percaya jika Ken melakukan itu.
"Aku katakan pergilah dari sini! Aku tidak akan menahanmu lagi untuk kembali kepada Bryan." Sambung Ken dengan berteriak.
"Ken?" Luna meraih tangan Ken tetapi Ken menepisnya dengan kasar.
__ADS_1
"Pergilah sebelum aku benar-benar marah kepadamu dan berbuat kasar gadis bodoh!" Ken mengeraskan suaranya hingga membuat Luna tersentak.
Luna keluar dari mobil berdiri disamping mobil Ken sedangkan Ken pergi begitu saja meninggalkan dia di pinggir jalan.