
Tiga hari sebelum pernikahan Intan dan Bryan, Luna semakin berada dalam kesedihan yang mendalam. Dia masih belum menerima jika Bryan benar-benar telah meninggalkan dia. Saat berada didalam toko wajahnya selalu terlihat murung dan bel tokonya berbunyi secara otomatis ketika ada orang yang masuk kedalam toko tersebut.
Luna terdiam saat seorang lelaki yang sangat dia kenali itu sedang berdiri dihadapannya.
"Kamu selingkuh dariku selama ini?" Tanya Bryan dengan wajah kesal.
"Apa?" Luna terkejut sambil kebingungan.
"Ini apa?" Bryan melempar undangan dimeja tempat Luna duduk. Luna membuka undangan tersebut tenyata itu undangan pernikahannya bersama Ken yang akan dilaksanakan besok.
Apa? Aku pikir Ken hanya bercanda akan menikahiku? Astaga si brengsek itu benar-benar hampir membuatku jantungan setiap harinya. Tapi bukannya ini bagus untuk membuat Bryan menyesali perbuatannya? Inilah waktunya bagi Luna untuk berpura-pura bahwa ia baik-baik saja tanpa dia.
"Apa kamu tidak bisa membaca dengan jelas jika aku akan menikah besok? Sebelum kamu menikah aku akan lebih dulu menikah." Ucap Luna.
"Mengapa secepat itu kamu berpaling dariku Luna? Pantas saja kamu tidak mengirimkan aku pesan lagi setiap harinya. Aku akan membatalkan pernikahanku dengan Intan asalkan kamu juga membatalkan pernikahanmu dengan Ken!" Bryan kali ini terlihat sangat emosi bahkan wajahnya terlihat memerah.
Ternyata rencana Ken berjalan dengan mulus? Tapi apakah aku membatalkan pernikahanku dengan Ken dan kembali lagi kepada Bryan?
__ADS_1
"Aku tahu kamu sangat mencintaiku maka dari itu kembalilah kepadaku Lun." Ucap Ken kini dia meraih tangan Luna dan menciumnya.
Seperti sedang bertengkar dengan batinnya antara mau dan tidak mau untuk kembali lagi kepada Bryan, Luna masih terdiam beberapa saat. Hatinya sepertinya luluh dengan tingkah manis Bryan tetapi jika mengingat bagaimana dia memohon beberapa bulan lalu kepada Bryan untuk meminta kembali membuatnya hatinya merasa sangat sakit.
"Lun?" Panggil Farah didepan pintu membuat Luna tersadar dari lamunannya.
"Iya." Jawabnya tapi tangannya masih berada dalam genggaman Bryan.
Disamping Farah, Ken berdiri sedang menatap mereka. Luna melepaskan tangannya lalu berjalan ke arah Ken berdiri. Luna mengantungkan kedua tangannya di leher Ken dan menjinjitkan kakinya untuk mencium Ken. Ken menarik tubuh Luna hingga lebih dekat dan membalas ciuman Luna dengan lembut. Luna melotot dengan tingkah Ken tetapi sangat tidak mungkin jika dia menolak tubuh Ken dihadapan Bryan.
Luna tidak bisa lepas dari Ken karena tubuhnya terdekap erat oleh tangan Ken.
"Luna!" Bryan berteriak.
Ken melepaskan bibirnya lalu mengusap lembut bibir Luna. Dia kini menciumi kepala Luna dengan lembut.
"Aku mencintaimu Lun. Jika ada yang menyakitimu aku tidak akan segan-segan untuk membalasnya untuk dirimu!" Ucap Ken seraya mengelus rambut Luna.
__ADS_1
Bryan menarik tangan Luna dan hendak menciumnya dihadapan Ken tetapi Luna memberikan tamparan keras untuk pertama kalinya diwajah pria yang dia cintainya itu.
"Pergi dari sini!" Ucap Luna dengan keras menunjuk pintu keluar.
Farah dan Ken hanya diam.
"Aku menyesal Lun, aku mohon menikahlah denganku?" Ucap Bryan sambil berjongkok dihadapan Luna dan satu tangannya memegang tangan Luna.
"Apakah kamu sungguh-sungguh menyesal? Bagaimana dengan Intan?" Luna nampak luluh.
Ken kini memalingkan wajahnya. Terlihat wajahnya begitu kecewa dengan pertanyaan Luna.
"Aku tidak akan menikahinya.. aku akan menikah denganmu. Aku lebih baik dari pada Ken, aku lebih lembut kepadamu, aku tidak pernah berkata kasar kepadamu dan aku.." Kata Bryan tetapi terhenti saat Luna menyela pembicaraannya.
"Dan aku mencintai Ken. Aku ingin menikah dengan Ken, aku ingin hidup bersamanya hingga ajal memisahkan kami, aku ingin melupakanmu Bryan. Hubungan ini telah berakhir dan aku tidak memaafkanmu sampai kapanpun atas perbuatanmu kepadaku. Aku tidak menerima laki-laki yang telah mengkhianatiku jadi aku mohon pergilah dari kehidupanku!" Luna menarik nafasnya dengan dalam setelah bisa mengeluarkan semua kebohongannya itu.
Ken dan Farah bahkan sangat terkejut jika Luna bisa bersandiwara dengan sempurna dihadapan Bryan. Bryan pergi dengan rasa kecewa tanpa berpamitan lagi kepada Luna.
__ADS_1