
Nurul tengah duduk di sebuah kursi besar, sebelah kirinya terdapat sebuah balkon luas dengan pemandangan seisi kota. dia tengah membaca dengan serius sebuah kamus besar bahasa Inggris.
Nurul menghentikan aktifitas nya dia langsung membanting buku itu ke lantai
"sampai kapan aku harus membaca buku ini?!" teriaknya setengah frustasi
Nurul bangkit dari duduknya, dia mondar-mandir mencari cara untuk keluar dari kamar hotel yang super mewah itu. diapun mendapat ide yang cukup cemerlang. di hotel ini terdapat mall di lantai dasar, Nurul akan memakai alibi untuk belanja selanjutnya dia akan kabur.
Nurul membuka sedikit pintu kamarnya. dua orang bodyguard tengah berjaga di pintu itu.
"permisi, aku ingin berbelanja. ijinkan aku untuk ke lantai dasar" ucapnya
para bodyguard hanya menatapnya bingung, karena mereka adalah orang asing. Rizal sengaja memerintahkan bodyguard ayahnya yang dari Inggris untuk menjaga Nurul, alasannya untuk pekerjaan
"Excuse me, I want to go shopping"
"We will call Mr. Rizal to take you" jawab seorang bodyguard yang berambut pirang
Nurul kembali menutup pintunya, dia bersungut-sungut. dia tidak akan bisa kabur jika bersama Rizal.
Nurul melangkahkan kaki ke arah balkon. setelah mendapatkan panggilan dari Shabil group, Nurul langsung bersiap-siap dan pergi ke perusahaan itu namun baru saja sampai loby dia di giring ke dalam mobil mewah dan langsung membawanya ke salah satu hotel bintang 5 yang ada di Jakarta.
dia di bawa ke meeting room yang ada di hotel tersebut. setelah bertemu Rizal, Nurul di berikan kamus bahasa Inggris dan menyuruhnya untuk belajar. setiap Nurul bertanya, Rizal hanya akan menjawab jika Nurul memakai bahasa Inggris.
dia sudah berada di hotel tersebut selama 2 hari. tidak boleh keluar dari kamar itu sampai dia di ijinkan keluar oleh Rizal.
dia sudah menelpon ibunya dan ibunya sudah di beri tahu Damar bahwa pekerjaan Nurul akan memakan waktu di luar rumah, dia akan jarang pulang. Nurul lega jika ibunya sudah paham akan pekerjaannya, lagipula ada Nafa yang selalu menemani ibunya.
"sampai kapan aku disini?" gumamnya
"I heard you want to go shopping?"
seseorang tiba-tiba ada di belakangnya, Nurul refleks melihat ke belakang.
setelah mengetahui siapa yang ada di belakangnya. wajah Nurul berubah cemberut namun masih berperilaku sopan.
"yes sir"
"I know you want to run away right?”
"n-no sir!"
"I know what you think. it's all clear on your face" ucap Rizal dengan nada dingin namun tatapannya terlihat jahil
"sa-saya tidak bermaksud kabur pak" ucap Nurul dengan suara pelan, dia merasa telah di telanjangi
"I will only talk to you in English"
"oke, sorry sir"
__ADS_1
suasana hening, Nurul menunggu dengan tegang dan Rizal tersenyum kecil melihat kelakuan sekretaris barunya itu.
saat melihat Nurul di ruang meeting Rizal sudah menganggap gadis itu lucu. dia terlihat polos dan imut. dengan tinggi yang hanya sedada dirinya membuat Nurul terlihat seperti seorang anak SMP. tidak akan ada yang menyangka bahwa usia gadis itu sudah lebih berkepala 2.
"come on"
"ya? where sir?"
"shopping"
Rizal berjalan lebih dulu, di belakangnya ada Nurul dan di belakang Nurul terdapat dua bodyguard yang tadi menunggu di depan kamar.
mereka sudah sampai di lantai dasar. Nurul terkejut dengan kemewahan hotel ini. saat pertama datang dia tidak sempat melihat-lihay karena dia langsung di giring ke ruang meeting dan langsung di kunci di dalam kamarnya selama dua hari.
dia baru pertama kali melihat mall yang begitu mewah di lantai dasar hotel. tidak hanya mall di lantai dasar juga terdapat beberapa truk food untuk para pengunjung yang ingin mencicipi makanan selain makanan hotel. banyak sekali pengunjung yang di dominasi para wisatawan asing, padahal jam sudah menunjukan pukul 10 tapi tempat ini seakan semakin ramai.
"It's very crowded here, even though it's almost midnight"
"this mall won't close before 2 am"
"Is there anyone still shopping at that hour, sir?"
Rizal tersenyum kecil mendengar pertanyaan Nurul.
"You'd be surprised to see a bar here."
"is there a bar in this hotel too?"
Nurul memasang wajah bingung, kenapa atasannya tertawa seperti itu. memang dia sering mendengar dari pak Damar bahwa Rizal cukup tidak waras, apakah yang di maksud adalah ini?
Nurul memilih bungkam, dia tidak ingin bertanya lebih jauh. dia diam mengekor Rizal yang memasuki toko pakaian. Rizal mulai memilih pakaian, begitu pula dengan Nurul yang langsung terkejut setelah melihat harga baju yang begitu fantastis.
"hah?! kolor gini doang harganya 300 ribu? gila nih toko" gumam Nurul tercengang saat memegang boxer yang dia yakini harganya hanya 25 ribu di pasar.
setiap dia melihat harga matanya langsung terbelalak. diapun memilih untuk menghentikan aktifitas nya karena dia tidak akan sanggup membeli pakaian di toko tersebut.
"what wrong? you said you wanted to go shopping" ucap Rizal
"I'd better accompany you sir."
Rizal mengangkat salah satu alisnya, dia tidak pernah melihat ada seorang wanita yang menolah untuk di belikan pakaian.
"get some clothes for you to work"
"but i don't have any money" ucap Nurul, dia mengecil kan suaranya saat mengatakan kata uang
"did you forget who you were with? I'm your boss, the company will cover everything. So take what you need."
Nurul diam sebentar, dia mencerna perkataan yang barusan Rizal ucapkan. jadi jika dia pergi belanja dengan bos nya ini maka dia tidak perlu membayar? wah amazing sekali
__ADS_1
wajah senang namun sedikit was-was menghiasi wajah Nurul. dia mulai memilih beberapa potong kemeja putih dan celana kantor. merasa apa yang dia butuhkan sudah dia ambil, dia kembali ke samping atasannya.
"only that?" tanya Rizal setelah melihat barang bawaan Nurul
"yes sir"
"follow me" perintahnya
Nurul dengan sigap mengikut kemana arah Rizal pergi.
"You have to take this blouse, this shirt, this and this" ucapnya seraya mengambil blouse yang sempat di lirik oleh Nurul dan beberapa pakaian santai lainnya.
"buy underwear too"
"ya? for what sir?"
"Tomorrow we will go to America, because you didn't bring any clothes so buy all your clothing needs here"
Nurul melongo
"what?! Amerika? tunggu, tunggu sebentar! kenapa aku baru di beritahu sekarang? apalagi kapan perginya? besok? aku bahkan belum bilang ke ibu" ucap Nurul dalam hati
"But sir, I haven't told my mother-"
Rizal mengerutkan dahinya, dia tidak suka dengan sikap Nurul yang belum apa-apa harus minta ijin dari orang tuanya
"You are an adult, just call your mother. remember well Nurul, I don't like people who are unprofessional and incompetent" ucap Rizal tajam memotong perkataan Nurul
"ba-baik pak. Saya mengerti"
Nurul hanya menunduk, menerima tekanan yang begitu kuat seperti barusan Nurul tidak dapat berbuat banyak.
Nurul sudah biasa di tekan oleh atasan. saat dia menjadi asisten MUA dia memang sering mendapat tekanan namun tekanan yang di berikan oleh Rizal terasa berbeda, seolah hidup Nurul tergantung dengan mood orang tersebut.
Rizal mendekatkan tubuhnya kepada Nurul, dia menunduk agar wajahnya sejajar dengan wajah Nurul.
"kita hentikan pelatihan nya. aku rasa kamu sudah lancar berbicara bahasa Inggris. aku sengaja menyuruhmu belajar bahasa asing karena kita akan ke kantor cabang yang ada di Amerika. persiapkan lah dirimu sebaik-baiknya! ingat Nurul, saya tidak suka sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginan saya! saya harap kamu paham!" ucap Rizal dengan penuh penekanan di setiap kata.
"baik pak, saya mengerti. saya minta maaf"
Rizal menarik diri, dia mundur satu langkah. diapun memanggil seorang pelayan.
"pilihkan koper besar untuk gadis ini, pilihkan juga beberapa stel blazer kantoran untuknya, ah dan juga pakaian dalam. paking semua barang yang ada di tangan gadis ini ke dalam koper dan langsung kirimkan ke kamar saya" perintah Rizal
"baik pak"
pelayan tersebut cepat-cepat menghampiri Nurul dan segera mengambil semua baju yang ada di tangan nurul.
Nurul dengan canggung memberikan semua pakaian nya. Nurul memilih untuk mengikuti pelayan tersebut karena dia harus memilih beberapa pakaian dalam, sebelum melangkah dia melihat punggung Rizal yang perlahan menjauh.
__ADS_1
"benar apa yang di katakan pak Damar. melayani dia harus penuh dengan kesabaran dan mental yang kuat" gumamnya