
Keesokan harinya, Nafa kembali mengunjungi Arya kali ini bersama anak-anak anggota BEM. mereka memasuki ruangan, Nafa cukup terkejut melihat salah satu temannya bernama meli ada di dalam ruangan.
"loh Mel?"
"eh Nafa, eh hai kalian" sahut meli
"pantesan tadi di ajak gak mau ternyata kamu udah disini toh"
meli tersenyum panik.
Nafa menghampiri Arya yang masih berbaring, dia tersenyum ke arah Nafa dan teman-temannya
"bagaimana keadaanmu?" tanya Nafa
"lebih baik berkat kamu" jawab Arya pelan setengah berbisik
"hei Arya! cepet sembuh dong, lama amat sih Lo sembuhnya!" ucap teman mereka tiba-tiba yang bernama Abdul
"eh Abdul, doain aja yah"
"pasti, kita semua bahkan satu kampus doain Lo ko" kali ini Rifki selaku wakil ketua BEM berbicara.
"thanks guys"
mereka berbincang seraya tertawa membuat ruangan VIP menjadi ramai.
Nafa melihat ke arah meli yang begitu pucat dan lemah, sepeti orang yang sedang sakit.
"kamu sakit mel?"
"e-engga ko naf"
"muka kamu pucet tuh kaya yang sakit"
"o-ya? kayanya aku kelelahan, mungkin kurang darah"
"udah minum obat?"
"belum sih, nanti pulang aku minum obat"
"jaga kesehatan mel" ucap Nafa dengan sepenuh hati mengkhawatirkan temannya itu
"iya makasih naf"
...****************...
kantor cabang yang awalnya damai berubah menjadi mencekam, meski saham perusahaan naik 5% tapi itu tidak membuat wajah Daru tersenyum. dia makin menekuk wajahnya. tidak ada satupun pegawai yang berani menyapa bahkan berpapasan dengan dirinya. jika mereka melihat Daru berjalan di jalan yang sama dengan mereka, mereka memilih untuk putar balik.
suasana hati Daru yang awalnya kacau menjadi makin kacau, setelah kejadian pagi tadi yang memalukan ( dia dan kakanya sepakat tidak akan mengungkit kejadian memalukan itu seumur hidup mereka), Daru mendapatkan kabar yang membuat amarahnya sampai ke ubun-ubun.
kabar bahwa ruangan VIP dimana Arya di rawat di rumah sakit ternama selalu kedatangan wanita saat malam hari, bahkan wanita itu beda-beda. Daru sudah tidak tercengang mendengar berita itu tapi dia cukup stress saat mendengat Nafa menerima pernyataan cinta dari lelaki itu. seketika Daru ingin membawa samurai yang di simpan di ruang rahasia di kamarnya dan langsung menebas Arya.
setiap kali Daru melihat pegawainya yang menyerupai Arya, Daru langsung menyuruh Devan untuk memecat pegawai itu dan tentu saja Devan tidak melalukan keinginan gila atasannya itu.
__ADS_1
"pak kali ini rapat dengan salah satu pangeran Arab, jadi saya mohon-" ucap Devan saat mereka tengah berjalan menuju ruang rapat yang langsung di potong Daru
"ya aku mengerti! bisakah kamu diam?" sahut Daru dengan ketus
Devan hanya tersenyum menanggapi ucapan atasannya itu, dia sudah biasa di perlakukan seperti itu oleh Daru.
mereka sampai di tempat tujuan. Daru membenarkan dahulu jas dan dasi nya sebelum memasuki ruangan.
semua orang berdiri menyambut kedatangan Daru, termasuk pangeran Arab. Daru langsung menjabat tangan pangeran tersebut, dan duduk di samping pangeran itu. mereka berbincang dalam bahasa Inggris.
ruangan tersebut di hadiri oleh sebagian urusan dari Arab dan beberapa kepala staf perusahaan Daru.
rapat pun di mulai. salah satu kepala staf berdiri dan mulai mempresentasikan kerja sama dengan negara Arab.
Daru berencana membuka jalur umroh dan haji untuk warga negara Indonesia melalu jasa travelnya. mereka berdiskusi tentang hotel yang akan di pakai oleh para jemaah, transportasi serta pasilitas yang akan di dapat.
pembahasan demi pembahasan mengenai hal tersebut berlanjut dengan serius namun santai bahkan pangeran Arab meminta agar para peserta rapat untuk makan siang bersama.
sekitar 3 jam kemudian rapat pun selesai dengan hasil yang memuaskan. Daru kembali menjabat tangan sang pangeran.
"I have prepared the best hotel for you to rest for a few days" ucap Daru
"Thank you, I will really enjoy it" sahut sang pangeran dengan senang
"if you want to visit somewhere please contact my secretary"
"sure. thank you for your attention. although I happen to want to visit Bali"
"OK, I'll prepare. You can leave tomorrow morning."
"siapkan salah satu kamar di hotel kita yang ada di Bali, kalau bisa tutup hotel itu dan jangan menerima tamu untuk 1 bulan kedepan"
"baik, tapi pak sebuah kampus telah mereservasi di hotel kita sejak 6 bulan lalu. kita tidak bisa membatalkan itu"
" kampus mana? kapan?"
"Minggu ini, kampus tempat nona Nafa berkuliah"
Daru berhenti melangkah, dia diam sejenak, berpikir.
"selain kampus itu jangan terima tamu, lalu siapkan kamar untuk para mahasiswa itu di lantai dasar saja, lantai 3 sampai atas jangan sampai ada yang masuk. kosongkan juga lantai dua"
"baik pak"
jantung Daru berdetak kencang, dia tidak menyangka bahwa hotel tempat Nafa beristirahat di hotel miliknya. Daru ingin cepat-cepat hari itu terjadi, dia sudah tidak sabar bertemu dengan Nafa. setidaknya dia memiliki alasan untuk bertemu dengan nafa
...****************...
beberapa hari pun berlalu, Arya sudah boleh keluar dari rumah sakit. biaya keseluruhan di tanggung oleh perusahaan Shabil. beberapa orang teman kampus menjemput Arya, termasuk Nafa. mereka menaiki mobil salah satu teman mereka.
Arya duduk di kursi tengah, di apit oleh Nafa dan meli. mereka langsung menuju kosant Arya.
setelah beberapa hari pun, meli masih terlihat pucat. padahal dia sudah bilang telah meminum obat penambah darah dengan rutin. mereka langsung di sibukkan dengan karya wisata yang akan mereka ikuti 2 hari lagi.
__ADS_1
mereka sampai di tempat tujuan, Arya turun dari mobil di ikuti Nafa dan meli.
"Mel kamu gak pulang? hayu aku anter" tanya Rifki
"aku mau anter Arya ke dalem"
"aku gapapa, kamu pulang aja. ada yang harus aku omongin sama Nafa" ucap Arya
meli ingin protes, mereka bertatapan cukup lama dan meli menurut. dia masuk ke dalam mobil dengan cemberut. mereka semua saling berpamitan, mobil pun pergi meninggalkan mereka berdua.
"aku rasa meli menyukaimu" ucap Nafa saat memasuki kosant Arya.
kosant itu sangat bersih dan nyaman, dengan cat berwarna putih gading. di dalam kosant terdapat kasur lantai yang cukup besar, meja kecil, lemari susun 3, tv LED yang di tempel di tembok dan kamar mandi.
"enggalah, dia cuma adik tingkat ku doang"
"tapi prilakunya aneh" ucap Nafa curiga.
jika di perhatikan memang sangat aneh. saat Nafa menjenguk Arya pagi hari, meli sudah ada disana padahal itu masih pukul 7 pagi. sejak jam berapa meli ada disana
"meli suka jenguk kamu yah? dari jam berapa dia ngejenguk?"
"engga ko, baru baru ini aja"
"dia nginep?"
Arya terdiam sesaat mendengar pertanyaan Nafa
"enggalah sayang, masa dia nginep"
"terus kenapa dia bisa ada di ruangan kamu saat aku jenguk kamu pagi-pagi?"
"dia Dateng beberapa saat sebelum kamu Dateng"
"ko dia rajin banget jenguk kamu?" tanya Nafa curiga
Arya merangkul Nafa dengan lembut, dia memegang pundak Nafa dan menatap Nafa.
"aku gak tau, mungkin dia cuma khawatir"
"heumm.. oke, aku anggap begitu"
Arya tidak melepaskan pegangan pundaknya, dia nendekatkan wajahnya ke wajah Nafa berniat mencium bibirnya, namun Nafa mengelak.
"aku.. belum siap, maaf"
Arya terdiam sekilas terlihat raut keras di wajahnya, sangat cepat perubahan wajah itu membuat Nafa tidak menyadari. Arya tersenyum hangat, dia mengecup kening Nafa
"aku mengerti, maafkan aku"
"Oia sayang, boleh aku minta sesuatu?" lanjut Arya
"apa?"
__ADS_1
"gapapa kan hubungan kita di rahasiakan dulu? waktu awal menjabat ketua BEM, aku di beri syarat jangan dulumempunyai pacar, biar aku fokus jadi ketua BEM. gapapa?"
Nafa terdiam sejenak, apa memang seperti itu? meski terasa ganjil dan mencurigakan namun Nafa mengiyakan keinginan Arya.