Love Of Passion

Love Of Passion
pesta


__ADS_3

"tidak apa-apa Kaka pulang malam?" tanya Daru saat mereka sudah sampai di depan rumah Nafa. dia melihat jam tangannya hampir menunjukan pukul 10 malam


"tidak apa-apa, di rumah juga sendiri ko" jawab Nafa


"ibu nginep di rumah sodara" lanjutnya sebelum Daru bertanya.


Jika memang Nafa sendirian di rumah, bisakah dia menginap di rumah itu? atau bisakah dia membawa Nafa ke rumah nya karena di rumah nya tidak ada siapapun, BI Inah masih berada di kampung.


segera Daru menepiskan pikiran itu, apa yang dia inginkan hingga ingin Nafa terus berada di sampingnya? apa karena dia kesepian?


Daru menggelengkan kepalanya, akhir-akhir ini pikirannya selalu aneh, dia selalu ingin bersama wanita itu. Daru bingung kenapa dia selalu memikirkan Nafa dan ingin Nafa disampingnya, dia merasa asing dengan perasaan yang kini ia rasakan.


"oh begitu" ucap Daru pada akhirnya


Nafa turun dari mobil, dia segera masuk rumah setelah melambaikan tangan.


Daru menjalankan mobilnya meninggalkan tempat itu setelah diam menatap rumah itu selama 15 menit.


...***...


"aku harus menggantikan Kaka ke acara membosankan itu?" Daru bertanya di sela-sela membaca sebuah dokumen.


dia mengangkat sebelah alisnya, karena tidak biasanya Daru menggantikan kakanya menghadiri sebuah acara pertemuan antar pengusaha.


"iya pak, pak direktur sedang berada di Amerika dan dia meminta bapak menghadiri acara tersebut" jawab Devan


Daru diam sejenak, dia belum pernah menghadiri acara yang di penuhi orang seperti itu. karena semua acara selalu di handle kakanya. Daru tahu bahwa acara itu adalah acara rutin yang harus di datangi. dia tidak mengerti apa yang di lakukan para pengusaha di acara tersebut, karena acara itu seperti acara pesta biasa. yang Daru mengerti, kakanya selalu pulang dalam keadaan mabuk atau kakanya selalu pulang saat keesokan harinya dengan baju yang beraroma parfum wanita.


"dimana Bagas?"


"dia tengah berada di perjalanan pak"


Daru mengerutkan alisnya


"darimana?" tanya Daru. karena setahu Daru dia tidak pernah menyuruh Bagas kemanapun


"Inggris pak. karena Bagas yang di perintahkan pak direktur untuk mencari Dikta. dia mendapatkan informasi Dikta telah tewas di salah satu hotel di Bali. karena tuan besar tahu bahwa Bagas mampu mendapat informasi rahasia tersebut, tuan besar menyuruh Bagas ke Inggris untuk menemuinya"


Daru hanya diam. jelas kenapa ayahnya memerintahkan Bagas untuk menemui nya di Inggris, karena informasi yang di rahasiakan oleh Intel Shabil dengan mudah di dapatkan oleh Bagas.


"apa aku harus menghadiri acara itu?"


"iya pak. saat ini semua pekerjaan dan semua acara yang di Asia di pegang oleh bapak"


Daru mengapit tangannya dan mengangkatnya setara dengan hidungnya.


"aku akan pergi tapi dengan Bagas"


"baik pak"


Devan mengecek ponselnya untuk mengkonfirmasi bahwa pihak shabil bisa datang ke acara tersebut.


...***...


tepat pukul 5 sore, Daru sudah bersiap-siap dengan setelan jas berwarna silver dan dasi berwarna selaras. dia memakai sepatu kulit berwarna hitam mengkilap.


rambutnya di sisir rapih ke belakang sehingga Daru tidak terlihat seperti anak berusia 17 tahun. dengan postur tubuh yang tinggi, wajah yang proporsional Daru terlihat begitu menawan.

__ADS_1


Daru mengambil jam tangan, sebuah jam tangan mewah Vacheron Constantin tour de l'le yang di ciptakan tahun 2005. jam tangan ini hanya ada 7 di dunia dengan harga 1,5 juta Dollar.


itu adalah jam kesukaan Daru, jam yang selalu dia pakai jika akan ke acara resmi.


seseorang bertubuh tinggi besar menghampiri Daru, orang tersebut memakai setelan jas berwarna navi dengan motif garis-garis.


"pak, sebentar lagi kita akan berangkat"


Daru melirik sekilas diapun kembali melihat jam tangannya.


"selama 2 Minggu ini aku tidak melihatmu, aku dengar kamu ke Inggris?" tanya Daru


"iya pak"


"dan kamu yang mencari info tentang Dikta? ternyata kamu cukup berguna"


Bagas hanya diam mendengarkan setiap perkataan Daru


"bagaimana menurutmu dengan.. ayah?" tanya Daru. saat mengatakan kata ayah, Daru serasa memakan arang panas. kata itu terasa canggung untuknya.


flasback...


Bagas tidak menyangka bahwa keberhasilan nya menemukan informasi tentang Dikta mampu menarik perhatian tuan besar. sewaktu di Bali, saat dia akan menaiki pesawat menuju Jakarta tiba-tiba sekelompok orang berpakaian rapih menghampiri nya.


Bagas sudah siap-siap jika kondisi tidak kondusif tapi ternyata orang-orang itu meminta Bagas untuk ikut mereka dengan sopan menuju Inggris atas perintah tuan besar. mau tidak mau Bagas harus menurut. sejujurnya dia takut akan di pecat dari pekerjaan nya karena dia mempunyai beban yang harus dia pikul.


sesampai di sana, tuan besar yang hanya mampu Bagas lihat dari jauh atau hanya sekedar sepatu nya saja yang Bagas liat kini dapat di lihat dari dekat.


saat pertama kali melihat, wajah tuan besar terlihat sangat tampan. sepertinya wajah tampan Rizal dan Daru di dapat dari sang ayah. namun saat Bagas melihat raut wajah tuan besar dia teringat Daru, eskpresi yang ditunjukkan tuan besar sama dingin dan kerasnya seperti Daru.


meski hanya memakai baju santai namun wibawa Tuan besar masih terpancar.


Bagas sangat tidak suka di awasi, dia selalu merasa tidak nyaman dan tidak tenang atas berita buruk tersebut.


flashback end..


"beliau sangat luar biasa" jawab Bagas setelah diam sejenak


Daru tersenyum mencemooh


"benar, sangat luar biasa" sahut Daru. dia membalikan badan. dia berjalan mendahului Bagas.


Bagas membukakan pintu belakang mobil, Daru pun duduk dengan tenang disana. sedang kan Bagas duduk di kursi kemudi.


mobil melaju dengan kecepatan sedang. mereka menuju salah satu villa mewah yang ada di Bogor. jalanan cukup ramai namun tidak menyebabkan macet. tepat pukul 7 malam, mereka sudah sampai di tempah tujuan. sudah banyak mobil mewah yang terparkir disana


Bagas membukakan pintu mobil. perlahan Daru keluar, sebelum melangkahkan kaki dia merapihkan terlebih dahulu jas yang dia kenakan.


Daru dan Bagas memasuki villa, seorang pelayanan yang ada di depan pintu besar villa menyambutnya dan menanyakan siapa nama dan dari keluarga mana.


"tuan daru dari Shabil group!" teriak pelayan tersebut.


orang-orang yang mendengar suara tersebut refleks melihat ke arah Daru. Daru terus melangkah kan kakinya di ikuti oleh Bagas di belakang.


hampir semua pengusaha datang. kebanyakan dari mereka di temani oleh sekretaris pribadi, atau pasangan masing-masing, atau selingkuhan mereka.


Daru mengangkat gelas minumnya saat seorang wanita tersenyum dan mencoba merayu ke arahnya.

__ADS_1


"kapan acara ini berakhir?" tanya Daru kepada Bagas


"saya tidak tahu pak, pak Devan tidak mengatakan apa-apa" jawab Bagas


"santai lah sedikit, minum dan makan apapun yang kamu mau. nikmati acara ini" ucap Daru saat melihat Bagas memasang wajah yang begitu serius.


"baik pak" sahut Bagas. diapun menurun kan pundaknya agar terlihat rileks. Bagas mengambil sebuah gelas yang berisi jus jeruk.


"oyasuminasai" ucap seseorang seraya menghampiri mereka.


Daru tidak tahu siapa lelaki setengah baya itu namun dari penampilan nya, pria tersebut pasti berpengaruh


"oyasuminasai" sahut Daru


"Anata wa darudearu hitsuyō ga arimasu ka?"


"Hai,-sōdesu ka?" tanya Daru kembali


"Ā, watashi wa jiko shōkai o shite imasen. Sky group no ona, Takamotodesu" jawab pria yang bermana takamoto tersebut


Daru mencoba mengingat perusahaan sky group. ah dia tahu perusahaan itu. perusahaan yang berada di bilang logistik terbesar di Jepang.


"Watashi no shitsurei o yurushitekudasai" ucap Daru


"Sore wa daijōbudesu musuko, watashi wa rikai shite imasu" sahut takamoto dengan terkekeh.


mereka berbincang dengan nyaman, pak takamoto termasuk orang yang menyenangkan. meski pembicaraan mereka sebatas bisnis namun Daru menikmati perbincangan mereka


"Kongotomoyoroshiku onegaishimasu" ucap takamoto seraya menjabat tangan Daru


"yokatta. Arigatōgozaimashita" sahut Daru dan menyambit ulutan tangan takamoto


dia telah membuka sebuah peluang bisnis bersama Takamoto. Daru tersenyum cerah.


Bagas yang sedari tadi diam di belakang Daru merasa takjub dengan bahasa yang di kuasai oleh Daru.


"darimana bapak bisa fasih bahasa Jepang?"


"anime" jawab Daru asal


tentu saja Daru bias fasih berbagai bahasa karena dia sudah mendapatkan pelajaran bahasa sejak usianya 6 tahun.


Bagas mengangguk-angguk kepalanya, dia mulai berfikir untuk sering menonton anime.


(perbincangan Daru dengan takamoto)


takamoto: selamat malam


Daru : selamat malam


takamoto: kamu pasti Daru kan?


Daru : iya benar, anda?


takamoto : ah, saya belum memperkenalkan diri. saya takamoto, pemilik sky group


Daru : maaf kan atas ketidaksopanan saya

__ADS_1


takamoto : tidak apa-apa, saya mengerti


__ADS_2