Love Of Passion

Love Of Passion
acara PENSI di mulai!


__ADS_3

akhirnya acara yang di nantikan oleh para murid pun tiba. lapangan yang tidak terlalu luas itu di penuhi oleh stand-stand dari masing-masing kelas, di sebelah ujung lapang di dirikan sebuah panggung berukuran sedang dengan berbagai alat musik, tengah-tengah lapangan di gelar sebuah karpet besar agar para murid yang menonton untuk duduk di karpet tersebut.


kelas Daru sudah berisik dari pagi hari, mereka merias stand mereka dengan bahan yang sudah disiapkan, sound sistem di simpan tepat di samping kiri stand, disamping sound sistem terdapat sebuah meja panjang untuk makanan yang akan mereka jual.


bertemakan Halloween, stand di buat semisterius mungkin. dengan latar gelap di padukan dengan tirai berwarna navi.


semua anak memakai kostum. Ikbal menjadi zombie, Diaz menjadi kuntilanak dan Daru menjadi jason di film Friday the 13th.


"Dar gak seru ah, maneh pake topeng segala" seru ikbal


"kenapa? jadi Jason keren ko"


mereka mulai mempersiapkan acara sesuai dengan tugas masing-masing. Diaz sebagai ketua mengarahkan murid-murid agar cepat menyelesaikan stand mereka.


Daru mengecek ponselnya. dia sudah menghubungi Nafa untuk bisa datang ke sekolahnya.


"wah kalungnya cantik banget Diaz! aku baru liat, kalung baru?"


"ah.. hehehe begitulah" jawab Diaz seraya memegang kalungnya


"dari siapa tuh? pacar yah?"


"bu-bukan ko!" jawab Diaz refleks berteriak


"belum" gumamnya seraya melirik ke arah Daru yang tengah asik mengobrol dengan Ikbal.


...***...


acarapun di mulai. PENSI di mulai dengan membaca doa, di lanjutkan dengan kata sambutan dari wakil kepala sekolah, dan tari-tarian tradisional.


banyak sekali orang yang datang dari luar sekolah, segerombol siswi dari sekolah sebelah yang terkenal dengan siswinya cantik ketawa ketiwi sambil berbisik-bisik. anak-anak lelaki langsung mencari perhatian mereka sedangkan anak-anak perempuan sangat risih dengan kedatangan mereka.


"so cantik banget sih" geram Giselle


"iri yah" sahut Fahmi seraya tertawa kencang


secara spontan kepala Fahmi di pukul dengan karton yang tengah di pegang Giselle.


suasana riuh sekali. Daru tengah duduk di samping stand, dia bertugas menjaga stand dari anak-anak jahil. tangan kanannya memegang ponsel dan tangan kirinya memegang golok bohongan. Daru hanya diam menatap layar ponselnya yang mati.


Daru langsung berdiri setelah menerima sebuah pesan.


"bal gantiin!" teriak Daru dan langsung pergi


"woy Dar!!" teriak balik Ikbal namun Daru tidak menghiraukan.


Daru tetap berlari menerjang arus manusia menuju gerbang sekolah.


larinya berhenti setelah melihat Nafa tengah berdiam diri seraya memegang ponsel. dengan nafas terengah Daru membuka mulut untuk memanggil Nafa


"Kaka!" ucap Daru seraya menghampiri, nafasnya tersengal


"Daru?"


Daru melepas topengnya, senyum sumringah merekah di wajahnya yang berkeringat

__ADS_1


"Kaka baru sampe?"


"ah iyaa, kamu jadi Jason? hahaha gak cocok!"


"begitukah? aku kira aku cocok memerankan Jason"


"engga! kamu cocoknya meranin vampire atau idol kpop" jawab Nafa dengan antusias


Daru hanya tersenyum menanggapi jawaban Nafa, senyumnya makin mengembang saat melihat leher Nafa yang di hiasi kalung hadiah darinya.


namun senyumnya memudar. seorang pria-Arya menghampiri mereka berdua. meski pria itu bersama teman-teman kampus yang lain namun Daru hanya fokus melihat pria itu.


"ahh aku bawa temen-temen yang lain. gapapa kan?"


"iya gapapa" jawab Daru dengan nada datar, senyumnya hilang seketika.


"Kaka dan temen-temen harap ikuti saya" ucap Daru dengan senyum bisnis. diapun memakai topengnya kembali


Nafa menyadari ada yang aneh tapi dia tidak tahu apa itu.


"Naf anak tadi siapa? gila ganteng banget!" tanya Nadia, teman sekampusnya


"dia anak yang aku ceritain kemarin, dia juga yang undang kita ke sekolahnya"


"anak yang ikut les privat mu? aku kira anaknya cupu atau gimana tapi ini malah keliatan kaya seumuran kita, badannya tinggi banget!" meli temannya ikut nimbrung


"tapi Mukanya imut banget" ucap Nadia


"yup, umur gak bohongin muka"


"kamu abis dari mana?"


"dari depan"


"Ikbal gak bisa jagain stand! udah ada 5 cupcake kita hilang! bukannya jagain dia malah fokus melihat anak dari sekolah sebelah!" ucap Diaz dengan kesal


Daru melihat Ikbal, dia melihat wajah Ikbal kusut seperti saat itu. sepertinya temannya sedang ada masalah.


"oke, sorry"


Diaz menghela nafas tanda memaafkan, lalu pergi masuk ke dalam kelas yang ada di belakang stand mereka.


"liatin siapa lu?" tanya Daru kepada Ikbal


"itu tuh" jawab Ikbal seraya menunjuk seseorang dengan dagunya.


Daru melihat seorang wanita tengah berada di gerombolan cewek yang tadi bisik-bisik.


"siapa?"


"pacar urang"


"ohh, yang kemarin maneh ceritain?"


"hooh"

__ADS_1


Daru kembali duduk di kursi yang tadi di duduki Ikbal, Ikbal berdiri dan masih memandangi wanita itu.


"samperin gih"


"dia gak mau urang samperin, dia bilang jangan samperin dia kalau ada temen-temennya"


"samperin aja! maneh udah di Deket dia, dia gakan berkutik terus ajak ngobrol"


"wah bener juga, ternyata maneh pinter"


tanpa aba-aba Ikbal langsung menghampiri wanita itu. wanita itu awalnya kaget, dia melihat sekeliling dan mau tidak mau dia setuju untuk bicara dengan ikbal.


'mencurigakan' kata itu yang di tangkap Daru dari gerak gerik si wanita namun Daru tidak bisa berbuat apa-apa, itu masalah temannya dan dia tidak berhak ikut campur.


acara terus berlanjut, kali ini anak ekskul teater melakukan sebuah drama bertema Romeo and Juliet. semua murid berkumpul di sekitar lapangan, mereka duduk di lantai dengan tenang menyaksikan drama tersebut.


dan tentu saja Daru tidak bisa fokus ke drama itu karena dia fokus menerjang tangan-tangan jahil yang hendak mengambil dagangan mereka.


" oke hadirin sekalian! acara semakin seru!! kalian bisa berbelanja makanan, minuman, pakaian, sepatu sampai aksesoris yang telah di sediakan oleh stand dari masing-masing kelas! dan kami mohon untuk menjaga ketertiban selama mengikuti acara ini yah guys!!" seru seorang MC setelah drama selesai


"dan! kali ini akan ada pertunjukan dari masing-masing kelas 3! kita lihat daftarnya!! ohh ada yang mau nyanyi solo, band, drama hingga menari grup!! wahh kakak kelas kita sunggung antusias sekali!!!" ucap MC di sebelah MC yang tadi dan di tanggapi tepuk tangan dari banyak orang


"kita akan mulai dari pentas yang sederhana!! akan ada penampilan solo perwakilan dari kelas 3 D! kita panggil orangnya yah guys! di persilahkan kepanggung untuk kak DARU!!" ucap MC kembali, semua orang bersorak dan memanggil namanya.


"hah?" ucap Daru bingung. dia berdiri dari duduknya dan mengepak tangan seseorang yang hendak mengambil sebuah cupcake.


"tapi aku engga-"


"Dar sorry, aku yang ngajuin kamu. kemarin ada rapat di ruang guru dan guru minta masing-masing kelas harus ada yang naik ke atas panggung. kita bingung karena kamu tahu sendiri di kelas kita gak ada yang suaranya bagus. terus Ikbal bilang kalau suara kamu bagus dan kamu bisa alat musik jadi aku ajuin kamu deh! maaf yah Daru aku ajuin kamu tanpa izin dari kamu"


alis Daru berkerut, dia langsung mencatat di kepalanya akan membuat perhitungan dengan Ikbal setelah acara ini selesai.


"oke, gapapa. yah mau bagaimana lagi" ucap Daru akhirnya. diapun pergi menuju panggung.


sorak Sorai semakin kencang saat Daru menaiki panggung.


"halo kak Daru! Kaka mau solo lagu apa nih?"


"nanti kalian juga tahu" jawab Daru singkat dan di balas tepuk tangan dengan sorak.


Daru mengambil gitar yang sudah di sediakan, dia akan melakukan akustik dengan bernyanyi. Daru duduk di kursi yang sudah di sediakan, MC kembali bicara saat dia akan memetik gitar.


"eits buka dulu dong ka topengnya"


Daru lupa akan hal itu, diapun melepas topengnya. terlihat wajah tampan Daru yang bersinar dengan butiran keringat di wajahnya. sorak-sorai semakin kencang, terdengar di beberapa tempat teriakan wanita Hingga ada yang mengatakan "kak Daru i love you" dengan kencang.


Daru hanya tersenyum sungkan kepada siapapun orang yang mengatakan itu.


"baiklah sekalian! mari kita sambut penampilan dari kak Daru!!!"


Daru diam sejenak, dia mengatur nafasnya. Daru melihat sekeliling memperhatikan wajah dari orang-orang yang melihatnya, tengah lapang begitu penuh dengan anak-anak yang duduk di lantai untuk menyaksikan nya. dan dia melihat Nafa tengah berdiri di samping stand kelasnya. sebuah lagu meluncur di kepalanya.


Daru mulai memetik gitarnya, suara tepuk tangan meriah menyambut penampilannya.


dia mulai menyanyikan lagu dari Devano Danendra- menyimpan rasa.

__ADS_1


__ADS_2