Love Of Passion

Love Of Passion
tidak terima


__ADS_3

sepasang mata tengah melihat ke sebuah lokasi kampus dengan tatapan liar. mata itu mencari seseorang kesana kemari namun belum menemukan orang yang di maksud.


mata liar itu diam di sebuah titik tertentu, yang awalnya melotot berubah menjadi menyipit. salah satu alis naik ke atas, amarah mulai timbul dari tatapan ganas tersebut.


Daru keluar dari mobil dengan penuh amarah, dia menghampiri orang yang ada sebuah gang kecil seperti gang untuk saluran pembuangan di sebrang jalan yang tengah saling bertautan bibir.


Daru menarik belakang baju lelaki itu dan langsung melemparkan bogem mentah ke arah hidung orang tersebut sampai terjungkal. darah menetes dari hidungnya, hidung Arya patah seketika. niat Daru mencari Nafa dan meminta maaf tapi yang dia dapatkan sebuah sampah yang harus dia lenyapkan.


"Kya!!"


"b*ngsat Lo!" geram Daru dan terus melayangkan bogem mentah ke arah wajah Arya.


wanita yang ada di tempat kejadian berlari menjauh sekencang mungkin.


"anj**g Lo! m*ti! m*ti!" ucap Daru di sela-sela pukulannya.


sebuah tangan menarik Daru dengan paksa, segerombol orang datang ke lokasi kejadian. sebagian melerai sebagian menonton.


Daru di tahan oleh 4 orang, tenaga Daru sangat besar sehingga membuat 4 pemuda kesulitan untuk menahannya. dua mahasiswa membantu Arya untuk bangun, wajahnya penuh darah, dua giginya copot, matanya bengkak dan bibirnya robek.


terdengar teriakan histeris dari mahasiswi yang melihat kejadian.


"tandu! gua butuh tandu! si Arya harus cepet di bawa ke UKS! woy maneh panggil dosen!" teriak pemuda yang tengah membantu Arya berdiri.


Daru mencoba melepaskan diri dengan sekuat tenaga, 4 pemuda langsung menahannya dengan tenaga ekstra.


"gila ni orang!! woy gua butuh bantuan! ni anak kaya beruang!!!" teriak salah satu pemuda disana, sekitar 2 orangpun membantu.


beberapa dosen datang, mereka syok dengan keadaan Arya dan langsung menyuruh anak ekskul blabla yang sedang membawa tandu langsung membawa Arya ke UKS.


mereka melihat ke arah anak yang tengah di tahan oleh 6 mahasiswa, pak dosen menghampiri Daru dan menyuruh ke 6 mahasiswa untuk melepaskannya.


"tapi pak kami takut dia mengamuk"


"kalian tidak perlu cemas, ayo lepaskan dia"


dengan berat hati Daru di lepaskan, Daru membenarkan jaketnya dan menatap orang-orang yang tadi menahannya dengan ganas.


"halo nak, kalau anda berkenan mari ikut bapak ke ruangan bapak" ucap sang dosen yang ternyata kepala sekolah. Daru hanya diam tidak berkata apa-apa


"mari" ucap bapak tersebut. meski hanya diam Daru mengikuti bapak itu sambil mencari keberadaan Arya, dia masih belum puas menghajar Arya.


berani sekali Arya menyatakan cinta namun bermesraan dengan wanita lain. menurut informasi yang di terima Daru, Arya memiliki hobi yang cukup "unik", dia sangat menyukai mengoleksi wanita. dia selalu penasaran dengan wanita yang menurutnya menarik dan akan terus mendekati dengan berbagai cara, dia akan mengejar wanita tersebut hingga si wanita mau tidur dengannya.


dan saat ini Arya sudah menjalin hubungan dengan 20 wanita dan jika Nafa menerima Arya maka jumlah akan mencapai 21. serta Arya sudah beberapa kali menghamili wanita dan mengugurkan kandungan semua wanita tersebut sebelum usia kandungan nya 2 bulan.

__ADS_1


Daru sangat membenci lelaki seperti itu, dia sangat murka dengan perilaku Arya. lelaki bejad yang ingin mendapatkan wanita yang dia sukai, Daru tidak dapat menerima itu dan tidak akan pernah menerima itu! itulah sebabnya Daru mati-matian melarang Nafa untuk tidak menjalin hubungan dengan Arya. jika boleh, Daru ingin selalu ada disisi Nafa selama 24 jam dan mengusir lelaki-lelaki br*ngsek seperti Arya.


mereka sudah sampai di ruang kepala sekolah, Daru di persilahkan duduk. beberapa dosen ikut masuk ke ruangan. kepala sekolah meminta untuk menyiapkan dua cangkir teh manis.


"boleh bapak tahu siapa namamu?"


"Daru" cukup lama Daru menjawab pertanyaan tersebut.


"boleh bapak tahu kenapa nak Daru memukul mahasiswa bapak?"


Daru melirik ke kiri dan ke kanan, dia melihat semua tatapan yang mengarah kepadanya.


"saya ingin menelpon"


"tentu, silahkan"


Daru menekan nomer Devan


"cepat kemari"


"kamana pak?"


"cari tahu posisiku dan cepat kemari"


telepon pun ditutup, Daru memasang wajah datar ke arah kepala sekolah dan dosen-dosen yang ada disekitar nya.


"saya akan menjawab setelah sekretaris saya datang"


semua mata terlihat bingung, apa yang di maksud dengan anak yang ada di hadapan mereka. mereka semua tahu bahwa anak yang duduk dengan wajah tidak sopan itu adalah anak SMA terlihat dari seragam sekolah yang dia kenakan, tapi entah kenapa auranya berbeda. terasa sangat mengintimidasi, mereka seolah tengah berhadapan dengan pejabat tinggi.


dilain tempat Nafa yang tengah asik mengobrol dengan teman kampusnya di koridor kampus langsung terdiam saat mendengar seseorang minta tolong dan syok ketika melihat Arya di gotong dengan wajah yang babak belur, dia mengikuti rombongan memasuki UKS dan menghampiri Airin yang tadi berteriak minta tolong.


"Airin, kenapa Arya bisa babak belur gitu?" tanya Nafa


"a..aku gak tahu gimana percisnya, cuman saat aku sama dia lagi ci-maksudku ngobrol di pinggir jalan tiba-tiba dia di pukul"


"di pukul sama siapa?"


"aku gak tau, aku juga gak kenal cuman dia pake seragam SMA"


Nafa terdiam, dia mempunyai firasat buruk. dia bisa menebak siapa yang memukul Arya.


"terus kemana orang yang mukulin Arya?"


"dia ikut ke ruang kepala sekolah"

__ADS_1


Nafa langsung meluncur menuju ruang yang di maksud.


"Naf! tunggu!" teriak Tika teman kampus Nafa yang tadi tengah mengobrol dengan Nafa.


sesampai di tempat, Nafa melihat banyak orang yang berkerumun didepan pintu, beberapa orang mencoba untuk menguping namun hasilnya nihil.


"kamu penasaran banget yah sama yang mukulin Arya?"


"aku punya firasat buruk"


"maksudnya?"


bibir Nafa terhenti saat melihat sekitar 5 orang berjalan dari arah lorong menuju ruangan kepala sekolah. orang-orang tersebut memakai jas hitam, hanya satu orang yang berada di paling depan memakai jas berwarna abu, seolah dia adalah ketua dari geng tersebut.


semua orang yang ada di depan pintu langsung menyingkir dan memberi mereka ruang. salah satu dari 5 orang tersebut mengetuk pintu, pintu pun di buka. seorang dosen yang di ketahui Nafa adalah dosen ekonomi membuka pintu dan mempersilahkan masuk ke5 orang tersebut.


"baiklah anak-anak! pelajaran akan segera di mulai, ayo kembali ke kelas kalian!!" teriak pak dosen setelah ke 5 orang tadi masuk dan beliau pun ikut kembali masuk ke dalam ruangan.


anak-anak yang harusnya kembali ke kelas kembali menempelkan kuping mereka di pintu.


Nafa tidak tahu siapa orang-orang tadi, tapi dia merasa kalau orang-orang itu adalah bawahan Daru. kenapa Daru memukul Arya? apa dia kesal karena tadi pagi Nafa membela Arya? pikiran seperti itu terus terlintas di dalam benak Nafa.


Nafa melangkah menuju tempat duduk di sekitar ruangan kepala sekolah bersama Tika. dia memilih untuk menunggu sampai orang-orang keluar dari ruangan itu.


...***...


"selamat siang" sapa Devan setelah dia masuk ke dalam ruangan.


"siang" jawab semua dosen yang ada disana


"saya Devan Mahendra dari shabil group" ucap Devan seraya berjabat tangan dengan kepala sekolah dan memberikan kartu nama yang terbuat dari emas.


...Devan Mahendra...


...sekretaris pribadi...


...Shabil groups...


pak kepala sekolah mengoper kartu nama tersebut setelah terlihat cukup tercengang dengan kartu itu. begitupula dengan para dosen yang memegang dan membaca kartu nama itu, tangan mereka terasa kaku.


seorang dosen yang terakhir melihat kartu itu dengan tegang mengembalikan kartu nama itu kepada Devan. dosen itu berfikir apakah kartu nama itu bisa di jual atau tidak


"ibu boleh menyimpannya" ucap Devan, dengan cepat dia memasukan kartu itu dalam saku dan berencana akan pergi ke toko emas setelah jam kampus selesai.


"bisa tolong jelaskan bagaimana atasan saya membuat masalah?" tanya Devan dengan wajah tersenyum

__ADS_1


__ADS_2