
hari karyawisata pun tiba, semua mahasiswa dan mahasiswi yang mengikuti karya wisata sudah tiba di depan kampus sejak pukul 6 pagi. mereka tengah menanti bus yang akan membawa mereka menuju pulau Dewata. mereka sudah membawa bekal yang mencukupi, ada yang membawa ransel untuk ke gunung, ransel untuk mudik bahkan ada yang membawa koper berukuran besar.
sekitar 200 orang termasuk beberapa guru yang akan ikut kegiatan, hanya anak-anak semester 6 hingga 8 yang boleh ikut, sedangkan mereka yang baru semester awal tidak di ijinkan. karena kampus Nafa bukan lah termasuk kampus favorit, sehingga para peserta didik tidak terlalu banyak.
sekitar setengah jam kemudian, rombongan bus pun datang. sekitar 5 bus besar memasuki area kampus, dua bus di halaman kampus, 3 bus lain di sebrang jalan yang terdapat lahan kosong luas.
seorang dosen mengumpulkan para peserta didik dan memberi arahan memakai toak. sang dosen memberikan penjelasan tentang schedule yang akan mereka jalani selama di Bali, dan memberi nomer untuk para siswa duduk di dalam bus agar teratur.
Nafa mendapatkan bus nomer 3 dengan kursi nomer 20, dia tidak tahu siapa orang yang akan duduk di samping nya. dan menurut penjelasan sang dosen, pembagian kamar serta teman sekamar di tentukan oleh nomer duduk bus.
jam masih menunjukan pukul 7 pagi namun jalanan sudah mulai ramai oleh kendaraan yang akan pergi bekerja atau yang akan sekolah. hari ini adalah hari Minggu pagi dan kemungkinan akan sampai hari Selasa siang atau sore tergantung padat atau tidaknya jalan.
Nafa memasuki bus, ransel besar yang dia bawa sudah di amankan di dalam bagasi bus. Nafa hanya membawa tas selempang berukuran sedang, di dalam tas itu terdapat makanan, air putih, tisu, kayu putih dan beberapa peralatan untuk di dalam bus. tidak lupa dia sudah menjinjing bantal tidur untuk di bus. bus itu begitu luas, dengan formasi tempat duduk 2-2 sehingga para penumpang merasa nyaman, karena perjalanan ke Bali bukanlah perjalanan sebentar.
dia mencari nomer undian yang sudah dia dapat, Nafa langsung duduk di kursinya, di samping jendela adalah tempat terbaik ketika di kendaraan. tidak lama berselang, duduklah seorang wanita di sampingnya yang tidak lain adalah meli.
"hei Nafa, kita bareng lagi nih"
"hei, iya. syukurlah yang sebangku dan sekamar sama aku orang yang aku kenal"
meli senyum menanggapi.
mereka berbincang dengan seru, tentang apapun. entah itu mata kuliah, gosip hangat di kampus bahkan kekasih. meli bercerita bahwa dia punya kekasih yang tidak bisa di publikasikan. menurutnya, dia harus merahasiakan hubungan mereka karena takut kekasihnya terkena masalah.
begitupun dengan dirinya, dia tidak bisa menceritakan tentang hubungan nya dengan Arya karena Arya berpesan untuk merahasiakan sementara waktu, Nafa bersedia menuruti keinginan Arya demi hubungan mereka.
bus melaju secara berurutan sesuai nomer. anak-anak bersorak dengan ramai dan menyanyikan berbagai lagu.
...****************...
Devan memasuki ruangan dimana Daru berada. Daru tengah memeriksa beberapa berkas perusahaan, sesekali meminum susu coklat di sampingnya.
"pak" ucap Devan seraya memberikan sebuah berkas
Daru melirik berkas itu. dia menghentikan pekerjaannya mengecek berkas lalu mengambil berkas yang baru saja Devan berikan.
"bagaimana dengan pangeran?" tanya Daru seraya melihat berkas dan menandatangani nya.
"pangeran baru saja sampai satu jam yang lalu di hotel kita, sesuai perintah bapak beliau di tempatkan di lantai paling atas dan di kamar paling mewah dan rombongan pengeran di tempatkan dari lantai 3 sampai lantai 6"
__ADS_1
"bagaimana respon beliau?"
"beliau menyukainya"
"bagus, terus pantau perkembangannya"
"baik pak. ah satu lagi pak, nona Nafa baru saja berangkat dari kampusnya pukul 8 pagi tadi. perkiraan rombongan kampus akan sampai hari Rabu malam"
"baiklah, pantau juga itu"
"baik pak"
Daru cepat-cepat menyelesaikan semua berkas yang menumpuk.
dia berdiri lalu berjalan menuju jendela yang ada di samping ruang kerjanya. dia memperhatikan lalu lalang di bawah gedung, kendaraan disana terlihat seperti semut yang berbaris.
"dimana Bagas?" tanya Daru kepada Devan yang tengah memeriksa sebagian berkas
"dia sedang ada di dalam pesawat pak, kemungkinan dia sampai rabu pagi"
"begitu, sepertinya ayah sangat menyukai Bagas yah. setiap apa yang aku suka diapun selalu suka" ucap Daru menyindir
"berapa lama dia di Inggris? aku sampai lupa saking lamanya"
"sekitar 3 bulan pak, Bagas salah satu pegawai kita terbaik bahkan sangat baik dari yang baik. tidak heran tuan besar menaruh perhatian terhadap dirinya"
"hmm.. i know, itulah kenapa aku sangat menyukainya, selain status dia sebagai Kaka dari Nafa" sahut Daru sambil mengangguk, dia bergumam saat mengucapkan Kaka dari Nafa.
suasana hening kembali, Devan menanti perintah selanjutnya. meski dia sudah menduga perintah itu, tapi dia menanti Daru mengatakan nya.
"setelah Bagas sampai, beritahu dia untuk ikut denganku ke Bali" lanjut Daru, sebuah perintah yang sudah di prediksi Devan.
"baik pak"
...****************...
setelah sekian abad kemudian, akhirnya rombongan Nafa sudah sampai di pelabuhan ketapang. setelah mereka menyebrang selat Bali, mereka akan berlabuh di pelabuhan Gilimanuk. bus-bus rombongan memasuki kapal Ferry, beberapa di antaranya menaiki kapal Ferry yang berbeda. Arya dan Nafa menaiki Fery yang berbeda.
Nafa turun dari bus, dia berjalan menyusuri kapal Ferry dan melihat luasnya lautan, perjalanan membutuhkan waktu 45 menit, perkiraan mereka akan sampai di pelabuhan pukul 5 sore.
__ADS_1
Nafa melihat cakrawala yang berubah warna menjadi jingga, begitu indah dan menakjubkan, kuasa Tuhan begitu besar.
cukup lama Nafa berdiam diri di geladak kapal.
"naf, ayo sebentar lagi kita sampai semua orang harus naik bus" Abdul menepuk pundak nya membuat Nafa terkejut.
"o-oh oke"
Nafa mengikuti adbul memasuki bus, dia melihat meli tengah menelpon dengan nada mesra. saat melihat Nafa, meli menutup teleponnya.
"bagaimana sunrise?"
"menakjubkan, harusnya kamu liat juga"
"aku tadi habis menelpon pacar aku, aku merindukan nya. aku kira akan bertemu di kapal ternyata dia menaiki kapal berbeda"
"pacarmu orang kampus?" tanya Nafa setengah terkejut. meli menutup mulutnya, dia menyesal sudah keceplosan.
"ah harusnya aku tidak cerita, tapi gapapa deh karna ini ke kamu. sebenernya pacar aku anak kampus, dia juga anggota BEM tapi aku gak bisa bilang ke orang-orang siapa dia termasuk ke kamu juga"
"tidak apa-apa, tapi waw ternyata dia anak BEM. aku jadi penasaran"
"nanti deh aku ceritain"
bus turun dari kapal, rombongan bus keluar dari kapal, banyak sekali kendaraan yang turun sehingga mereka harus mengantri untuk mencapai dermaga. bus yang turun dari kapal Fery yang Nafa naiki harus menunggu beberapa menit, hingga akhirnya semua rombongan turun. setelah memastikan semua bus turun, bus kembali melaju menuju hotel tujuan mereka yang ada di dekat pantai Kuta Bali.
mereka sampai di hotel tepat pukul 9 malam, jalanan begitu di padati kendaraan sehingga jadwal mereka kelebihan setengah jam. .
semua murid didik turun dari bus, salah satu dosen menuju resepsionis mengkonfirmasi kamar mereka, setelah semuanya siap dosen tersebut kembali ke rombongan. dosen pembimbing menyuruh mereka untuk beristirahat sebentar dan kumpul kembali di restoran hotel pukul 10 malam untuk makan malam.
rombongan di sambut oleh Porter membantu para rombongan mengangkut barang sekaligus membimbing mereka menuju kamar masing-masing.
mereka melewati aula yang sangat besar dengan Chandelier era Victoria menggantung di langit-langit hotel yang sangat tinggi. rombongan memasuki sebuah pintu sangat besar menuju sebuah halaman Yang sangat luas dengan kolam renang besar yang ada di salah satu pojok halaman tersebut.
Porter terus membimbing mereka melewati taman besar dengan lampu taman dan tempat duduk yang terbuat dari kayu yang terdapat di setiap sudut taman tersebut, beberapa air mancur, dan jembatan lengkung dengan sebuah sungai yang di penuhi ikan koi yang begitu banyak yang ada di bawah jembatan itu.
setelah melewati jembatan mereka sampai sebuah tempat seperti villa bertingkat, pintu-pintu kamar tersebut berbentuk U mengelilingi sebuah air mancur besar dan beberapa pohon mangga, serta tempat duduk yang terbuat dari marmer yang mengelilingi air mancur tersebut.
pintu hotel di beri nomer dimulai dari angka 1 hingga 100. Nafa mendapatkan kamar di lantai bawah, jika dia membuka pintu dia langsung melihat salah satu pohon mangga yang buahnya begitu banyak.
__ADS_1
rombongan memasuki kamar masing-masing. ada yang langsung mandi, ada yang rebahan sebentar dan ada yang langsung merokok. mereka bersiap-siap untuk makan malam yang terlalu malam.