Love Of Passion

Love Of Passion
salah kostum


__ADS_3

Daru berdiri di samping lapang beberapa menit, mencerna kata 'masalah besar' yang di lontarkan sekretarisnya. belum pernah ada masalah besar bagi Daru, selama 5 tahun ia menjalankan perusahaan dia tidak pernah merasa ada masalah besar meski bagi sekertaris dan karyawannya itu masalah yang sangat besar. dia menelpon sekretarisnya


"masalah besar apa maksudmu?"


"sangat besar tuan, ini menyangkut saham perusahaan"


"kamu mau memanggil ku pak atau tuan?" tanya nya kesal, Daru tidak suka di panggil tuan oleh karyawannya.


"maaf pak, ini soal manager Dikta"


"baiklah, aku akan dengar nanti setelah sampai kantor"


"baik pak"


telpon pun di tutup, Daru mengerutkan alisnya. dia tau betul siapa Dikta, bawahannya yang begitu royal kepada perusahaan. seorang lelaki paruh baya yang selalu mematuhinya serta memberi contoh baik kepada perusahaan. Daru sempat berfikir ada apa dengan lelaki yang telah menjadi salah satu penyokong perusahaannya.


Daru kembali menekan tombol call, kali ini menelpon kepala sekolahnya


"ya ada apa Daru?"


"Bu saya ada urusan mendadak mengenai perusahaan"


"oh begitu? baiklah akan ibu urus semuanya. kamu tinggal bilang aja ke satpam kalau ibu sudah mengijinkan"

__ADS_1


"baik Bu, terimakasih"


telpon pun di tutup. segera Daru berlari menuju parkiran, disana ada satpam yang bertanya mau kemana Daru dan Darupun menjawab sesuai instruksi kepala sekolah. Daru segera memakai helm dan meluncur meninggalkan sekolah.


Daru mengendarai dengan kecepatan tinggi, cukup jauh untuk mencapai kantornya. kantor yang berapa di daerah Bandung barat dekat dengan daerah Lembang. Ada alasan khusus kenapa keluarga ShabiL membangun kantor utama disana, karena mereka sangat menyukai ketenangan. dengan kantor yang berada disana mereka dapat mudah mencapai Lembang untuk menjernihkan kepala mereka. mereka juga membangun villa mewah di sekitar Lembang dengan luas hampir 1000 Hektar hanya untuk mereka bertiga bertamasya.


Daru mempakirkan motornya, segera service vallet menghampiri nya dan mengambil alih motor Beatnya. meski sedikit heran kenapa ada anak SMA memasuki kantor SL furniture tapi dia tetap memparkirkan motor itu dengan rapi di tempat yang telah di sediakan.


Daru memasuki kantor yang menjulang tinggi dan megah dengan lantai 30 lantai itu dengan tergesa, semua satpam dikantor membungkukkan badan memberi hormat karena tahu siapa anak yang baru datang itu, para resepsionis pun memberi salam. beberapa karyawan baru heran dengan kedatangan Daru yang memakai seragam sekolah, mereka tidak tahu bahwa itu adalah atasannya. bahkan keterkejutan mereka menjadi saat Daru memasuki lift yang di peruntukan khusus VIP.


"hei anak itu mau kemana? itukan khusus untuk atasan kita" ucap sang karyawan bernama Mila


"kita harus melapor" sahut temannya bernama Fani


yang awalnya mereka akan menuju ruangan manager divisi perencanaan (divisi mereka bekerja) mereka berdua malah menghampiri resepsionis dan menegur sang resepsionis.


Siska, seorang resepsionis yang baru bekerja selama 5 bulan itu hanya tersenyum menanggapi teman yang menurut kedua wanita itu bahwa mereka adalah senior. padahal mereka sama-sama anak baru, yang membedakan hanya hari mereka memasuki kantor.


"beliau adalah pak Rizkyandaru Al-Shabil mba"


"hah?! gak mungkinlah pak CEO kita anak di bawah umur kaya gitu!" sahut Fani


"kamu tuh gak tahu gimana CEO, dia tuh dewasa, berkharisma. apalagi saat pake jas kerjanya, ught keren banget!" timbal Mila

__ADS_1


karena mereka hanya melihat Daru yang memakai seragam sekolah dari kejauhan mereka tidak menyadari itu adalah CEO mereka.


"jika mba-mba ini tidak percaya, kalian bisa menanyakan itu kepada atasan divisi kalian" ucap Siska seraya menunjuk seseorang di belakang Mila dan Fani dengan sopan. karyawan itu menengok ke belakang dan terkejut atasan mereka Bu Novi sudah ada di belakang mereka memasang wajah garang dengan tangan di lipat di dada.


" b-bu Novi!"


"kalian saya tunggu malah asik-asikan mengobrol yah!"


"ti-tidak Bu, kami hanya menegur resepsionis baru ini kalau ada anak SMA yg masuk sembarangan ke kantor"


"anak SMA?" heran Novi dengan tatapan bertanya kepada Siska


"benar Bu, pak Daru baru sampai barusan dan langsung menuju kantornya. sepertinya beliau baru dari sekolahnya. wajahnya muram jadi saya hanya membiarkan beliau"


Novi menyadari sesuatu bahwa ada masalah di kantornya, tidak pernah Daru datang ke kantor dengan pakaian seragam sekolah jika bukan karena ada masalah mendadak di kantor.


"baiklah saya mengerti, kerja bagus Siska" Novi memuji Siska dan kembali menatap Mila dan Fani dengan galak


"dan untuk kalian karena sudah melalaikan perintah saya dan mengkritik pak CEO, kalian harus di hukum!"


"ta-tapi Bu kami gak salah, emang bener ko tadi ada anak sekolah masuk sini. gak mungkin kan pak Daru masih anak sekolah" ucap Fani mencoba membela diri.


"beliau memang masih anak sekolah, emang kalian pikir dia salah pakai kostum gitu? kalian kalau tidak tahu pak Daru jangan asal-asalan. padahal kalian kerja disini lebih lama di banding Siska tapi Siska lebih tahu bagaimana wajah pak Daru! kalian sebenarnya niat gak sih kerja disini? atau kalian disini hanya main-main dan berprilaku tidak bermoral? jangan berprilaku seperti wanita murahan dengan niat berkerja disini seraya menggoda para petinggi" Novi memarahi mereka dengan nada keras membuat beberapa karyawan yang berlalu lalang menengok ke arah mereka.

__ADS_1


"ikuti saya! kalian akan saya beri setumpuk dokumen yang harus kalian bereskan"


dengan malas mereka pun mengikuti Novi, Fani melihat ke arah Siska dan menunjukan kedua matanya kepada Siska dengan arti dia akan selalu memperhatikan Siska. Siska hanya mengelus dada dan kembali tersenyum saat ada seorang kurir mengantar paket.


__ADS_2