
seesokan harinya, pagi-pagi sekali semua anak sudah bangun. mereka bersiap-siap untuk melakukan aktivitas yang akan mereka lakukan di pulai Dewata.
pukul 10 pagi, setelah mereka sarapan. mereka sudah berkumpul di halaman besar yang sebelumnya mereka lewati, dosen membebaskan mereka untuk menyusuri Kuta bali, berbelanja, berselancar, berenang ataupun sekedar berjalan-jalan asal mereka harus sudah kembali ke hotel pukul 6 sore. mereka juga boleh mengekor mengikuti para dosen yang akan jalan-jalan.
sebelum keluar hotel, Nafa melihat ke arah Arya yang tengah melihatnya juga. arya tersenyum dan mengucapkan kalimat "have fun" tanpa bersuara.
Nafa beserta teman-teman segenknya yang terdiri dari Ayu, Lita, Dwi serta Tia berencana untuk berbelanja di pabrik kata-kata joger Bali, di lanjutkan dengan menjelajah Legian street Kuta, menguji adrenalin mereka di 5GX Bali reverse bungy dan terakhir berjalan-jalan di pulai kuta seraya melihat sunrise yang kata orang-orang sangat indah.
waktu berlalu, tidak terasa sudah pukul 5 sore. Nafa dan temen-temennya berjalan menyusuri pantai sembari melihat sunrise. di ujung pandangan nya dia melihat Arya tengah bersama anggota BEM lain, mereka menghampiri Nafa dan teman-teman.
"hei, darimana kalian?" sapa Lita selaku sekretaris 2 BEM
"jalan-jalan, belanja dan sebagainya" sahut Lutfhi sambil menunjukan beberapa paper bag di salah satu tangannya
"kalian juga kan?" lanjutnya bertanya
"tentu, kita abis naik itu" jawab Lita seraya menunjuk permainan yang tadi mereka naiki
"madep! gede juga nyali lu" ucap Lutfhi seraya bertepuk tangan
"sekarang mau kemana?" tanya Andre salah satu anggota BEM
"liat sunrise" jawab Dwi dengan singkat
"gimana kalau bareng biar asik?" tanya Andre kembali
Nafa dan teman-temannya saling lihat dan bertanya menggunakan isyarat
"boleh" jawab Tia dan ayu berbarengan
merekapun berjalan bergerombol, melihat indahnya lautan yang berwarna jingga karena matahari yang akan tenggelam.
"kalian duluan, ada yang harus aku bicarakan dengan Nafa" ucap Arya di sela-sela jalan-jalan mereka. semua temannya saling pandang
"oke, langsung ke hotel yah, udah jam set6 nih kalau telat bisa di marahin dosen" ucap Tia, Arya mengangguk tanda setuju.
setelah teman-temannya menjauh, Arya memegang jemari Nafa lalu mengajaknya berjalan seraya bergandengan tangan.
"ka, aku takut ada yang liat" ucap Nafa mencoba melepaskan genggaman tangan Arya namun Arya semakin erat menggenggam tangan nya, Nafa pun menyerah.
Nafa memandang wajah Arya yang di terpa matahari sore. wajahnya tidak terlalu tampan, jika di bandingkan dengan Daru, Arya berada jauh di bawah Daru. namun wajah Arya memiliki aura tersendiri, hitam manis dan tentu saja menarik. mereka berjalan dalam hening dan hanya menikmati keindahan sunrise.
__ADS_1
hingga beberapa menit berlalu, Arya menghentikan langkahnya, dia berbalik melihat ke arah Nafa. dia mengeluarkan sesuatu dari saku celananya.
"aku tahu ini terasa alay, ak juga tahu benda ini benda murahan tapi semoga kamu menyukainya. ini menjadi bukti bahwa kamu pacar aku" ucap Arya seraya memasangkan gelang yang terbuat dari manik-manik dan batu coral. meski terkesan kekanakan namun hati Nafa terasa hangat.
"aku suka, makasih" sahut Nafa dengan senyum sumringah.
Arya mendekat berencana mengecup bibir Nafa, dengan refleks Nafa mundur selangkah membuat Arya menghentikan aksinya.
suasana tiba-tiba menjadi canggung, hingga Arya menarik Nafa untuk mendekat dan diapun mengecup kening Nafa.
"ayo kita kembali ke hotel" ucap Arya
merekapun berjalan dengan bergandengan tangan.
...****************...
halaman yang seperti lapang berumput luas itu sudah di penuhi oleh orang-orang, meja pesta sudah tertata rapi dengan kursi yang mengelilingi meja bundar tersebut, di sisi halaman terdapat dua buah meja panjang di atasnya tersimpan aneka minuman, aneka cemilan, dan prasmanan khas bali. kolam renang di hiasi balon-balon dan ban berbentuk flaminggo.
pelayan restoran menyiapkan dan menata meja bundar dengan sedemikian rupa, chief restoran tengah memanggang daging steak di perapian membuat udara tercium wangi yang menggugah selera.
semua peserta didik tengah menikmati malam terakhir mereka, karena besok pagi mereka akan kembali ke Bandung.
Ada yang tengah menikmati makan mereka di meja bundar seraya mengobrol betapa asiknya karya wisata mereka, ada yang tengah berkumpul di beberapa tempat seraya memakan cemilan dan aneka minuman, para dosen tengah bernyanyi di sebuah panggung kecil di sudut halaman yang telah di sediakan penyelenggara dan beberapa anak tengah berenang atau bermain air.
di salah satu meja, Nafa dan teman-temannya tengah menikmati hidangan mereka masing-masing. Nafa menyantap steak daging dengan kematangan medium dan jus jambu, rasanya begitu nikmat membuat Nafa tidak bisa berhenti mengunyah. sesekali dia memakan spaghetti bolognese yang ada di piring sebelah.
setelah dari pantai Nafa dan Arya langsung berpisah di depan pintu masuk hotel, Arya langsung menuju kamarnya sedangkan Nafa langsung menuju halaman tersebut karena teman-temannya sudah ada disana. perut nya begitu kelaparan saat mencium aroma steak sehingga dia langsung menyantap makanan, bahkan dirinya belum mandi dan menyimpan barang belanjaannya.
waktu menunjukkan pukul 9 malam, Nafa sudah merasa tubuhnya lengket karena keringat, setiap melihat kolam renang dia ingin nyebur kesana.
"guys aku balik dulu ke kamar yah"
"kenapa? udah ngantuk?" tanya Tia
"engga, aku belum mandi mau mandi dulu" jawab Nafa
"pantesan aku nyium bau-bau gak enak" ucap Dwi sambil ketawa
"kurang ajar lu!" sahut Nafa dengen cengengesan, diapun cepat-cepat meninggalkan halaman belakang yang luas itu.
...****************...
__ADS_1
Nafa membuka pintu kamar memakai kunci kartu yang sudah di beri oleh resepsionis, satu kamar 2 kunci untuk masing-masing murid. saat masuk Nafa di sambut oleh 2 ranjang single namun terlalu luas untuk sendiri, di tengah-tengah terdapat lemari kecil dengan 3 laci susun yang di atasnya terdapat lampu kamar untuk memisahkan ranjang . di masing-masing tembok samping ranjang terdapat lemari kayu berwarna putih tulang yang cukup besar dengan dua buah pintu.
di dalam kamar terdapat dua buah kamar mandi, yang satu bedtube dan yang satu shower. masing-masing bisa memakai air hangat atau dingin. para murid bisa memilih ingin mandi di kamar mandi mana dan air yang mana.
meski terlihat seperti kost-kostan namun kamar tersebut cukup mewah, dengan biaya karya wisata 2 juta saja mereka bisa menginap di hotel bintang lima selama 3 hari 2 malam. dan Nafa tidak kecewa dengan pasilitas yang di dapat.
Nafa membuka salah satu pintu lemari, dia mengeluarkan koper yang dia sengaja simpan di tempat untuk menggantung baju. Nafa membereskan belanjaannya, dan memasukannya ke dalam koper. karena besok dia harus kembali ke Bandung, Nafa sekalian membereskan baju-baju yang dia simpan di lemari.
dia melihat ranjang meli yang masih berantakan seperti tadi pagi, sepertinya meli belum kembali. mungkin masih asik di halaman luas tadi atau sedang bertemu dengan kekasihnya diam-diam, seperti yang dia lakukan dengan Arya.
terdengar suara langkah kaki dari luar yang diiringi suara tawa wanita dengan pria, kedua orang itu sedang ada di depan pintu kamarnya.
...nit nit.....
terdengar suara kunci pintu di buka, Nafa dengan refleks masuk ke lemari dan bersembunyi. seharusnya dia menyambut meli dan bukan bersembunyi. dan juga seharusnya dia melihat kekasih teman sekamarnya itu dan berkenalan tapi entah Nafa merasa harus bersembunyi.
dua orang itu masuk ke dalam kamar, pintu pun tertutup.
"gapapa nih aku masuk?" tanya sang pria. Nafa hanya mampu mendengar suara mereka, dia takut ketahuan jika dia melihat celah lemari hanya untuk sekedar mengintip bagaimana wajah kekasih meli dan yang anehnya dia merasa kenal dengan suara itu.
"iya gapapa, kayanya Nafa belum pulang. eh tapi kopernya di luar, mungkin dia balik lagi ke pesta" jawab meli
suasana hening, tidak terdengar apapun. Nafa penasaran sedang apa sebenarnya mereka berdua. hingga ...
cup..cup..cup..
terdengar suara yang tidak asing di telinga nafa, seperti suara bibir yang menyatu.
"aku merindukanmu" ucap sang pria
"bohong! kalau emang kamu kangen kenapa kamu selalu cuek?! saat di bus bahkan saat tadi pagi kamu engga Mandang aku sama sekali. bahkan dari siang sampai sore kamu malah main sama temen-temen kamu, harusnya kamu cari aku!!" rengek meli, yang membuat Nafa geli
"iyaiya, aku minta maaf. kamu mau maafin aku kan?"
"iya aku maafin kamu" jawab meli setelah diam beberapa saat
"aku mencintaimu Mel"
"aku juga mencintaimu, Arya"
Deg!.. apa dia bilang? Arya?
__ADS_1
seketika Nafa lupa bagaimana caranya bernapas.