
Setelah selesai makan Nata kembali mengantarkan Nia ke gang kontrakannya.
"Jangan lupa besok ya!" Ucap Nata sebelum ia pergi.
Nia pun hanya diam, tidak menjawab iya atau tidak.
Setelah nata hilang dari pandangannya, Nia pun berjalan menuju kontrakan.
Nia langsung duduk di sisi ranjang saat sudah di kontrakan.
"Aku harus apa? Masa iya aku ikutin maunya Nata buat ketemu sama ibunya. Tapi buat apa? Aku jadi gugup gini." Ucap Nia bermonolog.
Nia melihat jam yang menggantung di dinding kamar, ternyata sudah hampir jam sepuluh.
Nia menuju kamar mandi untuk mencuci wajah dan gosok gigi sebelum ia pergi tidur.
Hingga pukul sebelas Nia belum bisa tidur.
Laila pun belum pulang juga.
Saat hampir pukul dua belas terdengar suara ketukan pintu.
Nia bergegas membukanya, karena tau itu pasti Laila.
"Cepat sekali buka pintunya, memangnya kamu belum tidur?" Ucap Laila saat Nia membukakan pintu untuknya.
"Belum, Aku nggak bisa tidur." Jawab Nia sambil kembali duduk di tepi ranjang.
Sementara Laila langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
"Tumben La, kamu ganti baju di kamar mandi biasanya di depan aku juga nggak malu-malu?" Tanya Nia saat melihat Laila sudah mengganti pakaiannya dengan piyama.
"Nggak apa-apa, Biar sekalian aja." Jawab Laila.
Setelah selesai menggunakan cream malam di wajahnya, Laila pun menyusul Nia yang sudah lebih dulu rebahan di ranjang mereka.
"Oh, Iya. Waktu di pabrik Bang Nata minta nomor telepon kamu, aku udah nolak, tapi dia maksa banget. Apa dia ada menghubungi kamu?" Tanya Laila saat mereka sudah sama-sama berbaring di ranjang.
"Iya." Jawab Nia singkat.
__ADS_1
"Terus gimana? Dia gangguin kamu?" Tanya Laila lagi.
"Tadi dia datang kesini terus maksa minta di temani makan."
"Terus, Terus gimana?"
Mendengar ucapan Nia, Laila segera merubah posisinya menghadap Nia dengan tangan yang menopang kepala.
"Besok aku di ajak kerumahnya, katanya ibunya mau ketemu." Jawab Nia
"Apa?? Kamu serius?" Laila kembali merubah posisinya menjadi duduk dan terlihat semakin antusias mendengar jawaban Nia.
Nia pun ikut bangun dan bersandar di kepala ranjang.
"Iya, Tadi waktu aku sama dia lagi makan dia telpon ibunya dan bilang kalau aku akan datang ke sana. Karena gugup aku langsung jawab iya." Jawab Nia tidak bersemangat.
"Kenapa lemes gitu? Seharusnya kamu seneng dong mau di kenalin sama ibunya. Aku aja berharap Irfan segera mengenalkan aku pada keluarganya. Ya, walaupun hubungan kami baru berjalan sebulan lebih."
"Ya, Kamu sama Irfan sudah jelas hubungannya. Sementara aku, aku bahkan tidak terlalu kenal sama Nata" Jawab Nia dengan raut kesal.
"Ya sudah, kalian tinggal perjelas aja hubungannya. Gampang kan? lagian Bang Nata kelihatannya suka banget sama kamu."
"Iish, Dia itu playboy La. Aku udah dua kali meregoki dia lagi malam Mingguan makan di warung makan sama cewek yang beda beda lagi."
"Kamu serius pernah jadi korban dia juga?"
"korban! Udah kaya di apain aja. Nata itu sebenarnya baik tau! mungkin dia cuma nggak mau terlihat jadi jomblo ngenes aja, makanya dia rela neraktir cewe berbeda di setiap minggunya." jelas Laila lagi.
"Udah,Ah. Aku mau tidur." Ucap Nia sembari kembali berbaring.
"Cie, Cie yang mau ketemu calon mertua." Goda Laila.
"Apaan sih La." Nia pun menutup selimutnya sampai ke kepala.
PAGI HARI....
Karena ini hari libur, Nia tidak mandi pagi-pagi seperti biasanya.
Ia sedikit bersantai di tempat tidur.
__ADS_1
Sementara Nia melihat Laila masih tertidur pulas.
Mungkin karena terlalu pulas Laila tidak menyadari kalau pakaiannya sedikit tersingkap.
Nia yang berniat menyelimuti Laila tidak sengaja melihat beberapa tanda merah di bagian dada atas Laila.
"La, Laila" Nia sedikit mengguncang tangan Laila untuk membangunkannya
"Apa sih Nia. Inikan hari Libur, Aku masih ngantuk." Jawab Laila dengan mata terpejam.
"Itu dada kamu kenapa La, kok merah-merah gitu? Kamu sakit?" Ucap Nia
Mendengar ucapan Nia Laila segera terduduk dan merapikan pakaiannya.
"Apa? kenapa?" Ucap Laila sedikit gelagapan.
"Itu, dada kamu kenapa merah merah?" Tanya Nia yang benar-benar tidak tahu.
"Oh, ini. Ini cuma gatal karena alergi kok." Jawab Laila berbohong karena ia tidak ingin Nia tau itu adalah perbuatan Irfan semalam.
"Oh," Jawab Nia mengangguk kecil.
"Kamu belum siap-siap? kan mau ketemu calon mertua. Siap-siap sana Aku mau lanjut tidur lagi." Suruh Laila yang kembali membungkus tubuhnya dengan selimut.
"Apaan sih La. Jangan bikin aku jadi tambah gugup." Jawab Nia.
Setelah terdiam beberapa saat, Nia pun beranjak dari tempat tidur.
Nia menuju lemari pakaian untuk memilih pakaian yang akan ia pakai.
Nia berpikir untuk memenuhi permintaan Nata kali ini, agar Nata tidak lagi mengganggu dirinya.
Nia memilih sebuah celana jeans panjang yang akan di padukan dengan atasan Tunik.
Walaupun Nia tidak tau apa tujuan kedatangannya ke sana, ia tetap harus terlihat sopan dan rapi.
Setelah selesai memilah pakaian Nia pun meraih ponselnya karena tadi sempat ada notifikasi pesan.
'Kamu siap-siap sekarang ya! Aku mau jalan ke sana'. Nata.
__ADS_1
Pesan dari Nata semakin membuat Nia berdebar dan gugup.
Bersambung....