Macaroon

Macaroon
38. Kecewa


__ADS_3

"Silahkan duduk, Maaf ya rumah Ibu seperti ini." Ucap Bu Salma Pada Nata dan teman-temannya.


"Tidak apa-apa Bu, rumahnya nyaman kok." Jawab Nisa.


"Aku buatkan minuman dulu ya!" Ucap Nia.


"Nggak usah repot-repot Nia, Kita kan udah makan di rumah Laila." Kini Giliran Andi yang menjawab.


"nggak apa-apa, cuma minum aja kok." Nia pun segera pergi ke dapur.


"Kita duduk di depan saja yuk! Enak suasananya, masih asri." Ajak Nata.


mereka pun berpindah duduk di teras depan.


Kalau dulu teras rumah Nia masih dengan bangku bambu kini terasnya sudah di keramik dan sudah jauh lebih rapi dan nyaman.


"Kenapa pada keluar?" Ucap Nia dengan nampan berisi beberapa cangkir teh.


"Nggak apa-apa, disini nyaman. Suasananya masih sejuk." Jawab Ucok.


Nia pun menyuguhkan Teh yang di bawanya dan di ikuti oleh Bu Salma yang membawa beberapa toples makanan ringan.


"Silahkan di coba, Tapi maaf cuma makanan orang kampung." Ucap Bu Salma sambil ikut duduk di teras.


"Nggak apa-apa Bu, Kita semua juga orang kampung kok." Jawab Nisa sambil mencicipi makanan yang di suguhkan.


Kali ini Nata menjadi lebih sedikit bicara, Mungkin karena gugup atau dikarenakan ganjalan di hatinya.


Jauh di dalam hati Nata ia bertanya-tanya.


Apakah Nia sama sekali belum menceritakan hubungan mereka sama sekali.


Tapi, kenapa?


Bukannya hubungan mereka sudah sangat serius!


Bahkan beberapa kali Nata mengajak Nia untuk segera menaiki pelaminan, tapi Nia selalu berkata belum siap.


Nata berencana akan menanyakan pada Nia, Alasan kenapa Ia belum mengatakan pada ibunya tentang hubungan mereka.

__ADS_1


"Ini teman satu kerjaan semua?." Tanya Bu Salma.


"Iya,Bu. Cuma Nisa saja yang beda pabrik." Jawab Ucok.


Bu Salma pun berbincang dengan Ucok dan yang lainnya.


Sementara Nata hanya menjawab jika di tanya dan menanggapi dengan senyum saja


Tak berapa lama mereka berbincang, sebuah mobil berwarna hitam tiba-tiba datang dan parkir di halaman rumah Nia.


Ternyata pak Surya, Istri dan kedua anaknya.


Pak Surya adalah Bos tempat ibu Salma bekerja menjadi buruh cuci, Pak Surya seorang juragan di kampung Nia, Ia yang membeli hasil panen para petani di kampung.


Pak Surya dan keluarganya pun menghampiri rumah Nia.


"Eh, Bapak, Ibu. Silahkan masuk!" Ucap Bu Salma mempersilahkan.


Nia pun bersalaman dengan Pak Surya dan Bu Arum juga kedua Anaknya.


Pak Surya dan Bu Arum bukanlah orang asing untuk Keluarga Nia, karena Pak Surya sangat banyak membantu, terlebih saat Nia dan adik-adiknya masih kecil.


"Sedang ada acara apa? Kok ramai sekali?" Ucap Pak Surya.


Nata dan teman-temannya pun saling berjabat tangan dengan Pak Surya dan keluarganya.


Pak Surya memasuki rumah Nia dan duduk di kursi ruang tamu.


"Aku tinggal sebentar ya!" Ucap Nia berpamitan dan menghampiri ibunya yang sedang mengobrol dengan keluarga pak Surya.


"Bapak dan ibu kapan pulang.?" Tanya Bu Salma.


Sudah tiga hari Bu Salma libur kerja, karena pak Surya dan keluarganya sedang berlibur ke luar kota.


"Kami pulang tadi malam, Bu Salma." Jawab Bu Arum.


"Pak, Bu. Apa kabar?" Ucap Nia Saat sudah berada di antara mereka dan duduk di sebelah sang ibu.


"Kami, Baik Nia. Kamu semakin cantik saja." Ucap Bu Arum

__ADS_1


"Ngomong-ngomong kamu kerja dimana Nia?" Tanya pak Surya.


"Nia, kerja pabrik di Jakarta Pak." Jawab Nia.


"Oh.. Bapak salut sama kamu Nia, Kamu begitu bertanggung jawab pada keluarga."


Nia Hanya membalas dengan senyuman.


"Nia, kamu masih ingat sama Rio Anak Ibu yang Waktu itu kuliah di Bandung?"


"Iya, Bu." Jawab Nia


"Gimana kalau kamu nikah sama Rio. Kamu Anak baik, Ibu senang sekali kalau kamu bisa menjadi menantu Ibu." Ucap Istri pak Surya.


Nia Hanya tersenyum, begitu pun dengan Bu Salma.


"Gimana Rio? Kamu pasti setuju kan? Nia itu cantik, rajin, Baik lagi." Pak Surya ikut menggoda Rio anak sulungnya.


Rio hanya tersenyum menanggapi bercandaan Kedua orangtuanya.


Mereka berbincang sambil sesekali bercanda Akrab.


Hingga ada seorang laki-laki yang hatinya tergores.


Beberapa menit yang lalu Nata berpamitan pada teman-temannya untuk menumpang ke toilet, karena ia ingin buang air kecil.


Ia pun memasuki rumah, Dan tanpa sengaja mendengar percakapan mereka tentang Keinginannya menjodohkan Rio dan Nia.


Hati Nata sangat sesak rasanya.


Nata pikir, Inilah alasan kenapa Nia tidak memberi tahu ibunya tentang hubungan mereka.


Terlebih Nia selalu menolak saat Nata ingin segera membawa hubungan mereka ke jenjang yang lebih serius.


"Kami pamit dulu, Kami hanya mampir sebentar, karena tadi tidak sengaja melihat Nia di teras." Ucap Pak Surya


"Kami pergi dulu. Nanti kita bicarakan lagi tentang perjodohan Nia sama Rio" Bu Arum.


"Memangnya yang tadi itu serius, Bu?" Jawab Bu Salma.

__ADS_1


"Tentu saja serius! Saya Akan sangat senang, kalau Nia menjadi menantu saya."Jawab Bu Arum.


Nata mengurungkan niatnya untuk ke toilet, Ia segera kembali bergabung dengan teman-temannya dengan perasaan sangat kecewa..


__ADS_2