Macaroon

Macaroon
61. Tambah personil


__ADS_3

"Bagaimana acara kalian kemarin?" Tanya Laila saat mereka makan siang di pabrik.


"Acaranya lancar, dan banyak di hadiri keluarga dan kerabat." Jawab Nia.


"Terus waktunya apa sudah di tetapkan?" Sambung Akbar


"Bulan dan harinya sudah di tentukan sesuai kesepakatan keluarga. Yaitu dua bulan dari sekarang." Jawab Nata


"Wah, Sebentar lagi dong." Jawab Laila antusias.


"Maaf ya, Kemarin Aku tidak ikut Hadir." Ucap Andi.


"Yaelah, Yang lagi pedekate. Sampe sibuk sendiri!" Sambar Ucok.


"Iya, Belakangan Andi kayaknya sibuk banget. Sampai-sampai Futsal saja tidak ikut." Ucap Nata berkomentar.


"Aku jadi penasaran sama cewek bang Andi." Sambung Nia


"Kami belum pacaran sih, Cuma baru pendekatan."


"Iya, kenalin sama kita dong." kata Laila


"Iya, Nanti aku akan menyuruhnya untuk ikut bergabung dengan kita." Jawab Andi.


"Asal kalian tahu, Ceweknya cantik banget." Celetuk Ucok.


"Memangnya kamu tahu Cok?" Tanya Akbar


"Pernah lihat sekilas. Dia kan anak gedung D" Jawab Ucok


"Seriusan masih satu pabrik?" Sambar Laila.


Andi pun mengiyakan.


"Nanti datang ke nikahan Nata ada boncengan dong." Ledek Akbar.


"Iya dong. Memangnya si Ucok jomblo ngenes." Jawab Andi Malah meledek Ucok.


Sore hari....


"Lu buru-buru amat sih? Emangnya mau kemana?" Tanya Nata saat di parkiran pabrik.


"Biasa ada keperluan penting." Jawab Andi


"Masalah cewek aja gerak cepat Lu." Ledek Nata.


"Iya Dong Bang." jawab Andi


" Kalau begitu gue duluan ya Bang." sambung Andi dan pergi untuk segera menemui Yunita yang sudah menunggunya.


Hari ini Andi akan mengantarkan Yunita ke bengkel untuk mengambil motornya yang sudah selesai di perbaiki.


Sebenarnya Andi agak khawatir kalau kini ia tidak bisa lagi mendekati Yunita dan Yuno.


"Aku masih boleh kan buat ketemu Yuno." Ucap Andi saat dalam perjalanan


"Boleh. Datang saja ke rumah." Jawab Yunita


"Baiklah. Nanti aku kesana." Jawab Andi dengan perasaan senang.

__ADS_1


Setelah dari bengkel Yunita pulang menggunakan motornya.


Dan Andi pun pulang ke kosannya.


Setelah sampai di kostan Andi langsung membersihkan diri dan berganti pakaian ia pun beristirahat sambil menonton televisi.


Baru beberapa jam Ia berpisah dengan Yunita, Pikirannya sudah di penuhi oleh Yunita dan Yuno.


Ya Andi merindukan Anak kecil yang selalu banyak bertanya itu.


Setelah beberapa saat mempertimbangkan, Andi pun menelepon Yunita.


"Halo." Ucap Andi saat sudah terhubung dengan Yunita.


"Iya, Ada Apa?" Jawab Yunita


"Aku kangen sama Yuno. Apa di ia sudah tidur?" Tanya Andi


"Kamu mau bicara? kebetulan Dia belum tidur." Jawab Yunita dan memberikan ponselnya pada Yuno.


"Om. Kenapa Om nggak ke rumah Uno?" Ucap Yuno saat ia berbicara di ponsel.


"Iya nanti kalau libur kerja Om main kesana." Jawab Andi


"Iya, Om. Nanti Om kesini. Soalnya Uno kangen sama Om." Celoteh anak kecil tersebut.


"Iya. Om juga kangen sama Uno. Sekarang Uno tidur ya, Karena Ini sudah malam." Suruh Andi


"Iya Om." Jawab Yuno dan memberikan ponselnya pada sang ibu.


"Sekarang sudah malam. sebaiknya kamu tidur juga." Ucap Andi untuk menghindari rasa canggungnya.


"Baiklah. Tapi tunggu! Besok pas jam istirahat kamu gabung sama aku ya. Aku mau kenalkan kamu sama teman-temanku" Kata Andi.


"Hanya sebentar kok." Bujuk Andi.


"Baiklah." Jawab Yunita


"Kalau begitu sampai jumpa besok." Ucap Andi dan menutup panggilannya.


Kini Andi bisa tidur nyenyak setelah mendengar suara Yunita dan Yuno.


💐💐💐💐


Menjemput Nia kini sudah menjadi rutinitas bagi Nata.


Hubungan mereka semakin dekat setelah di tentukan waktu pernikahannya.


Perlahan-lahan Nata dan Nia mulai mempersiapkan pernikahan mereka.


"Kamu sudah sarapan?" Tanya Nata.


"Belum Bang. Nanti saja di pabrik." Jawab Nia


"Yasudah, kalau begitu kita sarapan sama-sama." Ujar Nata.


Nata, Nia dan yang lainnya memilih sarapan di sebuah warung kopi yang biasa menyediakan beberapa menu sarapan seperti roti gorengan dan makanan lainnya.


Kali ini Andi pun ikut serta, Karena dia sudah tidak lagi menjemput Yunita ke rumahnya.

__ADS_1


"Kenapa Lu kelihatannya sumringah amat? Kaya orang habis dapat undian." Kata Ucok saat melihat wajah Andi yang sumringah.


"Iya, Dong. Pagi-pagi itu harus ceria supaya awet muda." Jawab Andi


"Oh Iya. Nanti siang Gue mau kenalin gebetan Gue." Sambung Andi


"Seriusan Lo? Emangnya Lu udah jadian?" Jawab Ucok.


"Belum sih. Gue bilang kan gebetan, Bukan pacar." Kata Andi


"Aku jadi penasaran sama cewek yang sudah menaklukan hati bang Andi." Sambung Nia


"Iya, Aku juga penasaran. Soalnya Bang Andi sampe bucin begitu." Laila pun ikut nimbrung


"Gitu dong. Kenalin sama kita, Jangan di simpan sendirian saja." Ledek Akbar.


"Iya-iya, Tapi kalian jangan ada yang naksir ya!" Jawab Andi


"Dasar buaya rawa. Kalau bucin ngalahin anak ABG. Nggak mungkin lah, kita naksir sama gebetan Lu. Elu kan tau kita udah punya pasangan masing-masing. Ya, Kecuali yang jomblo itu." Ucap Nata sambil meledek Ucok.


Semuanya tertawa saat Nata meledek Ucok.


"Iya Bang. Gue cuma bercanda." Jawab Andi.


Mereka pun segera menyelesaikan sarapannya karena sebentar lagi sudah waktunya jam kerja.


Jam istirahat...


Saat jam istirahat Nata dan kawan-kawannya pergi ke mushola dulu sebelum mereka pergi makan siang.


"Kalian duluan saja, Nanti Aku nyusul." Ucap Andi saat mereka hendak pergi ke warung makan.


"Kita tunggu di warung ya Bang Andi." Ucap Nia


" Iya, Nanti Aku kesana." Jawab Andi.


Nata,Nia, Akbar, Laila dan Ucok pun pergi ke warung lebih dulu.


"Kayanya si Andi serius Banget deh sama gebetannya yang Ini." Kata Ucok saat mereka menunggu pesanan mereka siap.


"Syukurlah kalau begitu. Senakal nakalnya laki-laki kalau udah ketemu cewek yang tepat pasti takluk juga." Ucap Nata


Setelah beberapa saat Dari kejauhan Andi terlihat datang dengan membawa seorang perempuan.


Nata,Nia dan yang lainnya menghentikan makannya saat Andi dan Yunita sampai


"Maaf agak lama. Oh iya kenalkan ini Yunita." Ucap Andi pada teman-temannya


"Ini Bang Nata, Walaupun dia seorang HRD tapi dia tidak sombong. Dan yang itu Nia, Calon istri Bang Nata. Dua bulan lagi mereka mau menikah." Jelas Andi memperkenalkan Nata dan Nia


Yunita pun langsung menjabat tangan Nia dan Nata.


"Kalau ini Akbar, dan itu Laila istrinya." Andi lanjut memperkenalkan Akbar dan Laila.


"Kalau itu Ucok. Si jomblo yang tidak bahagia." Ucap Andi memperkenalkan Ucok


Setelah selesai berkenalan dan saling berjabat tangan mereka pun bergabung dan makan siang bersama.


Disini Yunita tidak banyak bicara karena ia sadar kalau dirinya adalah personil baru di antara mereka.

__ADS_1


__ADS_2