Macaroon

Macaroon
37. Pertunangan Akbar dan Laila 2


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Nia melihat ibunya sedang berkutik di dapur.


"Ibu, sedang Apa?" Tanya Nia menghampiri.


"Ibu, Lagi masak Neng, Buat adik-adik kamu. Takutnya kita pulang terlalu siang dari rumah teman kamu" Jawab Bu Salma.


"Nia bantu Ya." Nia pun langsung membantu sang Ibu.


"Mendingan kamu cepat mandi, dan siap-siap." Saran Ibunya Nia.


"Ini masih terlalu pagi Bu." Nia pun tetap membantu ibunya.


Setelah selesai memasak, Nia pun langsung mandi dan berganti pakaian.


"Ibu Sudah siap?" Tanya Nia yang menghampiri Bu Salma ke kamarnya.


"Sudah, Neng." Jawab Bu Salma


"Ibu, terlihat sangat cantik dengan baju ini." Nia membantu merapikan kerudung Bu Salma.


Nia sengaja membelikan gamis baru untuk ibunya.


Setelah mereka siap, mereka pun segera pergi ke rumah laila.


Nia memacu motornya dengan kecepatan sedang.


"Assalamualaikum.." Ucap Nia Saat sampai di rumah Laila.


Rumah Laila tidak terlalu ramai, tapi ada beberapa orang yang sedang menyiapkan makanan untuk suguhan para tamu nanti.


Nia pun menghampiri Bu Sari, ibunya Laila.


"Apa kabar Bu?" Tanya Nia saat menyalami Ibu Laila.


"Oh, Iya. Ini Ibunya Nia." Ucap Nia Lagi.


"Oh, iya. Terimakasih ya sudah menyempatkan datang."


"Iya, Bu. Dan Ini Ada sedikit makanan buat tambah-tambah suguhan." Ibu Salma memberikan makanan yang di bawanya pada Bu Sari.


"Ya Allah, Repot-repot sekali. Terimakasih ya Bu Salma." Ucap Bu Sari.


"Bu, Laila-nya mana?" Tanya Nia


"Laila masih di kamar, Kamu masuk saja Neng." Suruh Bu Sari.

__ADS_1


Nia pun memasuki kamar Laila, sementara Bu Salma membantu- bantu di dapur.


"La!" Panggil Nia mengetuk pintu kamar Laila.


"Nia, Kamu sudah datang." Ucap Laila saat membuka pintu kamarnya.


"Iya, Aku baru datang." Jawab Nia.


Laila pun melanjutkan kembali mendandani wajahnya.


Hari ini Laila terlihat cantik dengan stelan kebaya dan batik untuk roknya.


"Kata Akbar, sebentar lagi mereka akan sampai." Ucap Laila.


Nia melihat jam di tangannya, dan ternyata ini sudah jam sembilan pagi.


"Acaranya jam berapa La?" Tanya Nia.


"Se, Sampainya mereka saja. Mereka sampai, istirahat sebentar, dan langsung acara lamaran." Jawab Laila


Nia dan Laila mengobrol di kamar.


"Neng, Tamunya sudah datang." Ucap Bu Sari dari balik pintu kamar Laila.


"Iya, Bu." Jawab Laila.


"Aku deg-degan" Ucap Laila pada Nia.


" Udah, tenang Saja." Jawab Nia.


Mereka pun keluar dari kamar, dan ternyata benar, Akbar dan keluarganya begitu pun Nata dan kawan-kawannya sudah datang.


Laila tersenyum pada Akbar, dan tamu lainnya.


Nia pun menghampiri Nata dan kawan-kawannya yang memilih duduk di teras.


Nata merasa pangling dengan Nia yang memakai gamis hari ini.


"Calon Istri Abang cantik banget" Nata berbisik saat Nia membantu menyuguhkan makanan dan minuman.


Nia duduk di antara Nata Dan Nisa.


"Ibu kamu Ikut ke sini Neng?" Tanya Nata


"Iya, Ibu sepertinya di dapur." Jawab Nia

__ADS_1


"Abang deg-degan mau ketemu calon mertua untuk pertama kalinya." Ucap Nata lagi.


Setelah selesai beristirahat, acara pertunangan pun di mulai.


Nata dan kawan-kawannya memasuki rumah untuk menyaksikan acara pertunangan Akbar dan Laila.


Akbar pun menyematkan sebuah cincin emas di jari Laila, sebagai tanda mereka satu langkah lebih serius.


Akbar pun menyerahkan beberapa dokumen untuk mendaftarkan pernikahan mereka.


Setelah di bicarakan mereka pun memutuskan tanggal pernikahan yang akan di lakukan Dua Minggu lagi.


"Sepertinya Keponakan saya ini sudah tidak sabar buat Menikahi anak Ibu." Ucap pamannya Akbar.


Akbar tidak datang dengan kedua orangtuanya, melainkan dengan paman dan bibinya yang kebetulan tinggal di Jakarta.


Sementara Ayah dan ibunya tinggal di Medan.


Acara pertunangan pun sudah selesai, dan Tanggal pernikahan pun sudah ditentukan.


Mereka pun kini menyantap makanan yang di sediakan.


"Habis makan, Kita ke rumah Nia yuk!" Kata Ucok sembari mengunyah makanannya.


"Iya, kita kan mau tau juga rumah kamu." Sambung Ucok lagi.


Semuanya setuju dengan Ucok, terutama Nata.


Setelah selesai makan, Nia berpamitan pada Laila karena Teman-teman ingin berkunjung ke rumahnya.


"Aku pulang duluan ya!" Ucap Nia.


Nia pun menyusul ibunya yang masih berbincang di dapur.


"Bu, Kita pulang. Teman-teman Nia mau kerumah katanya." Ajak Nia


Bu Salma pun keluar dan otomatis bertemu dengan Nata dan kawan-kawannya.


"Bu, ini teman-teman satu pabrik Nia dan Laila." Ucap Nia memperkenalkan semuanya.


Mereka pun menyalami Bu Salma satu persatu.


Tak terkecuali dengan Nata.


Nata sedikit deg-degan tapi juga ada yang mengganjal di hatinya.

__ADS_1


"Aku bareng ibu ya!." Ucap Nia yang menaiki motornya.


Nata dan kawan-kawannya pun mengikuti dari belakang.


__ADS_2