
Seperti biasa Pukul sepuluh pagi para karyawan sedang sibuk berkutat dengan pekerjaannya masing-masing.
Hingga ada HRD dari bagian lain mendatangi bagian mereka.
"Untuk teman-teman semua saya mohon perhatiannya!" Ucap HRD Tersebut.
Semuanya pun berhenti sejenak, untuk menyimak apa yang akan di umumkan.
"Saya ingin memberi tahukan, Bahwa Pak, Nata HRD kalian mengalami kecelakaan! Dan kini sedang kritis di rumah sakit." Ucap HRD tersebut.
"Untuk itu, sebaiknya kita semua mendoakan beliau agar segera pulih. Berdoa di mulai!" Sambung pak HRD
Suasana pun hening sejenak saat berdo'a.
Jangan tanya perasaan Nia saat ini.
Berita yang baru ia dengar tadi seperti petir yang tiba-tiba menyambarnya.
Lututnya seketika melemas.
Air matanya mengalir saat semua orang berdo'a.
Laila mengusap punggung Nia untuk menguatkan.
Laila menyodorkan sebotol air mineral pada Nia, Laila paham kalau Nia sangat sedih dengan berita ini.
Semua karyawan kembali bekerja.
Kini hati Nia seperti mengambang.
Ingin rasanya ia pergi dari tempat ini dan menemui Nata.
Tapi apalah daya. Dia tidak bisa pergi secara semena-mena.
__ADS_1
Peraturan pabrik tetap harus di patuhi.
Setidaknya ia harus menunggu sampai jam istirahat untuk meminta ijin dan pergi menemui Nata.
Menunggu waktu istirahat yang hanya tinggal dua jam terasa sangat lama, seolah waktu terasa tidak bergerak.
Saat jam istirahat tiba, Nia tidak membuang-buang waktu untuk menemui Akbar, Andi dan Ucok.
"Kamu, tenang ya! Andi dan kamu sekarang ke kantor untuk meminta ijin. Andi akan mengantar kamu ke rumah Sakit." Ucap Ucok yang berusaha untuk tenang.
Nia dan Andi pun langsung berjalan ke kantor untuk meminta ijin.
Nia menghapus kasar Air mata yang tak dapat di tahannya.
Setelah mendapat ijin dari kantor, Nia dan Andi langsung menuju rumah sakit.
Sebelumnya Andi sudah sempat bertanya Nata dirawat di rumah sakit mana.
Sepanjang jalan Nia hanya diam, sambil mengusap air mata yang berjatuhan.
"Ibu." Ucap Nia pada Mak Leha yang menunggu di luar ruang ICU.
"Neng!" Jawab Mak Leha yang langsung memeluk Nia sambil menangis sesenggukan.
Nia tak lagi mampu menahan Air matanya.
Air matanya kini mengalir deras saat Mak Leha berkata
"Neng, di dunia ini Emak nggak punya siapa-siapa lagi selain Nata"
Hati Nia seperti ikut hancur luluh lantak mendengar ucapan Mak Leha.
"Bang Nata nggak akan kenapa-kenapa Bu. Bang Nata akan baik-baik saja." Jawab Nia meyakinkan, walaupun sebenarnya ia sendiri tidak yakin.
__ADS_1
Nia menemani Mak Leha sambil terus merangkulnya.
Nia mengerti hati Mak Leha pasti lebih patah darinya.
Karena untuk Mak Leha Nata adalah alasan hidupnya.
"Kalau bisa di tukar. Biar emak saja yang sakit walaupun emak harus meninggal, Emak tidak apa-apa." Ucap Emak dengan perasaan hancur dan tatapan kosong.
"Ibu Jangan bicara seperti itu, Bang Nata pasti tidak akan suka mendengarnya. Emak adalah segalanya buat Bang Nata, Jadi Emak juga harus sehat." Nia
Mak Leha dan Nia langsung sigap saat dokter yang menangani Nata keluar dari ruangan ICU.
"Bagaimana keadaan Anak saya Pak?" Ucap Mak Leha sambil terus menangis.
"Ibu yang sabar ya! Saat ini, Pasien masih dalam keadaan kritis. Sepertinya terjadi benturan keras di kepalanya, Kami juga sudah menjahit sobekan di bagian kepalanya dan beberapa luka di tubuhnya." Ujar pak dokter.
Hati Mak Leha dan Nia semakin lebur saat dokter menjelaskan keadaan Nata.
Setelah mendapatkan ijin, Nia dan Mak Leha memasuki ruangan Nata.
Nata terbaring lemah tak sadarkan diri, dengan bantuan oksigen pernapasan dan perban yang terpasang dimana-mana.
"Tong, Emak kan udah bilang. Kamu jangan dulu masuk kerja. Kalau saja kamu dengar Apa kata Emak, kamu nggak akan kaya gini" Ucap Mak Leha sambil menangis di samping Nata.
"Ibu, minum dulu ya. Supaya lebih tenang." Nia memberikan segelas air putih pada Mak Leha yang terus menangis.
"Enggak Neng. Emak nggak haus." Jawab Mak Leha menolak.
Nia menjadi sangat iba melihat Mak Leha.
Ia mengabaikan Tubuh renta-nya demi menjaga anak semata wayangnya.
Bersambung...
__ADS_1
Kawan-kawan semua jangan lupa kasih like sama vote nya ya!
komentarnya juga jangan lupa ya...