
"Laila belum balik lagi Neng?" Tanya Nata saat menjemput Nia di kostan.
"Belum, katanya cuti seminggu." Jawab Nia
"Kamu sendirian dong, di kostan? Mau Abang temenin Nggak?" Kata Nata sembari tersenyum.
Nata duduk di atas motornya sementara Nia masih menggunakan sepatu di teras.
Nia yang sedang memakai sepatu langsung membulatkan Matanya.
"Di temenin lewat telepon maksudnya. Kamu pasti ngarep yang aneh-aneh ya." Nata kembali menggoda Nia.
"Dih, siapa yang ngarep. Abang kali yang ngarep aneh-aneh." Jawab Nia
"Kok, kamu tau sih kalau Abang mau yang aneh-aneh." Nata seorang yang humoris sangat suka menggoda Nia yang terlalu pasif.
Nata sengaja sering menggoda Nia agar Nia tidak terlalu kaku padanya.
"Kelihatan Bang, Dari muka Abang yang mesum." Jawab Nia yang sudah selesai memakai sepatu dan menghampiri Nata.
"Emang iya. Nggak kali Neng, orang Muka Abang ganteng gini." Ujar Nata berkaca di spion sembari mengusap wajahnya.
"Kita jadi berangkat apa nggak? Malah narsis sendiri."
"Jadi dong Neng cantik. Abang jadi makin gemas liat kamu cemberut gitu, Kita nikah sekarang yuk! Biar Abang bisa peluk kamu yang lamaaa... Banget"
__ADS_1
"Dih, ngaco." Nia malah memukul pelan lengan Nata.
Nata pun memakaikan helm pada Nia lalu berangkat.
"Neng kamu kenapa sih kalau di ajak buru-buru nikah nggak mau?" Tanya Nata saat dalam perjalanan menuju pabrik.
Nata sengaja memacu motornya dengan kecepatan rendah, agar bisa lebih lama bersama Nia.
"Aku lagi fokus bantu Ibu buat renovasi rumah. Jadi kalau nanti Abang berkunjung ke rumahku, Nggak malu-maluin amat." Jawab Nia.
"Nggak gitu juga kali Neng. Abang jatuh cinta Sama kamu ya apa adanya kamu. Lagian rumah Abang juga nggak bagus." Nata.
"Rumah Abang mah bagus. Beda jauh sama rumah aku, makanya aku rada malu." Jawab Nia
"Abang bantuin dananya ya, biar cepat selesainya."
"Neng, Abang Serius pengen cepat nikah sama kamu." Ucap Nata
"Abang kayanya udah ngebet banget nikah, emang mau ngapain sih?"
"Ya, mau malam pertama lah, ngapain lagi." Jawab nata Sambil tertawa.
Sepanjang perjalanan wajah Nata di penuhi senyuman dan tawa bahagia.
Nata kembali membukakan helm saat sudah sampai di pabrik.
__ADS_1
"Abang, Aku mau tanya." Kata Nia.
"Tanya apa?" Jawab Nata yang masih duduk di motornya.
Sementara Nia berdiri di hadapannya.
Nata memandang lekat wajah Nia. Untuk menyimak Apa yang akan di tanyakan oleh gadisnya itu.
"Abang pasti sering begituan ya?" Ucap Nia pelan.
"Begituan apa Neng?" Nata pura-pura tidak mengerti.
"Dih, pura-pura polos. Abang kan playboy, banyak pacarnya. Pasti sering begituan ya?"
"Siapa yang bilang Abang playboy? Abang nggak playboy Neng." Jawab Nata.
"Orang aku sering liat Abang jalan, ceweknya beda-beda terus lagi." Ujar Nia.
"Oh, itu cuma makan doang nggak lebih."
"Yakin cuma makan!" ujar Nia penuh selidik
"Yakin lah!. Abang nggak sejahat itu Neng, Yang suka ngerusak anak orang." jawab Nata
Nia pun hanya mengangguk-angguk seolah tidak percaya.
__ADS_1
" Waktu itu, Abang Gonta ganti cewe cuma lagi nyari Yang cocok buat di jadiin istri." Jelas Nata sekali lagi.
Mereka pun berjalan meninggalkan parkiran dan bergabung dengan teman-teman yang lain.